IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Mau sholat apa curi pandang


__ADS_3

‘’Kalau setiap hari mbak Nabilla yang masak, dijamin Mas Bayu timbangannya geser ke kanan.. ’’ goda Seto saat mereka sudah selesai sarapan, Nabilla pun nampak sedang membereskan sisa makan mereka


‘’kayak nya iya ni To, besok harus joging nich…hehehe’’ balas Bayu


‘’ya udah besok Na gak masak lagi..’’


‘’eh jangan donk.. kan gak setiap hari,, jadi selama disini harus masak.. ya gak To..’’


‘’wah kalau aku mah manut aja, siapa yang bakal nolak makan enak..hehehe…’’


Saat mereka sedang asik dengan candaan mereka tiba-tiba pintu ruangan Bayu ada yang mengetuk


Tok..Tok..Tok…


‘’Masuk…’’ titah Bayu


‘’Permisi pak Bayu, saya mau memberitahukan bahwa siang ini pak Bayu harus menggantikan Pak Bagas meeting di luar..’’ ujar Indah sekretaris dari Bagas


‘’loh emang Pak Bagas kenapa kok gak bisa menghadiri meetingnya.?’’ tanya Bayu heran


‘’baru saja bu Retno menghubungi, bahwa anak Pak Bagas tiba-tiba demam, jadi pak Bagas harus segera pulang pak..’’


‘’ Astagfirullah .. ya sudah kamu serahkan aja bahan meeting nya ke Seto…’’ jawab Bayu


‘’To, kamu ikut ke ruangan Indah, dan bawa berkas-berkas yang akan kita meetingkan siang ini…’’ tambah Bayu


‘’Baik Pak..mari bu Indah…’’ jawab Seto dengan Formal


‘’To tunggu mbak Ikut ya…’’ pinta Nabilla , karna akan canggung rasa nya kalau dia hanya berdua di satu ruangan bersama Bayu


‘’To..bawa Nabilla…’’ titah Bayu, Bayu paham akan permintaan Nabilla, sekalipun mereka masih ada hubungan kerabat , tetap saja pasti rasa canggung itu ada, apalagi mereka terhitung sebagai kerabat jauh


Beberapa menit pun berlalu, Seto dan Nabilla pun sudah kembali ke ruangan Bayu.


‘’ini mengenai perusahaan di kota B mas…’’ ujar Seto


‘’dan Pak Haris selaku pengelola di sana siang ini sudah menuggu kita di Banaya resto…’’ tambah Seto


‘’ ya udah kita langsung menuju Banaya Resto aja..’’ Jawab Bayu


‘’Na, kamu ikut aja ya sekalian, dari pada pulang naik taksi..’’ tambah Bayu tiba-tiba dan Nabilla hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala


Merekapun langsung menuju parkiran, banyak mata yang melihat ke arah mereka, selain karna karisma dari seorang Bayu, kini ditambah karna ada Nabilla yang berjalan bersama dengan Bayu, mereka mempertanyakan apa hubungan Bayu dengan Nabilla

__ADS_1


‘’tuh cewek siapa ya..? bukanya Pak Bayu itu dekat sama Bu Fitri..?’’


‘’gak tahu juga gue, tadi pagi kayak nya datang sama Pak Bagas deh…”


‘’gimana nanti Bu Fitri ya kalau lihat ini..?’’


‘’ah udah lah, gak usah kepo…itu urusan mereka, kerja-kerja…’’


"iya, selama ini kan yang kita tahu Bu Fitri dan pak Bayu itu sebatas kolega aja..."


Banyak pertanyaan, tapi itu hanya tinggal pertanyaan dan rasa penasaran, karna tidak mungkin juga mereka bertanya ke Bayu secara langsung.


Bayu, Seto dan Nabilla sudah berada di dalam mobil, Seto pun langsung melajukan mobil menuju Banaya Resto


‘’Di samping Banaya Resto itu ada toko buku yang cukup lengkap Na, Kamu bisa kesana selagi kami meeting…’’ Ujar Bayu ke Nabilla sembari melihat Nabilla dari kaca spion


‘’boleh Mas, nanti Na coba lihat ke sana…’’


Dan sesampainya di Banaya Resto, Bayu dan Seto pun ke ruangan yang sudah mereka pesan.


‘’Mbak Na gak masuk dulu… biar gak bingung nanti kalau nyari kami..’’ Ujar Seto


‘’gak papa, nanti mbak bisa kok nunggu di luar, mbak juga bisa nelfon kamu kan…’’


Bayu hanya tersenyum mendengar ledekan Seto dengan tetap masuk ke dalam Banaya Resto, sedangkan Nabilla menuju bangunan yang tadi di beritahu oleh Bayu.


Bayu dan Seto pun memulai meeting nya dengan pak Haris saat sudah berada di private room yang mereka pesan, sedangkan Nabilla mulai mengelilingi toko Buku, memilih buku-buku yang akan dia beli.


Dua jam berlalu, Meeting pun selesai.


‘’Begini enak nya kalau sama pak Bayu..’’ puji pak Haris


‘’sudah tugas saya pak..’’


‘’kapan-kapan berkunjung lah ke cabang…’’


‘’In Syaa Allah pak..’’


‘’Pak Haris gak singgah ke rumah dulu, Papa pasti senang dengan kehadiran pak Haris..’’


‘’saya malah sudah dari sana terlebih dahulu tadi sebelum kesini..’’


‘’memang ya, Bos harus yang pertama…’’balas Bayu

__ADS_1


‘’bisa di pecat saya kalau gak hampiri bos besar dulu..hehehe..’’ balas Pak Haris


Selesai Meeting bahkan sudah ngobrol santai dengan Pak Haris. Bayu dan Seto pun menuju toko Buku


‘’Mbak Na itu kalau udah di toko Buku, lupa semua nya mas…’’ ujar Seto


‘’ya udah kita susul aja…’’


Dan sesampainya mereka di toko buku, wajah Nabilla tidak terlihat di sudut manapun.


‘’kemana ya dia To..?’’


‘’mana Seto tahu, kan kita sama –sama baru sampai Mas..Mas…’’


‘’coba tanya ke kasir To…’’


Seto pun menuju kasir yang diikuti juga oleh Bayu, lalu bertanya keberadaan Nabilla kepada sang kasir


‘’Kak, ada nampak perempuan pakai jilbab abu-abu gak..?’’ tanya Seto


‘’oh kakak cantik yang jilbab Abu-abu itu, ..’’


‘’iya kakak tahu dia dimana sekarang..?’’ tanya Seto


‘’Kakak itu lagi ke mushola, tuh belanjaan nya juga masih di titip disini Mas…’’jawab Kasir


‘’mas suami nya ya..?’’ tanya Kasir itu lagi


‘’eh bukan, saya adek nya….’’ Jawab Seto


‘’kata kamu lupa segala nya To, tuh orang nya lagi ke mushola, ya udah kita ke mushola juga aja dulu, kita kan belum sholat…’’ ujar Bayu sembari meninggalkan Seto untuk menuju mushola


‘’eh Mas tunggu.. aku ikut juga…’’ ujar Seto sembari berlari kecil


Sesampainya di mushola mereka pun langsung mengambil wudhu.


Senyum manis terukir saat Bayu melihat Nabilla sedang duduk sembari menadahkan tangan nya.. tapi tiba-tiba pundak Bayu ada yang menepuk.


‘’Mau sholat apa curi pandang…??'’ bisik Seto


Bayu hanya membuang napas nya pelan mendengar perkataan Seto, lalu mengambil posisi sholat nya.


Nabilla yang baru saja selesai dan melihat dua sosok laki-laki yang tak asing dari pakaian yang mereka kenakan pun mengukir senyuman.

__ADS_1


‘’ Masyaallah….sesibuk apapun kamu gak lupa Mas untuk menjalankan kewajibanMu, memenuhi panggilan TuhanMu..’’ lirih Nabilla


__ADS_2