
Siang ini bada Dzuhur Bayu dan Nabilla pun menuju kota B setelah melimpahkan beberapa pekerjaan kepada Seto.
Senyum indah begitu terpancar dari Bayu, tenang bukan karna akan bertemu dengan Khanaya, wanita yang dulu sempat mengisi ruang hari seorang Bayu.
Tapi kali ini dia bahagia karna kepergiannya di temani sang istri tercinta.
"Mas kok senyum nya beda sih dari biasanya...?" tanya Nabilla
Dengan mata yang fokus ke depan Bayu meraih tangan kanan Nabilla lalu mencium nya.
"dulu mas kemana-mana sendiri...tapi sekarang mas selalu ada yang menemani, gimana gak bahagia coba...?? " balas Bayu
"Na baru tahu mas punya perusahaan di kota B....dan kenapa mas enggak mengelola nya secara langsung..?" tanya Nabilla
Bayu terdiam sejenak, ada alasan besar kenapa Bayu menolak stay mengelola perusahaan di kota B.
Tapi alasan itu tidak mungkin di utarakan, masa lalu cukuplah menjadi masa lalu.
Tak perlu menoleh kebelakang, cukup apa yang dulu pernah terjadi menjadi sebuah pembelajaran.
"hmm... gak tahu mungkin karna ini sudah skenario Allah, jalan mas bisa bertemu dengan kamu sayang..kalau mas dulu menerima stay di kota B bisa jadi gak ketemu sama istri mas yang cantik ini..." jawab Bayu dengan sedikit menggoda sang Istri
"hmm.. udah pandai ngevgombal ya..." balas Nabilla
"udah ah mas fokus nyetir aja..." tambah Nabilla
Bayu tersenyum sumringah mendengar penuturan sang Istri.
Mereka pun sudah memasuki kota B, Menempuh perjalanan kurang lebih enam jam, karna tadi sempat terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan.
Mereka juga menyempatkan berhenti di masjid untuk melaksanakan sholat.
Tepat adzan Magrib mobil mereka sudah memasuki sebuah hotel. Nabilla nampak sedang terlelap.
"sayang bangun, kita udah sampai.." Bayu berusaha membangunkan Nabilla dengan menepuk-nepuk pipi Nabilla.
Nabilla menggeliat kecil lalu menutup mulutnya karna menguap.
"hmm... udah sampai mana mas..?" tanya Nabilla sembari mengucek mata nya
"udah sampai di depan hotel...mau mas gendong...??"
Nabilla menggeleng cepat .
"Na bisa jalan sendiri mas, apa kata orang kalau pakai acara gendongan...?? malu.."
"Yee... apa pedulinya sama mereka semua coba..."
__ADS_1
"mas jangan macam-macam deh... udah ah Na turun..." balas Nabilla sembari melepas sabuk pengamannya
Nabilla bersiap akan membuka pintu mobil nya tapi di tahan oleh Bayu.
"biar mas yang buka..." ujar Bayu, dan Bayu pun bergegas keluar dari mobil nya menuju pintu mobil dimana Nabilla duduk.
Bayu pun membukakan pintu mobil untuk Sang Istri, Bayu nampak melindungi Nabilla.
"Makasih suami..." ujar Nabilla saat sudah berdiri tepat di hadapan sang suami
"sama-sama istri..." balas Bayu dengan menahan tawa
Bayu pun memberikan kunci mobilnya kepada salah satu scurity yang bertugas, di gandeng nya tangan Nabilla.
Karna kamar hotel sudah di boking sebelumnya, Bayu langsung meminta kartu akses di bagian resepsionis.
"Pak Bayu apa Kabar...??" sapa Hana salah satu resepsionis
"Alhamdulillah baik mbak Hana, mbak Hana dan team gimana kabar nya...??"
"Alhamdulillah luar biasa.."
"wah pak Bayu lama gak ke sini, sekali datang lagi udah ada yang di gandeng..." tambah Hana
"oh ya, perkenalkan ini Nabilla istri saya..." Bayu memperkenalkan Nabilla ke para resepsionis hotel.
"Mas seperti nya akrab sama para resepsionis..." ujar Nabilla sembari melipat sajadah
Bayu bukan menjawab, dia malah memeluk Nabilla dari belakang.
"Mas.. Na lagi melipat sajadah.."
"ada yang cemburu nih ceritanya..." goda Bayu sembari membalik tubuh sang istri
"siapa yang cemburu, Na kan cuma nanya mas..."
"cemburu juga boleh kok, mas malah bahagiiaaaa di cemburui..." sambil mencolek dagu Nabilla
"Kan mas sering ke sini, jadi disini salah satu tempat mas nginap, kadang meeting juga disini..." Bayu menjelaskan
"bukannya disini ada kerabat mas dari Papa ya...?"
"om Mahendra... beliau Abang dari Papa..."
"kok manggilnya om...??"
"hmm... udh kebiasaan dari kecil..." jawab Bayu sembari membelai rambut sang Istri, lalu membawa Nabilla duduk di sofa santai yang ada di kaca jendela.
__ADS_1
Nabilla duduk bersandar di dada bidang sang Suami. Dari jendela itu mereka bisa melihat ramaikan suasana malam di kota B.
"In Syaa Allah besok kita kesana, sebelumnya kita ke rumah mas Arga dulu, tapi kita cari kado dulu ya buat Azka..." tambah Bayu
"Azka...??"
"Azka itu anak nya mas Arga dan Khanaya.." jawab Bayu
"Kak Khanaya lebih tepatnya kan...??" tanya Nabilla
"hmm.. seharusnya iya sih, tapi karna mas dan Khanaya itu teman sekolah saat SMK, jadi agak aneh kalau manggil dia Kakak
..hehehe..." jawab Bayu
"jadi penasaran sama Azka... berapa usianya mas...?" tanya Nabilla
"mas gak tahu pasti sih, mas udah gak ke sini sekitar dua tahun..." jawab Bayu
"pas mas ke terakhir ke sini Azka udah lahir..??" tanya Nabilla
"Mas terakhir ke sini pas acara pernikahan mereka..." jawab Bayu,
Saat mengingat itu membuat Bayu tersadar, ternyata dia sudah lama tidak ke kota B. bahkan saat di kabari sahabat lain nya ada yang menikah pun kado nya dia wakilkan.
"ya udah besok kita kesana ya, eh tunggu... tapi bukannya mas harus ke kantor...??"
"mas akan lama di kantor, jadi biar gak bosan istri mas ini bisa nunggu di rumah mas Arga... gimana...??" tanya Bayu
"ya gak papa mas, malah Na gak bosen dan teman nya..."
Sepasang kekasih halal itu nampak asik bercengkrama, tiba-tiba suara bel pintu berbunyi
"siapa mas malam-malam...??"
"kayaknya pelayan yang antar makan malam kita sayang..."
"mas pesan makanan...??"
"emang istri mas ini gak laper...??" tanya Bayu dan perut tidak bisa berbohong.
Saat di tanya lapar perut Nabilla yang langsung menjawabnya.
"krucuk-krucuk..." suara perut Nabilla
Bayu terkekeh mendengar suara perut Nabilla , sedangkan Nabilla malah menutup mata dengan kedua tangan nya karna malu.
"tuh kan perut nya langsung yang jawab....mas ambil pesanan mas dulu ya..."
__ADS_1
Nabilla menjawab dengan anggukan walaupun malu-malu.