IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Qulbun Salim


__ADS_3

Bayu tak henti-henti nya menggoda sang istri, sepertinya menggoda Nabilla adalah hobby baru nya kini. Saat ini mereka sedang duduk sembari menikmati makan siang setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur.


‘’coba deh cerita tadi Clarissa ngapain disini..?’’ tanya Bayu penuh rasa penasaran saat mereka selesai makan siang


‘’gak ngapa-ngapain, tadi dia nyariin Mas mungkin ada yang mau di bahas, terus dia tanya criteria wanita mas seperti apa..’’


Bayu mengerutkan dahi mendengar cerita Nabilla


‘’terus…?’’


‘’penasaran banget..?’’ kali ini Nabilla yang menggoda sang suami


‘’Mas udah pernah bilang ke Clarissa jika ada yang mau di bahas langsung sama Seto, aneh aja jika dia masuk dan Lani kasih izin tanpa memberitahukan ke mas terlebih dahulu…’’


‘’tadi Lani udah coba cegah, Na yang izinkan mbak Clarissa untuk masuk..’’


‘’Mas kenapa gak mau berhadapan langsung dengan mbak Clarissa..?’’


‘’lingkung pekerjaan mas memang gak bisa di pungkiri kalau mas harus benar-benar bisa menjaga pandangan, dan mas dari dulu memang menghindari harus berhadapan langsung dengan beberapa bintang tamu atau narasumber… dulu Lani yang sering menangani mereka, dan sekarang sudah ada Seto jadi Seto yang lebih sering langsung berhadapan langsung dengan mereka,,’’


‘’terus kenapa Clarissa malah keluar tanpa bicara apapun tadi.. apa istri mas ini udah bilang kalau mas udah nikah..??’’


‘’enggak…, Na Cuma jawab bahwa mas itu adalah keluarga Na, mas itu salah satu orang yang mengingatkan Na mengenai menutup aurat.. ‘’


‘’terus dia tanya apa gak panas dengan berpenampilan seperti ini..’’ sambil menunjuk dirinya


"terus istri mas ini jawab apa…?’’ tanya Bayu


Nabilla pun mengulang jawaban yang tadi dia berikan kepada Clarissa


‘’istri mas ini selalu bisa menjawab semua dengan baik, sama saat pertama kali mas dengar kamu isi kajian di ponpes waktu itu..’’


‘’Mas tahu gak sih, ternyata yang sulit itu bukan mendakwahi orang lain, tapi mendakwahi diri sendiri…’’ ujar Nabilla dan itu membuat Bayu melihat Nabilla dengan tatapan serius


‘’ternyata yang sulit itu bukan mengajak orang untuk kembali kepada Allah, tapi menjaga iman diri sendiri untuk tetap istiqomah di atas Sunnah..’’ tambah Nabilla sembari menepuk dada nya sembari memejamkan mata

__ADS_1


‘’mudah mencari pembenar tapi sulit mengakui kesalahan..’’


‘’Na sediri masih terus belajar mas, sering orang berkata, Jilbab pin dulu hati nya baru deh pakai jilbab…untuk apa pakai jilbab kalau hati nya kotor.. padahal jilbab dan hati adalah hal yang berbeda’’


‘’padahal sudah jelas perintah menutup aurat itu langsung dari Allah.. kita memang tidak cukup hanya menutup aurat dengan benar, karna kadang tak bisa di pungkiri diri ini masih sering menilai orang lain…bahkan terkadang diri ini merasa lebih baik dari orang lain’’


‘’Na masih terus belajar agar jangan hanya tubuh ini yang berjilbab, tapi Na juga sedang belajar agar bisa Qulbun Salim…’’


‘’Qulbun Salim..?’’ tanya Bayu


‘’Qulbun Salim itu hati yang bersih atau selamat dari kesyirikan…’’


‘’untuk mencapai itu gak mudah mas, kadang tanpa kita sadari melihat seseorang yang salah membuat kita menjatuhkan penilaian…’’


‘’padahal Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang tulus bertaubat dari pada orang shaleh yang tidak pernah merasa salah…’’


Bayu membuang napas nya panjang mendengar penjelasan sang istri.


‘’Ya moqollibat quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik…. ‘’ ujar Nabilla


‘’Wahai dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu…’’ Balas Bayu


‘’kamu tau gak sayang..?’’ tanya Bayu


‘’gak tahu, kan mas belum ada bilang…’’


Mendengar jawaban Nabilla membuat Bayu mencolek hidung Nabilla.


‘’Saat pertama kali mengenalmu, kukira kamu hanya akan menjadi bagian dari pertemuan yang singkat, dan teryata kamu menjadi peran paling penting dalam hidupku…’’


‘’lagi ngegombal…?? kata orang-orang kalau masih pengantin baru mah suka gitu… ’’ balas Nabilla


‘’jangan gitu donk, pernikahan kan memang gak mudah.. tapi jika harus terus menjaga nya, seperti petuah-petuah Pak Kiai…’’


‘’ujian udah pasti ada… tapi kita harus belajar bersama, berjuang bersama.. agar rumah tangga kita menjadi jalan menuju jannah – Nya..’’

__ADS_1


‘’Aamiin…’’ Nabilla mengaminkan kata-kata sang suami


🌷


Bayu dan Nabilla lebih dulu meninggalkan kantor, masih dengan tangan nya yang tak berhenti menggenggam tangan Nabilla, semua mata yang melihat pun dibuat penasaran, tapi siapa yang berani bertanya.


Saat sampai di loby, tiba-tiba ada yang memanggil Bayu


"Pak Bayu..Pak Bayu..."


Bayu dan Nabilla pun menoleh ke sumber suara


‘’Pak Bayu maaf saya menggangu sebentar, saya sudah coba untuk bertanya langsung ke pak Bagas , tapi Pak Bagas sedang ada meeting di luar…’’ Ujar Josua saat sudah berada di hadapan Bayu


‘’oh ya udah kita duduk di sana saja..’’ tunjuk Bayu ke arah sofa yang kosong di loby


‘’boleh pak…’’


‘’sayang sebentar ya.. mas harus gantiin bang Bagas…’’ lirih Bayu, tapi itu masih terdengar jelas oleh josua


Nabilla menjawab dengan anggukan dan mengikuti kemana kaki Bayu melangkah


‘’Sayang? Aku gak salah dengar kan..? apa wanita ini istri pak Bayu? Tapi kapan nikahnya? ‘’ tanya nya tapi hanya di dalam hati sembari menggaruk kepala yang tidak gatal


‘’kamu kenapa Jo..?’’ tanya Bayu


‘’oh gak kenapa-napa pak..’’ jawab josua


‘’berkas apa yang harus saya cek..?’’ tanya Bayu


Josua pun memberikan berkah yang dia bawa, mata nya tak henti melihat ke arah Nabilla, benar-benar membuat nya penasaran, tapi tak berani untuk menanyakan


‘’kamu ngapain? Mau bahas berkas ini atau…’’ tanya Bayu karna sadar Josua terus menatap istrinya


‘’hmm… maaf pak, bukan bermaksud lancang , tapi jujur saya penasaran..’’

__ADS_1


‘’penasaran dengan wanita yang ada di samping saya..? besok kamu akan dapatkan jawab nya, tapi seharusnya tanpa saya jelaskan kamu sudah tahu… ‘’


‘’sudah – sudah, fokus sama berkas ini…’’ tambah Bayu dengan penuh penekanan dan itu membuat Josua menelan saliva nya


__ADS_2