
Seorang wanita tengah duduk di depan jendela menikmati semilir nya angin sore, senyum nya merekah menatap langit yang mulai berubah warna jingga.
Mata nya beralih melihat ke rombongan anak-anak satri yang berlari-lari kecil menuju masjid, ada juga yang masih duduk di bawah pepohonan dengan AL-Quran ditangan mereka.
Dia juga teringat moments tadi siang saat anak-anak santri itu berlari saat orang tua mereka berkunjung, peluk serta tangis sebagai bukti rasa rindu dan cinta mereka menghiasi suasana siang tadi.
‘’Ya Allah begitu indah pemandangan disini, melihat mereka yang begitu bersemangat menyambut adzan datang, melihat mereka bersemangat muraja'ah .. sungguh aku merasa tertampar ya Allah…’’
‘’Terlalu banyak yang harus hamba muhasabah ya Allah… Sholat yang masih belum mampu hamba kerjakan di awal…tentang kurangnya bakti hamba terhadap orangtua, tentang hati yang masih lalai kepada-Mu ya Allah, tentang buruknya diri ini di hadapan-Mu ya Allah, sedangkan di hadapan manusia diri ini begitu terkenal baik,,,’
‘’Ya Allah jangan sampai diri ini baik di mata manusia, namun begitu buruk di mata-Mu.. karna apapun yang hamba kerjakan akan sia-sia…’’
‘’ya Allah..jadikan hamba baik di mata Engkau, jaga lisan hamba untuk tidak menyakiti hati siapapun terutama kepada orang tua hamba..’’
‘’Na..kok ngelamun, gak siap-siap, udah mau magrib loh?’’ Tanya seorang wanita bercadar dengan penuh kelembutan, dia adalah Maryam, salah satu guru atau ustadzah di ponpes dimana Nabilla tinggal saat ini
‘’Astagfirullah kak Maryam,,, iya kak ini Nabilla mau siap-siap, tiba-tiba ke ingat Ayah dan Bunda..’’
‘’Telfon lah mereka, HP kamu masih di service kan..?’’
‘’In Syaa Allah besok Nabilla telfon pakai telfon pondok kak..’’
‘’Allah itu maha mengetahui keadaan orang tua kita, doakan mereka… kakak tunggu ya di ruang sholat…’’
Di Ponpes Al-Hikmah jika tidak ada kajian para santriwati sholat di asrama, tidak sholat bergabung di masjid.
Nabilla pun bersiap mengambil wudhu dan setelah siap dia pun bergabung dengan santriwati yang lain, melaksanakan sholat berjamaah bersama para santriwati lain nya dengan khusuk.
‘’Ya Allah , jika Engkau melihat orang tuaku dalam keadaan berdosa, tolong ampuni dosanya…’’
‘’Jika Engkau melihatnya dalam keadaan bersedih, tolong gembirakan hatinya…’’
‘’Jika Engkau melihatnya dalam keadaan gembira, tolong sempurnakan kegembiraannya..’’
‘’Jika Engkau melihatnya dalam keadaan sakit, tolong sembuhkan rasa sakitnya…’’
‘’Jika Engkau melihatnya dalam keadaan bimbang, tolong ubahlah rasa bimbangnya menjadi rasa tenang..’’
‘’Jika Engkau melihatnya dalam keadaan letih atas segala perjuangannya untuk keluarganya,untuk anaknya, tolong berikan balasan yang terbaik untuknya ya Allah , yaitu Surga tertinggi, Jannatul Firdaus…’’
‘’Aamiin Allahuma Aamiin…’’
Tanpa Nabilla sadari air mata nya menetes, bukan doa untuknya, tapi doa untuk kedua orangtua nya.
Maryam merangkul pundak Nabilla saat Nabilla telah selesai berdoa.
‘’kangen banget ya.. kenapa gak pulang aja dulu..?’’ Tanya Maryam
__ADS_1
‘’Nabilla belum tahu kapan akan pulang tapi In Syaa Allah jika sudah waktunya…’’
‘’belum siap bertemu dengan dia…?’’
‘’bukan kak, memang belum siap aja…’’
‘’Na… salah satu guruku pernah berkata makna akan Cinta yang Sebenarnya…’’
‘’mau tahu gak..?’’
‘’apa kak..?’’
‘’Cinta terbaik adalah saat kamu mencintai seseorang yang mampu membuat akhlakmu semakin indah, jiwamu semakin damai, dan hatimu semakin bijak..’’
‘’Dia yang menjadi peneguh saat taatmu luntur, jadi penasehat saat tengah lengah dalam doa, jadi pelipur saat senangmu sedang lebur…’’
‘’Dialah Cinta tebaik yang tidak hanya ingin bersamamu di dunia tetapi juga ingin bertemu kembali di Syurga-Nya…’’
‘’Masyaallah… semoga Nabilla bisa menemukan cinta itu..’’ ujar Nabilla
‘’Aamiin, In Syaa Allah…’’ balas Maryam dengan mengaminkan doa Nabilla
"ada yang bilang, beruban lah karna Allah, jangan karna manusia, tapi kadang kala pertemuan kita dengan manusia lain itu yang membuat kita ingin lebih mengenal Allah... Ingat dengan siapa di bertemu itu sudah Allah atur, jadi ambil hikmahnya..."
"Hidayah itu tidak datang begitu saja, karna banyak Hidayah yang datang tapi manusia membiarkan nya pergi, enggan untuk menjemput nya..."
🌺
Di tempat yang berbeda seorang pria sedang nampak melamun di depan laptop nya, karna pintu kamar nya yang terbuka membuat sang Mama bisa melihat dirinya yang Nampak melamun itu.
‘’jika lelah istirahat, jika gundah bawa sholat…’’ ujar Mama Laras yang sudah berada di belakang sang putra
‘’Mama udah di sini aja..’’
‘’tuh pintu kamar terbuka lebar.. ‘’ sembari menunjuk ke arah pintu
‘’lagi ada yang kamu pikirkan…?’’ Tanya Mama Laras
‘’Gak ada Ma…’’ jawab Bayu sembari mencium punggung tangan sang Mama
‘’Bay, kamu itu 9 bulan loh Mama kandung, Mama juga yang melahirkan dan menyusui kamu, jadi gak bisa bohong… lelah karna pekerjaan dan lelah karna pikiran itu berbeda…’’
Bayu menyunggingkan senyuman, dia memang paling gak bisa bohong kepada sang Mama.
‘’Apa masih masalah Nabilla yang lagi gak tahu dimana..?’’ tebak Mama Laras
‘’Bayu juga gak tahu Ma, kenapa Bayu begitu mengkhawatirkannya, Bayu yakin sih dia di tempat yang aman, tapi lebih ke penasaran mungkin dengan keberadaan nya…’’ jujur Bayu
__ADS_1
‘’Boleh Mama tanya sesuatu..?’’
‘’sejak kapan Bayu bisa melarang Mama bertanya kepada anaknya…’’
‘’Apa kekhawatiran kamu ini sama dengan yang pernah kamu rasakan untuk Khanaya dulu..?’’ Tanya Mama Laras
‘’kok jadi bahas ke Naya sih Ma…?’’
‘’jawab ajaaa…’’
‘’Bayu gak tahu Ma, tapi dulu saat Naya pergi kuliah di kota P, rasa rindu itu ada, tapi…’’
‘’tapi gak seberat saat ini…’’ bukan Bayu yang melanjutkan, melainkan sang Mama
‘’Coba bawa sholat, kamu mantapkan hati… serahkan kepada Allah, jika memang kalian berjodoh, Allah akan pertemukan dengan cara-Nya..’’
‘’emang Mama mendukung…?’’
‘’apapun pilihan anak-anak Mama selama itu baik, mana boleh Mama melarang, dan Mama juga percaya Papa pun begitu…’’
‘’ya udah, istirahat lah, nanti bawa sholat, Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Mama…’’ ujar Mama sembari mengacak rambut Bayu
‘’Makasih ya Ma… pokoknya terbaik…’’
‘’terbaik, tapi anak-anak nya kalau gak di tanya gak mau ngomong, padahal Mama nya selalu siap sedia loh…’’
‘’hehehe…’’
Bayu pun merasa lebih tenang, ya ini memang sudah saat nya dia memantapkan hati dan menentukan pilihan, apapun hasil nya, biarkan Allah yang menentukan.
🌺
Jarum pendek pada jam pun menunjuk ke angka dua dan jarum panjang ke angka duabelas, menandakan ini sudah pukul dua dini hari, alarm yang Bayu pasang pun berdering, di kucek nya mata nya, berusaha menyadarkan diri, melawan rasa kantuk nya, ingin rasa nya selimut itu kembali dia tutupkan ke tubuhnya, tapi dengan niat yang kuat dia pun bergegas untuk bangun dan mengambil wudhu.
Bayu pun melakukan sholat malam dua rakaat.
‘’ya Allah… bantulah aku untuk melepaskan beban keraguanku dan berjalan dengan bebas dalam iman, percaya bahwa rencana-Mu untukku akan selalu lebih besar dari impian terbesarku…’’
‘’Ya Allah ampuni aku akan kesalahaku yang telah aku perbuat maupu yang belum aku perbuat…’’
‘’Ya Allah tolong ingatkan aku bahwa kebaikan-Mu akan selalu lebih besar dari kesalahanku..dan cinta-Mu akan selalu lebih besar dari rasa Maluku…’’
‘’Ya Allah Engkau lah sang pembolak-balih hati, aku berserah kemana hati ini akan menetap jika dia adalah tempat hati ini menetap, pertemukan kami di waktu yang tepat, di waktu yang terbaik sebaik-baiknya rencana-Mu…’’
‘’ya Allah aku yakin Engkau sang penjaga terbaik.. jagakan dia dimanapun dia berada…’’
‘’Aamiin….’’
__ADS_1