IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Menyimpan Luka


__ADS_3

Langit yang cerah bisa saja berubah menjadi menjadi mendung, Bunga yang sudah hampir mekar..indah.. bisa saja tiba-tiba dia digunting , sesuatu yang kita anggap ‘’Ini Rencana Terbaik Saya’’ bisa aja tiba-tiba Allah patahkan rencana itu untuk Allah ganti dengan yang lebih baik, satu yang harus kita yakini.. Rencana Allah itu begitu Indah.


Seharian ini Bayu lebih banyak diam, dan sang Mama selalu mengamati, ingin bertanya, tapi saat ini Mama memilih diam.


Malam ini Bayu duduk di atas balkon kamar nya, menatap bintang tanpa bulan di atas langit.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari kamar Bayu.


" Bay... boleh Mama masuk..??" terdengar suara sang Mama


"masuk Ma, gak Bayu kunci". jawab Bayu dengan nada sedikit keras agar terdengar oleh Sang Mama.


Mama pun membuka pintu kamar Bayu lalu menghampiri Bayu yang sedang duduk di balkon dan ikut duduk di samping sang Putra.


‘’Tumben banyakan di kamar sejak pulang dari luar kota.. ada apa?’’ Tanya Mama sambil mengelus punggung Bayu


‘’Gak ada Ma, lagi gak mood aja..hehehe..’’ Jawab Bayu dengan sedikit terkekeh


‘’yakin, ingat jika ada yang mengganjal di hati ada Mama yang siap mendengarkan keluh kesah semua anak-anak Mama..’’


‘’Bayu gak papa Mama…’’ Lagi dan lagi Bayu begitu rapi dalam menyimpan perasaan nya tapi Mama tahu ada yang sang Putra nya tutupi darinya, tapi Mama juga gak bisa memaksa.


‘’gimana proyek di sana..?’’ tanya Mama mengalihkan, karna Mama gak bisa memaksa


‘’Alhamdulillah semua lancar Ma,kantor cabang juga aman..’’


‘’mengenai penawaran Papa untuk kamu menetap disana gimana..?’’


‘’hmm.. Kita lihat nanti aja ya Ma..’’ Sang Papa pernah meminta Bayu untuk stay di kantor cabang, dulu Bayu cukup antusias, tapi saat ini rasa nya berat sekali, begitu banyak kenangan disana yang pasti akan membuat hati nya teriris


‘’tapi bukanya anak Mama ini mau..?’’


‘’hmm.. gak papa Ma, belum aja, lagi pula Pak Haris yang mengelola disana cukup amanah..’’


‘’apapun keputusan anak-anak Mama yang membuat kalian nyaman akan Mama dukung, tapi bagaimapun disana juga butuh langsung kita awasi.. ya sudah udah malam, kamu istirahat, besok harus ke kantor kan..?’’


‘’Iya, bentar lagi Bayu masuk.. Mama juga istirahat ya.."


Tak mendapatkan jawaban dan Mama memutuskan untuk keluar, mungkin saat ini Bayu butuh waktu sendiri , pikir sang Mama.


Entah sampai kapan dia akan menyimpan duka nya, dan entah bagaimana jika nanti tiba waktu nya Khanaya pun sah menjadi milih Arga sang Sepupu.


‘'Ternyata mengatakan aku ikut bahagia itu gak semudah praktek nya, karna dada ini masih terasa sesak, padahal ini bukan kali pertama Khanaya menolak perasaan ini, tapi kenapa kali ini begitu sakit..?’’ guman Bayu sembari menatap langit .

__ADS_1


Langit yang hanya di temani bintang tanpa rembulan, seperti dirinya.


🌺


Pagi ini Bayu sudah berada di meja sarapan, dengan wajah yang terlihat biasa saja, karna dia pun tak mungkin menunjukan kepedihan nya di depan keluarga nya.


‘’Om Bayuuu…’’ teriak Adrian sambil berlari lalu merangkul Bayu, dan di balas rangkulan hangat pula oleh Bayu


‘’om Bayu, tadi malam Adrian ada tugas sekolah loh, tapi om Bayu langsung masuk kamar..’’ ujar Adrian dengan wajah yang memelas


‘’maaf ya ganteng, om sedikit lelah, nanti malam kalau ada tugas akan om bantu ,, ok,,ok…’’


‘’janji ya, soalnya Papa gak Asik…lebih seru kalau sama om'’


‘’loh..loh…kok Papa yang kena sasaran..’’ protes Bagas sang Papa


"kan memang bener, kalau Papa terlalu serius, gak asik..."


"bener ya papa gak asik..nanti Papa gelitikin loh ya...".balas Bagas dengan ancang-ancang akan menggelitik perut Adrian


"Bundaaa....." teriak Adrian sambil berlari ke arah sang Bunda, memohon pelindung


‘’sudah-sudah, kita sarapan dulu ya, kan Adrian harus ke sekolah, om bayu dan Papa juga harus ke kantor..’’ujar Retno


"nanti biar Papa bunda yang urus..., gak mau telat kan sekolah nya, jadi harus sarapan selesai sarapan baru deh berangkat..."


‘’siap Bunda…’’ balas Adrian


Mereka pun sarapan, dan saat semua sudah selesai mulailah mereka ke tugas masing-masing.


Bayu dan Bagas pun melajukan mobil masing-masing, beda nya Bagas harus mengantar Adrian terlebih dahulu.


Saat ini Bayu sudah berada di ruangannya, pekerjaan adalah salah satu cara dia melupakan perih hati nya.


"Bay... langsung ke ruangan gue ya..." ujar Bagas tiba-tiba, lagi-lagi tanpa ada istilah ketuk pintu.


Tanpa menjawab Bayu pun beranjak dari posisi duduk nya keluar menuju ruangan Bagas sembari membawa beberapa berkas.


"kebiasaan kalau manggil gak pakai ketuk pintu.." guman Bayu


Saat tiba di ruangan Bagas, Bayu pun langsung duduk di depan Bagas.


"gimana dengan proyek di sana?" tanya Bagas

__ADS_1


"ini laporannya semua tertera disini, Alhamdulillah sejauh ini semua lancar dan aman.."


Bagas pun meraih berkas yang berisikan laporan yang dibawa oleh Bayu, lalu mulai mengeceknya lembar demi lembar.


"Lo tuh memang jago soal menangani yang beginian Bay..."


"gak usah lebay bang, kan udah tugas gue.."


"Oh ya gimana dengan tawaran Papa.??"


"soal...??"


"soal Lo stay di kantor cabang.."


"untuk saat ini gue di sini aja dulu.."


"Lo tu aneh, beberapa hari lalu Lo itu semangat banget, tapi pulang dari sana kok berubah..?? Lo gak lagi patah hati kan??"


"pasangan aja gak punya , trus patah hati dari mana...? udah ah, gue balik ke ruangan gue.. oh ya setahu gue akan ada narasumber untuk program siaran baru ya...??"


"jangan mengalihkan pembicaraan..." balas Bagas


"patah hati bukan hanya kalau udah punya pasangan, tapi orang yang kita harapkan tapi memiliki yang lain itu juga golongan patah hati...". tambah Bagas


"ngacok....udah ah, gue balik..." balas Bayu sambil beranjak dan jawaban serta tingkat Bayu membuat Bagas semakin yakin ada yang terjadi dengan Bayu seperti tebakan sang Mama


"Bay.. gue tahu kita laki-laki itu akan di tertawai jika menangis, tapi jika memang kita harus menangis ya menangis lah sebatas untuk meluapkan apa yang kita rasakan..."


"nanti kalau gue butuh bahu untuk menangis gue cari Lo bang, saat ini gue belum butuh sandaran bahu Lo, hehehe, udah ah.. gue banyak kerjaan, gue baik-baik aja.."


"Bay...Bay....Lo ya selalu menyimpan luka sendiri..." lirih Bagas saat Bayu sudah keluar dari ruangan nya


🌺


Lanjut....??


boleh... tapi jangan lupa Tinggalkan jejak dukungan nya ya...


🌺🌺🌺


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Sebaik-baiknya Bacaan itu adalah - Al'Quran

__ADS_1


__ADS_2