IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Maukah kamu menjadi Istriku..?


__ADS_3

Sesuai pesan dari salah satu santri bahwa Bayu di minta untuk ke ruang kunjungan bada Ashar ini, Setelah melaksanakan sholat Ashar Bayu pun langsung menuju ruang kunjungan bersama Seto.


Dan saat mereka sudah sampai, disana sudah ada Nabilla yang sedang duduk di sofa yang ada di ruang kunjungan.


‘’ Assalamualaikum …’’ salam Bayu dan Seto


‘’ Waallaikumusallam ..’’ jawab Nabilla


‘’hmm.. Seto tunggu di depan aja ya…’’ ujar Seto , hanya Bayu lah yang masuk dengan pintu yang terbuka


‘’ada apa Na tiba-tiba manggil Mas kesini..?’’ tanya Bayu


‘’Maaf Mas, apa mas lagi sibuk…?’’


‘’gak, Alhamdulillah kerjaan hari ini sudah selesai, Kru juga sudah pada istirahat…’’


‘’Mas.. Na mau bahas mengenai pernyataan mas kemarin…’’ ujar Nabilla dengan tertunduk


‘’katakanlah.. Mas sudah siap apapun jawaban dari kamu..’’ balas Bayu


‘’Mas…Nabilla bukanlah wanita yang paham akan agama, apalagi wanita yang baik dan cantik akhlaknya…jika mas menilai Nabilla wanita yang baik , itu bukan karna Nabilla baik Mas, tapi itu karna Allah maha baik menutup segala aib Na…’’ ujar Nabilla


‘’Nabilla…Jika wanita mengatakan dia ingin mencari suami yang memahami agama, bukan berarti dia memerlukan lelaki tahfiz atau pondok ataupun ustad, tetapi dia mencari seseorang yang akan membimbingnya ke arah yang lebih baik dan hijrah bersama-sama, istiqomah bersama-sama di jalan Allah..’’


‘’begitu juga sebaliknya jika lelaki mengatakan dia mencari istri yang akan menjadi madrasah untuk anak-anaknya, bukan berarti dia mencari istri yang berasal dari madrasah ataupun ustazah, tetapi dia mencari istri yang bisa di bimbing, dan hijrah bersama-sama untuk mencari keridhoan Allah…’’ Balas Bayu


‘’ besok adalah hari terakhir mas meliput disini, tapi Nabilla belum berani kasih jawaban, karna Na belum cerita ke Ayah dan Bunda mengenai ini…’’ balas Nabilla


‘’soal itu? Kamu gak perlu Khawatir…’’ ujar Bayu


‘’Maksud Mas Bayu…?’’ tanya Nabilla, Bayu pun mengeluarkan benda pipihnya, lalu memulai panggilan video, Nabilla sedikit bingung tapi juga tidak berani bertanya siapa yang sedang Bayu hubungi


‘’ Assalamualaikum Om…’’ salam Bayu Saat panggilan Video nya sudah di jawab


‘’ Waallaikumusallam Bay…’’ Jawab seseorang yang Bayu panggil dengan panggilan Om itu, Nabilla mendengar suara itu membuat nya mengerutkan kening, karna suara itu tak asing di telinga nya, karna seseorang yang Bayu telfon itu adalah Ayah dari Nabilla


‘’Om.. semua udah kumpul..?’’

__ADS_1


‘’Sudah… sekitar dua jam lah udah pada sampai,,’’


‘’ya udah, ini ada yang mau bicara…’’ ujar Bayu lalu memberikan benda pipihnya ke Nabilla


‘’ambilah, ada yang mau bicara sama kamu Na…’’ ujar Bayu


Betapa kaget nya Nabilla saat melihat sosok yang ada di sebrang sana.


‘’Ayah… Assalamualaikum Yah…’’ salam Nabilla


‘’ Waallaikumusallam Na…’’


‘’kenapa kok diam..?’’ tanya sang Ayah yang melihat Nabilla malah terdiam


‘’Nabilla dengarkan ayah nak.... ayah mau cerita suatu hal yang belum ayah beritahukan sebelum nya…’’


‘’Apa itu yah…?’’


‘’begini sayang… sekitar tiga bulan lalu Bayu mendatangi ayah, menyampaikan niatan nya untuk kamu, jujur ayah bingung harus menjawab apa, dan ayah juga udah janji sama kamu sayang, ayah gak akan memberitahu keberadaan kamu ke siapapun, berarti itu termasuk kepada Bayu…’’


Mata Nabilla terbelalak kaget mendengar cerita sang Ayah.


Ada air mata yang berusaha Nabilla tahan..dia tak pernah menduga bahwa Bayu sudah mengutarakan niatnya terlebih dahulu kepada sang Ayah.


‘’Dan kamu tahu sayang? tadi malam Bayu juga nelfon Ayah dan menceritakan semua nya.. Ayah dan Bunda cukup-cukup kaget…’’


‘’Na…’’ kali ini suara sang Bunda yang terdengar, wajah teduh sang Bunda juga terlihat


‘’Bunda, Assalamualaikum Bun…’’


‘’ Waallaikumusallam…’’


‘’Nabilla, Ayah Bunda sudah tahu, dan kamu gak perlu berfikir macam-macam, kamu bisa memberikan jawaban kamu kok sayang…apapun jawaban kamu, Ayah dan Bunda akan merestui, meridhoi…’’


Nabilla melihat ke arah Bayu sekilas, Bayu nampak begitu tenang.


‘’Bude sama pakde juga disini loh.. ‘’ terdengar suara Mama Laras, betapa kagetnya Nabilla, orang tua nya dan orang tua Bayu sedang berkumpul

__ADS_1


‘’ Bude, Pakde di rumah Ayah….?" Tanya Nabilla walaupun sedikit kaget


‘’ya harus lah, acara lamaran nya agak lain sih, via VC.. tapi gak papa, biar berbeda dari yang lain…’’ Jawab Mama Laras


‘’rencana mau pakde buat siaran langsung, tapi Bayu gak setuju.. malu katanya kalau di tolak..hehehe’’ Ujar Papa Wijaya dan itu membuat Nabilla menyunggingkan senyum di balik cadar nya


‘’Tapi kalau di buat siaran langsung kayaknya gak bakal di tolak lah…’’ terdengar suara Bagas walau tak tampak wajah nya


Tiba-tiba pintu ruang kunjungan sudah berdiri Pak Kiai, Ummi, Ustad ALif dan Ustazah Maryam.


‘’Bismillahirrahmanirrahim …. Nabilla Khairunissa binti Teguh Syaputra dihadapan kedua orang tua kita , dihadapan Pak Kiai , aku Bayu Fajar wijaya bin Wijaya berniat mengkhitbahmu.. Maukah kamu menjadi Istriku..?’’ Bukan lagi pernyataan Cinta, Tapi Bayu meminta Nabilla untuk menjadi Istrinya


Nabilla terdiam, dilihat nya wajah sang Ayah dan Bunda yang tersenyum tenang sembari mengedipkan mata, memberi isyarat untuk Nabilla memberikan jawaban, Nabilla juga melihat ke arah pintu.


Nabilla terdiam sejenak..


‘’Doaku tadi malam…Ya Allah imanku masih lemah, hatiku mudah goyah maka hadiahkan aku imam yang baik imannya. Sikapku masih jauh dari kata sempurna maka karuniakanlah aku pendamping yang baik akhlaknya. Perkenalanku kepada-Mu masih kurang ilmu dan amalku masih sedikit maka anugrahkanlah aku pasangan yang baik agama nya…’’ujar Nabilla sembari menghadap ke arah Bayu, lalu memberikan benda pipih itu ke Seto


‘’ Bismillahirrahmanirrahim … dengan menyebut Nama Allah , aku terima Khitbahmu Mas .. Aku bersedia menjadi istrimu Mas…’’jawab Nabilla dengan air mata yang tak lagi dapat dia bendung, air mata nya jatuh membasahi cadar nya.


Bukan hanya Nabilla yang meneteskan air mata, Bayu pun ikut meneteskan air mata atas jawab yang Nabilla berikan.


‘’Alhamdulillah ….’’ Ujar Semua yang ada di luar ruang kunjungan dan juga keluarga besar Nabilla dan Bayu dengan kompak


‘’ Tidak ada pertemuan yang kebetulan, karna Allah tidak pernah main-main dalam menulis skenario untuk hamba nya…’’ujar Pak Kiai sembari mendekati mereka


‘’Allah pisahkan kalian karna Allah begitu mencinta kalian..’’ tambah Pak Kiai sembari menepuk-nepuk punggung Bayu


‘’Akan tiba saat nya air matamu jatuh bukan karna kesedihan, tapi karna Allah menjawab doa-doa dan usahamu Na.. Barakallah ya Na.. kakak ikut bahagia…’’ ujar Maryam sembari memeluk Nabilla


‘’ummi juga ikut bahagia…’’ Ujar Ummi sembari memeluk Nabilla bergantian


‘’jadi kapan nih, gak di tunda-tunda lagi kan..?’’ tanya Ustad Alif


‘’kalau bisa besok…hehehe..’’ suara seto yang terdengar


‘’sekarang juga boleh…’’ balas Pak Kiai

__ADS_1


Rona Bahagia tak nisa mereka sembunyikan.. Allah memang punya banyak cara dalam mempertemukan cinta, dan menyatukan nya dalam ikatan Halal.


__ADS_2