IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Garang di luar, lumer di dalam


__ADS_3

Enam bulan berlalu , Bayu nampak sedang asik berbincang dengan Fitri di ruang tunggu siaran.


"Jadi bener nih rencana mau buka praktek konsultasi di luar...?" tanya Bayu ke Fitri


"In Syaa Allah Pak, banyak yang ngirim saran, karna kalau pas siaran kan waktu terbatas... sedangkan di tempat praktek kita bisa lebih privasi, karna sebagai orang juga gak mau mengumbar masalah nya..." jawab Fitri


"tempat nya udah dapat...?" tanya Bayu lagi


"Alhamdulillah saya dapat tawaran kerja sama dengan salah satu dokter psikolog , jadi saya mengisi disana..." jawab Fitri


"Masyaallah....sukses lah pokok nya..."


"aamiin... jazaakallah untuk doa nya..."


Saat mereka sedang asik berbincang, Meilli tiba-tiba keluar dari ruangan siaran dan mempersilahkan Fitri untuk masuk.


"kalau begitu saya permisi untuk siaran pak..."


"silahkan, saya juga harus kembali ke ruangan..."


Bayu pun kembali ke ruangan nya, saat di dalam ruangan mata nya terfokus pada benda pipih nya.


Lagi-lagi Bayu mengecek chat yang Bayu kirim untuk Nabilla, tapi hasilnya masih sama hanya centang satu.


"kamu sebenarnya dimana sih Na...??" guman Bayu


"kenapa kamu benar-benar menutup akses komunikasi ke siapapun... sebenarnya ada apa Na..??"


Pertanyaan demi pertanyaan hanya bisa Bayu utarakan tanpa ada nya jawaban.


Tok..Tok..Tok...


"masuk..."


"permisi Pak, kita ada kedatangan tamu , beliau adalah influence yang akan mengisi salah satu acara kita..." ujar Lani sekretaris dari Bayu


"Seto dimana...??" tanya Bayu


"Pak Seto sedang mengecek lokasi syuting pak..."


"ya sudah persiapkan tamu nya untuk masuk..." titah Bayu


Seorang Wanita dengan perawakan yang perfeksionis dengan rambut sebahu, semua mata lelaki normal akan terpana melihatnya, tapi itu tidak berlaku untuk Bayu, Bayu hanya melihat sekilas lalu mempersilahkan nya duduk.


"Pak Bayu ini mbak Clarissa, dia adalah bintang tamu kita untuk satu pekan ini..."


"Senang bisa berkenalan bahkan bisa bertemu langsung dengan pak Bayu..." sapa Clarissa

__ADS_1


"saya pun begitu,. sebenarnya biasanya PA saya yang menangani ini, berhubung dia sedang ada yang di kerjakan jadi saya menggantikan nya..."


"wah berarti saya sangat beruntung ya..."


"Bu Clarissa sendiri sudah tahu kan pembahasan apa saja yang akan di samping nanti...??" tanya Bayu


"Sejauh ini sih masih sebatas pembahasan tips-tips sukses saja sih pak..."


"ikut saja arahan nya , untuk lebih detail nya nanti akan di sampaikan oleh PA saya.. Bu Clarissa bisa langsung tanda tangan perjanjian kerjasama sebagai bintang tamu..."


"dimana saya harus tanda tangan.." tanya Clarissa sembari sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Bayu yang sedari tadi lebih banyak menunduk


"Lani kontak kerjasama sudah kamu siapkan semua...??" tanya Bayu kepada Lani sang sekretaris


"sudah pak..." jawab Lani sembari menyerahkan map yang berisikan kontak kerjasama.


"tolong di bantu Bu Clarissa nya..." titah Bayu


Clarissa tersenyum penuh arti melihat cara Bayu berinteraksi dengan nya, baru kali ini ada pria dewasa yang seakan tidak tertarik kepada nya.


"Pak Bayu ini sepertinya sangat perfeksionis ya... bahkan cara kerjanya juga sangat profesional..." ujar Clarissa sembari menandatangani lembar demi lembar kontak kerjasama


"Bukankah kita sedang membahas pekerjaan, itu artinya kita harus profesional..." jawab Bayu


"berarti di luar jam kerja kita bisa Donk membahas yang lebih pribadi....?" tanya Clarissa sembari menutup map nya


"Mbak Clarissa, studio sudah siap dan menunggu mbak Clarissa untuk tag line..."


"gak bisa sebentar lagi ya??" tanya Clarissa


"gak bisa mbak, seluruh kru sudah menunggu..."


"ok.. baiklah,. semoga next time kita bisa ngobrol di luar jam kerja ya pak Bayu..."


Bayu hanya menjawab dengan senyuman .


Saat Clarissa sudah keluar dari ruangan, Bayu pun menghembuskan napas lega.


" huuft....hal yang paling aku hindari..." guman Bayu


🌺


Bayu dan Seto pun sudah berada di dalam mobil untuk menuju rumah


"lain kali kalau masalah klien yang model begitu bisa gak kamu tangani langsung To...."


"mas Bayu mah curah, kalau yang model begitu aja Seto yang harus nanganinya, alhasil mata Seto lah yang dosa nya banyak..."

__ADS_1


"gegara nih mata melihat yang tak seharusnya..." Tambah Seto


"hahaha..." bukan jawab, Bayu malah terbahak melihat komentar Seto


"oh ya To, udah dapat kabar belum tentang Nabilla...??" tanya Bayu


"Seto dengar dari ibu ,mbak Nabilla di tempat yang baru juga mengajar mas, tapi untuk detail nya Seto gak tahu.. udah enam bulan ini mbak Nabilla memang belum ada pulang, paling Pakde sama Bude yang ke tempat mbak Nabilla, tapi lokasi Seto juga gak tahu..." jawab Seto


"Mas kenapa begitu penasaran dengan keberadaan mbak Nabilla...??"


"gak tahu sih To, tapi seakan banyak pertanyaan yang ingin mas tanyakan... Mas udah beberapa kali chat juga, tapi gak ada balasan..."


"Mas suka ya sama mbak Nabilla...??"


"Suka...? entah lah..."


"kata pas ustadz yang mengisi kajian di acara dakwah kita pagi tadi.. jika kita merasa bimbang, ragu.. bawa sholat istikharah..."


"hmmm... nyangkut juga tuh dakwah ustadz Yusuf.. ???"


"dikit..hehehe..."


Mobil mereka pun memasuki teras rumah,. di susul juga dengan mobil Bagas.


"Baru pulang mas ..??" tanya Seto ke Bagas saat mereka sudah sama-sama keluar dari dalam mobil


"iya nih, beli pesanan bumil..." jawab Bagas sembari mengangkat paper bag pesanan sang istri, karena mereka telah di beri kepercayaan lagi untuk segera memiliki momongan yang ke dua


"wah bumil yang ngidam memang harus keturutan ya, kalau gak bisa ngences, tapi itu kata mbak Ningsih sih dulu pas lagi hamil..."


"kalian nanti juga bakal merasakan saat istri kalian lagi ngidam...." balas Bagas sambil meninggalkan Seto dan Bayu, beberapa hari ini dia memang disibukkan dengan ulah sang istri yang banyak mau nya.


"yang ikhlas , biar calon baby nya happy..." ledek Bayu


"hahaha..." Seto malah terkekeh


Mereka pun ikut masuk ke dalam rumah, dan begitu masuk kedalam rumah, ada pemandangan yang lebih membuat mereka ingin terbahak, karna melihat Bagas di omelin sang istri, karna pesanan gak sesuai dengan yang dia lihat di dalam foto


"lihat mas, mas Bagas yang tegas di kantor menciut di hadapan istri..." bisik Seto


"jangan ngejek, jangan-jangan istrimu nanti lebih galak dari kak Retno..."


"wes jangan lah... aku seleksi lah..."


"Yo lah .. udah lah, mas mau ke atas, udah gerah, biarkan mereka dengan dunia mereka .." balas Bayu sembari menuju anak tangga dan di susul oleh Seto.


"Garang di luar, lumer di dalam .." lirih Seto , kata-kata nya itu dia tujukan untuk Bagas

__ADS_1


__ADS_2