IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Suara yang tak Asing


__ADS_3

Waktu terasa begitu cepat berlalu, tapi tidak dengan Bayu…satu tahun sudah berlalu, banyak yang terjadi, ada yang datang dan juga ada yang pergi, ada yang berubah dan ada juga yang masih sama dengan sebelum nya.


Bayu dan Seto beserta beberapa Kru sedang bersiap untuk ke luar kota, mereka sedang ada projek baru.


‘’Udah siap semua dan gak ada yang ketinggalankan..? ingat kita jauh loh..’’ Ujar Bayu mengiatkan para Kru nya


‘’Sudah pak, sudah kami cek berkali-kali…’’


‘’Ok..sebelum kita berangkat seperti biasa kita berdoa dulu, semoga perjalan kita lancar dan pekerjaan kita juga tidak ada kendala apapun, berdoa di mulai..’’


Bayu, Seto dan para Kru pun mulia membaca doa sebagiaman yang sudah menjadi rutinitas semua nya.


Menempuh perjalan kurang lebih empat jam, Alhamdulillah semua berjalan lancar, mobil mereka pun sudah memasuki lokasi dimana mereka akan melakukan shuting untuk tiga hari kedepan, kedatangan mereka juga sudah di tunggu-tunggu


‘’Assalamualaikum…’’ salam Bayu


‘’ Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh... ini dengan nak Bayu kan yang sempat terlfonan kemarin..?’’


‘’Iya pak Kiai, saya Bayu…’’


‘’Alhamdulillah sampai juga, silahkan yuk masuk semua nya, di dalam sedang ada beberapa kegiatan..’’ ujar Pak Kiai sembari mempersilahkan Bayu dan team nya masuk ke lingkungan pesantren. Karna kali ini projek mereka mengangkat tema sekolah, mulai dari sekolah umum, dan kali ini pondok pesantren yang menjadi pilihan.


‘’Ada kegiatan apa aja ini pak Kiai….?’’ Tanya Seto


‘’Banyak,ada yang sedang kegiatan belajar mengajar di kelas, ada juga di belakang ekstra karate, ada juga para Tahfidz sedang muraja’ah, ada juga kajian-kajian ringan..’’ jawab Pak Kiai


‘’Kami sudah mulai bisa meliput pak Kiai..?’’ Tanya salah satu kru


‘’istirahat dulu, kan perjalanan lumayan jauh…’’ ujar Ustad Alif salah satu guru di ponpes ini sekaligus anak dari pak Kiai


‘’bisa gantian kok tadz…kalau di tunda nanti kami kelewatan moments…’’


‘’ya silahkan kalau gitu, Lif minta santri-santri kepercayaan kita untuk mengatar para kru..’’ titak pak Kiai


‘’Baik Bah…’’


‘’Nak Bayu mau duduk dulu atau mau keliling..?’’ Tanya Pak Kiai


‘’duduk dulu saja, minuman sudah di siapkan di pendopo'’ ujar Ustad Alif


Mau tak mau Bayu pun menurut, mereka pun menuju sebuah pendopo yang cukup asri, tak jauh dari pendopo itu ada masjid, samar-samar terdengar ada suara


‘’oh ya Pak Kiai, sedang ada kegiata apa itu di masjid…?’’ Tanya Bayu sembari duduk dibersila di karpet

__ADS_1


‘’oh itu, sedang ada kajian untuk santriwati…’’


Bayu , Seto, Pak Kiai, ustad Alif dan beberapa kru yang belum terjun ke lapangan pun menikmati secangkir teh dan camilan yang tersedia, sembari berbincang-bincang santai, yang pasti tak jauh mengenai ponpes ini.


‘’Ustazah, Wanita itu kenapa ya ribet dengan dosa, katanya wanita itu sangat mulia, tapi kenapa wanita paling banyak menjadi penghuni neraka..?’’ Tanya salah satu santriwati


Dua ustazah yang mendengar pertanyaan itu pun menyunggingkan senyuman…


‘’hmm..kali ini biar ustazah Nabilla ya yang menjawab…gimana ustazah..?’’


‘'In Syaa Allah siap..baik.. Bismillahirrahmanirrahim…’’


‘’hmmm…iya ya… kok wanita itu ribet banget ya kan…?’’


‘’ gak pakai jilbab , Dosa…’’


‘’Pakai jilbab gak nutup dada, Dosa…’’


Suara kajian itu cukup jelas terdengar oleh Bayu dan yang lain nya, jawaban yang ustazah itu berikan membuat Bayu tertarik untuk menyimaknya.


‘’Udah pakai syar’i eh…jilbabnya ada punuk unta, Dosa lagi deh…’’


‘’udah pakai jilbab, baju syar’i tapi parfumnya kebanyakan..Dosa …’’


‘’Apa-apa dosa ya kan…?’’


‘’tahu gak kenapa…?’’


‘’kenapa ustazah…?’’


‘’karna wanita itu istimewa dan berharga dibalik keribetan nya, itu adalah salah satu cara Allah untuk memuliakan kita para wanita, agar menjadi wanita penghuni surga..Allah mau wanita itu tidak di sepelekan, Allah mau wanita itu tidak sembarang di pandang oleh yang bukan mahram…’’


Entah kenapa ada rasa penasaran yang menghampiri Bayu, mendengar nada suara dari ustazah itu membuatnya merasa tak asing dengan suara itu.


"Suara Itu ...??" tanya Bayu dalam batinya


‘’Dulu pada jaman jahiliyah banyak wanita diperbudak, diperjualbelikan, dihina, dituduh pembawa sial…’’


‘’para wanita dahulu dijadikan budak nafsu…’’


‘’Derajat wanita dahulu sangat-sangat hina….’’


‘’tapi….ada seseorang yang mengangkat tinggi derajat wanita…hingga Surga berada di telapak kaki wanita…’’

__ADS_1


‘’ada yang tahu gak siapa beliau…??’’


‘’belum ustazah…’’ jawab mereka kompak


‘’Beliau adalah Baginda Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW…’’


‘’Beliau telah memperjuangkan derajat wanita yang dibersamai para sahabat Nabi…hingga bukan lagi keringat yang keluar, tapi sampai darah yang bercucuran…!!!’’


‘’tapi lihatlah wanita akhir zaman sekarang, seolah-olah tidah menghargai perjuangan Baginda Rasulullah, seolah-olah akan selamanya hidup di dunia, seolah-olah lupa akan hal bahwa Penduduk neraka dipenuhi oleh wanita…’’


‘’Nah sekarang pilihan ada di tangan kita, mau ribet di dunia apa ribet di akhirat… ?? apa kita mau perjuangan Baginda Rasulullah dan para sahabat berakhir sia-siap…?’’


‘’percaya gak, dulu ustazah juga sering lalai, pakai jilbab asal terpasang aja, yang penting nyagkut di kepala, malah kadang rambut nya masih terlihat…’’


‘’serius ustazah…?’’


‘’wah, kalau gitu boleh dong di bagi pengalaman nya ustazah Nabilla bisa memutuskan untuk hijrah..” ujar Maryam salah satu ustdzah yang juga ikut mengisi kajian


Jika di dalam masjid semua penuh rasa penasaran denga cerita ustazah Nabilla, berbeda di luar, lebih tepat nya di pendopo dimana Bayu berada.


DEG….


Jantung Bayu seakan terhenti seperdetik mendengar nama Nabilla di sebut begitu jelas terdengar oleh telinga nya,Bayu melihat ke arah Seto, Seto menggelengkan kepalanya, gak mungkin itu Nabilla yang mereka cari.


‘’Pak Kiai, kalau boleh tahu siapa yang mengisi kajian di masjid itu..?’’tanya Bayu


‘’yang tadi menjawab pertanyaan santri dia adalah Ustazah Nabilla, dulunya adalah seorang santri di Ponpes Al-Hikmah ini, merangkap menjadi guru juga, dan yang satu lagi yang meminta ustazah Nabilla menceritakan pengalamannya , itu adalah Ustazah Maryam, istri dari Ustad Alif..’’ jawab Pak Kiai


‘’kenapa Nak Bayu…?’’


‘’Nama nya seperti nama orang yang kami kenal pak Kiai, kakak sepupu saya..’’ kali ini Seto yang menjawab


‘’sekarang keberadaan nya dimana..?’’ Tanya Ustad Alif


‘’kami juga gak tahu Ustad, kebetulan kakak saya itu sedang memilih fokus dengan apa yang dia kerjakan sekarang..’’


‘’Nanti kalau selesai kajian biar saya perkenalkan… kebetulan Ustazah Nabilla ini memang sedang merantau untuk menimba ilmu…’’


‘’ tapi dengan kecakapan nya, dia juga mudah belajar, awalnya dia mengajar untuk anak-anak balita, TK.. kebetulan disini ada sekolah dari TK hingga Pesantren… kami percayakan dia menjadi guru, dengan berjalan nya waktu, Alhamdulillah dia mulai belajar dan juga mengisi kajian, biasa bersama Ustazah Maryam dan juga Ummi, istri saya..’’ Ujar Pak Kiai


‘’To, kajian di masjid nya udah ada yang meliput..?’’ Tanya Bayu ke Seto


‘’sudah ada, setiap kegiatan sudah ada kru yang meliput, sebagian pakai kamera Hp, kebetulan kita kekurangan kamera…’’ jawab Seto

__ADS_1


Hati dan pikira Bayu mulai tak karuan, rasa nya ia ingin berlari menuju masjid itu, untuk memastikan akan kebenaran apa yang ada dalam pikiran nya saat ini.


__ADS_2