IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Pernikahan adalah episode baru


__ADS_3

Malam ini tepatnya bada Isya, Bayu, Nabilla dan Seto sedang berada di kediaman Pak Kiai, kedua orang tua Nabilla dan Bayu sudah mewakilkan mengenai rencana pernikahan Bayu dan Nabilla kepada Pak kiai.


‘’jadi gimana rencana pernikahan kalian…?’’ tanya pak Kiai


‘’kalau untuk Bayu pribadi pengen nya saat pulang Nabilla sudah mejadi istri Bayu pak Kiai.. Tapi jika Nabilla masih mau mengabdi di sini Bayu juga gak akan melarang…’’ jawab Bayu


‘’panggil Abah aja Bay , kan abah lagi jadi wali dari orangtua kalian…’’ Ujar Pak Kiai


‘’oh ya baik Bah…’’jawab Bayu


‘’Nabilla.. kalau ummi boleh memberikan nasihat, alangkah baik nya pernikahan itu di segerakan, agar menjauhkan kita dari hal yang tidak di inginkan…’’ ujar Ummi


‘’Nabilla menurut saja Ummi bagaimana baik nya, jujur Nabilla masih ingin mengabdi di sini..tapi Nabilla juga takut nanti malah menimbulkan dosa walaupun itu tanpa di sengaja…’’


‘’Berdakwah itu banyak cara nya, menurut abah kamu masih bisa berdakwah di luar sana…masih bisa berbagi di tempat yang baru'’


‘’jika kalian setuju , bagaimana jika pernikahan kalian di langsungkan disini, kami semua siap membantu dalam persiapan nya.. ya kan Bah…?’’ ujar ustadz Alif memberi saran


‘’kalau abah sih setuju-setuju saja, kita tinggal hubungi orang tua kalian, tidak perlu bermewah-mewah, ya sekalipun abah tahu kalian mampu…’’


‘’Gimana Na..?’’ tanya Bayu ke Nabilla


‘’Nabilla manut aja Mas…’’ jawab Nabilla


‘’kalau boleh mas tahu apa mahar yang kamu mau Na..?’’ Tanya Bayu kali ini mengenai Mahar


‘’semampu mas Bayu saja…’’ jawab Nabilla


‘’kenapa? Tidak ada salahnya kamu memintanya Na…karna laki-laki akan mengusahakan nya meski itu berat baginya…’’


‘‘Nabilla ulangi lagi jawaban Na Mas… "Semampu mas Bayu saja.,,’’ bukankah sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholeha..?’’


‘’Maksud kamu gimana..?’’ Tanya Bayu bingung dengan jawaban Nabilla


‘’aku hanya ingin menjadi wanita sholeha maka aku ringankan segalanya, niatku menikah adalah ibadah, Allah saja memudahkan hamba-Nya untuk beribadah, masa iya aku memberatkan seorang hamba-Nya yang akan beribadah kepada-Nya..” Jawab Nabilla


‘’sebaik-baiknya wanita yang ringan mahar nya..’’ tambah Nabilla


‘’Masyaallah…’’ ujar semua bersamaan


"ya benar Bay, sebaik-baiknya wanita yang ringan mahar nya.. berikanlah yang sepatutnya, sepantasnya. tidak menyulitkan kamu dan juga tidak merendahkan dirinya..."

__ADS_1


Bayu mengangguk paham.


‘’baiklah kalau begitu, Abah putuskan lusa, tepatnya di hari jumat.. besok kita mulai mempersiapkan semua nya, dan malam ini juga kalian harus menyampaikan hal ini kepada keluarga kalian.. bagaimana..?'’ ujar Pak Kiai


‘’Baik Bah, Bayu akan sampaikan ini ke orang Tua kami…’’ jawab Bayu


🌺


Walau di satu tempat Bayu dan Nabilla sibuk dengan urusan masing-masing, Nabilla sibuk dengan Ustazah Maryam dan Ummi, sedangkan Bayu sibuk dengan Ustad Alif sembari mengontrol pekerjaan Kru-Kru nya.


‘’Gak nyangka ya, projek kita ini mempertemukan pak Bayu dengan Jodoh nya..’’ ujar salah satu Kru


‘’oh ya Mas kalau aku boleh kasih ide, acara pernikahan mas dan mbak Na kami liput ya..?’’ usul Seto


‘’setuju banget tuh sama ide pak Seto.. ya walaupun gak di siarkan secara live, tapi kita dokumentasikan, kita ikut tayangkan juga di episode baru kita di ponpes Al-Hikmah.. biar pada kaget…’’


‘’gak perlu lah..’’ jawab Bayu


‘’Mas, ini tuh moments, masa gak mau di abadikan sih..ini juga bukti loh.. agar gak ada gunjingan pas mas pulang tahu-tahu udah bawa istri aja…’’


‘’kalau saya mah lebih setuju di buat live…’’ ujar salah satu Kru


‘’aduh kalian ini, saya itu gak terkenal seperti artis, lagian siapa yang kenal saya, kan saya gak pernah ada di depan kamera..’’ balas bayu


‘’Papa malah lebih setuju live…’’ terdengar suara Papa Wijaya yang ternyata sudah sampai di ponpes Al-Hikmah


‘’Papa..? kapan sampai nya..?’’ tanya Bayu heran sembari menghampiri sang Papa lalu mencium takzim tangan sang Papa, di susul oleh Seto


‘’om kali ini kita satu suara..’’ bisik Seto


‘’tapi mas gak Bay…’’ balas bayu yang tahu apa yang dia bisikan ke sang Papa, karna bisikan nya cukup bisa di dengar dengan yang lain.


‘’kenapa..?’’ tanya sang Papa


‘’Pa kenalin ini ustad Alif, anak dari pak Kiai…’’ ujar Bayu mengalihkan pembicaraan


Papa Wijaya dan Ustad Alif pun saling berjabat tangan dan mengucapkan salam


‘’jangan mengalihkan pembicaraan ya Bay..’’ ujar Papa Wijaya setelah menyapa Ustad Alif


‘’Kalau mau di rekam silahkan, tayangkan seperlunya, tetap fokus pada agenda pondok, tapi kalau live bayu gak setuju..’’

__ADS_1


‘’ini kan juga liputan di pondok pak..."


"pokok no live..."


"tuh dengarkan semua nya, besok kita rekam.. jangan ada yang tertinggal…’’ ujar Seto tak mau jika bayi berubah pikiran


‘’seperlunya aja To…’’ Bayu mengingatkan


‘’iya seperlunya aja..ingat seperlunya..’’ balas Seto sembari memberi kode ke pada Kru dan Bayu hanya bisa geleng-geleng.


‘’oh ya Bay, keluarga Mas mu Arga sudah Papa kabarin juga, tapi karna mendadak jadi mereka mendoakan dari jauh saja, In Syaa Allah akan hadir di acara resepsi… saat ini Arga sedang dinas luar kota, dan tiga harian lagi baru kembali….’’


‘’Papa udah telfon Mas Arga..?’’ tanya Bayu


‘’sudah…emang kenapa..?’’


‘’ya gak apa Pa, Bayu malah sampai gak keinget ngabarin yang di sana…’’


‘’biasa mah kalau calon pengantin ada aja yang lupa atau terlewatkan. Apalagi ini mendadak.. yang penuh persiapan saja ada aja yang terlewatkan’’ ujar Ustad Alif


🌺


DI tempat yang berbeda Nabilla sedang memeluk sang Bunda, kaget bawa sang Bunda sudah sampai, ada bude sekaligus calon Mama mertua.. bahkan kerabat terdekat juga ada seperti keluarga Seto.


‘’Masyaallah..kamu makin cantik banget Na..’’ Puji Mama Laras


‘’Masih sama seperti dulu bude…’’


‘’eh..eh kok bude, Mama donk…’’


‘’hehehe… Mbak Laras udah gak sabar di panggil Mama…’’ goda tante Dina


‘’banget.. ingat mulai panggil Mama…’’


‘’hehehe..iya Ma…’’ balas Nabilla sedikit canggung


‘’Ya Allah.. inikah jawab atas ke ikhlas anak hamba.. Engkau ganti berlipat-lipat… hamba mohon jaga cinta mereka, hingga ke Jannah…aamiin…’’ doa Mama Laras di dalam hati dengan mata berbinar , tapi teryata air mata itu tak mampu untuk tidak menetes


‘’bude..eh Mama maksud nya, Mama kenapa kok nangis..?’’ tanya Nabilla


‘’ini air mata bahagia sayang…’’ jawab Mama Laras

__ADS_1


‘’Pernikahan adalah episode baru dalam hidup, maka jadikanlah pernikahan itu episode terbaik.. moments tak terlupakan dalam hidup, gaun ini adalah pilihan Mama , jujur Mama bingung karna gak tahu selera kamu seperti apa, semoga Nabilla suka ya..’’ ujar Mama Laras sembari memberikan sebuah kota yang berisikan gaun


‘’bukan gaun yang utama Ma, yang terpenting adalah proses perjalan nya sesuai dengan syariat nya, gaun ini Nabilla terima ya Ma, dan Nabilla yakin pilihan Mama terbaik dan Nabilla pasti suka..’’ balas Nabilla dengan senyum mengembang


__ADS_2