IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah berpamitan Bayu dan Nabilla beserta keluarga sudah berada di hotel dimana malam ini mereka akan menginap.


Bayu, Nabilla, Seto, Bagas beserta istri dan anak nya Adrian berada di lift yang sama.


‘’Kami udah siapin kamar special pokok nya…’’ ujar Seto dengan sedikit menggoda pasangan pengantin baru itu saat di dalam lift


‘’gak usah anek-anek deh…’’ Balas Bayu sembari melihat Seto dan Bagas penuh selidik, sedangkan Nabilla hanya geleng-geleng kecil melihat tingkah tiga lelaki itu


‘’gak ada yang aneh Bay… lo tenang aja.. abang dan adek sepupu lo ini paling paham lah..hehehe…’’ balas Bagas sembari memainkan alis nya


Ting…


Tiba-tiba lift berbunyi yang menandakan mereka telah sampai di lantai yang mereka tuju. Para lelaki pun langsung keluar tapi tidak dengan Nabilla dan Retno.


‘’Na..gak usah di ambil pusing ya tingkah Ayah nya Adrian dan suami kamu ini..’’ ujar Retno sembari mengelus pundak Nabilla


‘’ya Kak, memang harus di biasakan sepertinya…’’ balas Nabilla dengan sedikit tawa kecil


‘’udah sampai Bun, mau di lift aja..’’ ujar Bagas yang melihat Retno dan Nabilla masih di dalam lift, sedangkan empat lelaki itu (Bayu,Bagas,Seto dan Adrian) sudah keluar dari Lift


‘’ya gak lah… ini juga mau keluar..’’ jawab Retno ambil menggandeng Nabilla


‘’Bun, Nabilla biar Bayu yang menggandeng… ‘’


‘’Ayaaah..kayak gak tahu aja pengantin baru…’’


‘’gini ya beda nya pengantin lawas dan pengantin baru.. yang lawas maunya berdebat mulu, yang baru masih malu-malu…’’ ujar Seto


‘’om Seto, lawas itu apa sih..?’’ tanya Andrian


‘’udah-udah… Bayu dan Nabilla kalian pasti lelah, langsung istirahat aja ya.. dan kita juga langsung ke kamar ya yah… Adrian udah ngantuk tuh..’’ ajak Retno seakan dia tahu sang suami akan terus menggoda Bayu dan Nabilla


‘’drian gak ngantuk Bun, drian masih mau sama om Bayu , sama onty Na…’’


‘’sayang, om bayu dan onty Na harus istirahat, kan besok Adrian masih bisa main lagi…’’


‘’tapi kan…’’


‘’gajoan nya om Bayu harus nurut sama bunda.. sholat isya dulu, setelah itu tidur, kan besok kita harus balik ..’’ bujuk Bayu


‘’onty Na gimana..?’’ tanya Adrian


‘’onty Na ikut kok..’’ jawab Bayu


‘’bener onty..?’’ tanya Adrian memastikan ke Nabilla

__ADS_1


‘’iya, onty ikut…’’ jawab Nabilla


‘’yeee…ok..ok..Adrian ke kamar sekarang, kamar nya yang mana Yah..?’’ ujar Adrian penuh semangat


‘’jomblo ke kamar duluan ya..’’ ujar Seto tiba-tiba di tengah-tengah heboh nya Adrian karna tahu Nabilla akan ikut dengan nya besok


Bayu dan Nabilla pun menuju kamar yang sudah di siapkan untuk mereka, jantung mereka jangan di tanya bagaimana kondisinya, seandainya itu ciptaan manusia mungkin saja sudah tercecer entak kemana karna begitu kencangnya.


Nabilla berulang kali menghembuskan napas pelan, tangan Bayu meraih tangan Nabilla untuk di genggamnya. Saat sudah di depan pintu kamar , pintu pun Bayu buka dengan kartu aksesnya.


Dan benar saat pintu terbuka mata Bayu dan Nabilla di buat terbelalak.


‘’Astagfirullah.. ini kamar atau pasar malam...??" ujar Bayu sembari masuk ke dalam kamar


"niat nya baik sih, hanya sedikit berlebihan..." ujar Nabilla


Bagaimana mereka tidak terbelalak, kamar mereka di hiasi oleh lampu-lampu,


"ya udah biar mas beresin, Na ambil wudhu aja duluan...". ujar Bayu , Nabilla menjawab dengan anggukan


Saat Nabilla keluar dari kamar mandi, lampu-lampu yang menghiasi dinding pun sudah selesai Bayu singkirkan, tinggal hiasan di atas ranjang, dimana ada handuk dengan bentuk sepasang angsa dan juga ada kelopak bunga mawar berbentuk hati.


"udah selesai..?" tanya Bayu


"mas ambil wudhu dulu...".ujar Bayu dan Bayu pun menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Saat Bayu sudah keluar, di lihatnya Nabilla yang nampak sedang menyiapkan perlengkapan sholat untuk mereka.


Rasa canggung masih sangat terasa, tapi mereka tetap melaksanakan sholat berjamaah. selesai melaksanakan sholat Isya merekapun melaksanakan sholat sunah dua rakaat.


Selesai melaksanakan sholat sunah dua rakaat, Bayu pun membalikkan tubuhnya, kini dia duduk tepat berhadapan dengan Nabilla.


Bayu meletakkan telapak tangan kanan nya di atas ubun-ubun Nabilla, Bayu pun memanjatkan sebuah doa kepada yang Maha Kuasa.


Doa sebagai bentuk syukuran, doa memohon kebaikan atas pernikahan mereka.


Nabilla pasrah dengan apa yang Bayu lakukan, dia memejamkan matanya, mengaminkan doa-doa Bayu untuk dirinya dan juga untuk pernikahan mereka.


Selesai memanjatkan doa, Bayu pun mencium ubun-ubun Nabilla lalu perpindahan ke kening Nabilla, lagi dan lagi Nabilla hanya terdiam sembari memejamkan mata nya.


Saat Bayu melepaskan ciuman di kening Nabilla, Nabilla pun mencium punggung tangan Bayu, lalu beralih mencium telapak tangan Bayu, ada doa yang tersemat di saat mencium tangan Bayu.


"udah malam istirahat lah...pasti lelah karena dari kemarin kita disibukkan dengan persiapan pernikahan kita.."


Nabilla bingung ingin menjawab apa sembari tertunduk.

__ADS_1


"kenapa...??" tanya Bayu sembari mengangkat dagu Nabilla agar dia bisa menatap wajah sang istri tercinta.


"kalau masih canggung tidur satu ranjang mas bisa kok tidur di sofa..."


"gak mas.. bukan..bukan itu..." jawab Nabilla dengan cepat


"terus kenapa...?"


"hmmm..."


"soal omongan Bang Bagas dan Seto..." tebak Bayu


" mengenai malam pertama..." Tambah Bayu tanpa beban dan itu membuat pipi Nabilla merah merona seketika


Melihat ekspresi Nabilla malam membuat Bayu terkekeh.


"kok malah ketawa sih mas.. ada yang lucu ya...??"


"pernah baca kisah cinta Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali gak...??" tanya Bayu


"pernah, bagaimana Na bisa terlewat membacanya, kisah cinta mereka salah satu kisah cinta yang begitu menggetarkan hati.. cinta dalam diam..." jawab Nabilla


"apa yang mereka lakukan di malam pertama mereka..??"


"Malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan.." jawab Nabilla


"Dimana Sayyidah Fatimah meminta maaf kepada Sayyidina Ali..." lanjut Nabilla


“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”


"Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya"


"lalu Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.” tambah Nabilla sembari menatap lekat mata Bayu


Bayu pun mengukir senyuman..


"apakah yang Sayyidah Fatimah rasakan pernah di rasakan oleh istri mas ini..?" tanya Bayu dengan sedikit menggoda Nabilla dengan mencolek hidup Nabilla


Lagi-lagi pipi Nabilla pun kembali merah merona dengan pertanyaan Bayu.


Nabilla tak bisa berbohong, jika dia memang pernah merasakan hal yang sama. salah satu alasan Nabilla menjauh pun karna tak mau rasa itu malah menghancurkannya.


Allah maha Baik... Allah menjaga Cinta itu, Allah menyatukan cinta itu dalam ikatan halal.


Hal serupa pun terjadi kepada mereka, malam pertama dimana mereka saling mengungkapkan rasa cinta dengan cara yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2