
Beberapa hari berlalu, dan besok adalah hari terakhir Nabilla di kota S, karna lusa dia harus kembali, bagaimanapun dia juga memiliki tanggung jawab di sekolah nya.
‘’siapapun yang mendapatkan istri seperti Nabilla pasti begitu bahagia.. dia pintar, baik, pandai masak lagi…’’ Puji Mama Laras
‘’sayangnya masih jomblo mbak sampai sekarang…’’ jawab Bunda Ayu
‘’In Syaa Allah segera, ya kan Na…?’’ tanya Mama Laras kali ini kepada Nabilla yang sedang mengaduk Kopi
‘’belum lah Bude…’’ jawab Nabilla
‘’aminkan aja dulu, kan kita gak tahu jalan cerita kita akan Allah bawa kemana..’’
‘’kenapa gak sama Bayu aja Na..?’’ kali ini Retno yang bertanya, dan itu membuat Nabilla mengedip-ngedipkan mata nya tanda dia grogi.
‘’Na mau ngantar kopi dulu ya, Mas Bagas, Mas Bayu dan Seto lagi ada kerjaan di ruangan Pakde…’’ ujar Nabilla mengalihkan pembicaraan
‘’hmm… lihat tuh Ma, ada yang grogi..’’ lirih Retno
‘’kamu gimana Yu..?’’ tanya Mama Laras ke arah Bunda Ayu saat Nabilla mulai jauh
‘’aku sih terserah anak-anak, ya biarkan lah mereka berproses, kalau memang jodoh…’’
‘’jodoh..kalau gak jodoh kita jodohkan aja..biar jadi jodoh..hehehe’’ balas Retno
Di ruangan kerja Papa Wijaya
‘’Gimana hubungan kamu sama Fitri ,gue lihat makin akrab, di kantor juga banyak tuh gosip-gosip Lo sama Fitri, Bay…?’’ tanya Bagas
‘’gak gimana-gimana..’’jawab Bayu
‘’cewek gimana sih Bay yang lo cari…? Belum bisa move on..?’’ tanya Bagas lagi
‘’udah deh, fokus tuh sama kerjaan…’’
‘’Bay, lo itu udah waktu nya nikah, ada yang ngurus, Fitri itu baik,pinter, sholeha.. dia calon istri dan ibu yang menurut gue sangat kompeten… bukankan ibu ada madrasah pertama untuk anak nya, dan fitri itu tepat banget… apa lagi coba yang lo tunggu..??’’
‘’bang udah deh…’’
‘’tapi bener kan penilaian gue barusan…’’
‘’yaaa..gue akui, dia sangat bijak, dari segi agama dia mendukung, dari segi pendidikan, dari segi latar belakang, semua mendukung…’’
‘’dari segi rupa juga kan, jujur deh… minus mata lo kalau bilang dia gak cantik…’’
‘’hmm…cantiiiik…’’
__ADS_1
‘’nah terus lo nunggu apa…? Keburu di tikung nanti lo sama Seto…’’
‘’wah..wah,,wah..kok Seto ya yang di bawa-bawa….’’
Tanpa mereka bertiga sadari obrolan mereka teryata di dengar oleh Nabilla, dan itu cukup membuat Nabilla teriris, tapi Nabilla bisa apa? Marah? Apa hak dia untuk marah..?
Nabilla menarik napas lalu membuang nya perlahan, berusaha bersikap biasa saja, di ketuknya pintu sekalipun dalam posisi terbuka
Tok..Tok..Tok
‘’eh Na, masuk Na…’’ ujar Bagas
‘’ini Na mau ngantar Kopi dan camilan Mas…’’ Ujar Nabilla
‘’tahu aja Na..makasih..makasih…’’ balas Bagas
‘’ya sudah Na mau ke bawah lagi…’’ pamit Nabilla
Entah kenapa ada yang terasa mengganjal di hati Nabilla, tapi dia juga tidak mungkin mengutarakan nya, ditambah Nabilla cukup kenal dengan sosok yang mereka bicarakan barusan, membuat seorang Nabilla menjadi merasa kerdil.
Siapalah Nabilla di bandingkan dengan Fitri, Nabilla hanyalah seorang guru TK di sebuah pedesaan, ilmu agama juga masih di bawah rata-rata, bahan dia mengenakan jilbab selayak nya wanita muslimah pun setelah bertemu dengan Bayu, dia merasa sangat-sangat kecil, itulah yang ada di pikirannya saat ini.
Dia pun bingung naga bisa dia menaruh rasa kepada Bayu.
‘’Kenapa gak gabung sama yang lain..?’’ tanya Bayu tiba-tiba yang sudah berada di belakang Nabilla
‘’eh Mas Bayu, gak apa, pengen menikmati malam aja…’’ jawab Nabilla sembari menggeser posisi duduk nya agar Bayu bisa duduk juga
‘’ada yang kangen suasana nya desa nih kayak nya…’’ Balas Bayu sembari duduk di samping Nabilla tapi masih berjarak
‘’kayak nya…kalau di desa pasti udah ramai anak-anak main di halaman..’’ balas Nabilla
‘’kata Bulek besok pulang, Bukanya Lusa ya..?’’ tanya Bayu , karna tadi sempat mendengar kalau Nabilla memutuskan untuk pulang lebih cepat
‘’iya Mas , ada kerjaan…’’
‘’padahalkan ada toko buku yang belum kita kunjungi..’’
‘’lain waktu aja Mas, In Syaa Allah…’’
‘’Mas , Nabilla boleh tanya sesuatu gak..?’’
‘’apa..?’’
‘’seperti apa sih islam dalam menentukan pasangan hidup, seorang pria memilih calon istri..?’’
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu membuat kening Bayu mengkerut
‘’maaf Mas, pertanyaan Na aneh ya…?’’
‘’gak aneh kok, Cuma heran aja.. tapi Mas akan coba jawab seperti yang Mas tahu..’’
‘’Dari Abi Hurairah, ia berkata, Nabi Muhammad bersabda : Perempuan dinikahi karena empat , yaitu Harta, kemuliaan nasab, kecantikan dan agamanya. Pilihlah wanita yang taat kepada agamanya, maka kamu akan berbahagia (beruntung) ‘’ HR Al-Bukhari 717
‘’lalu bagaimana jika wanita itu ilmu agamanya masih sangat minim…?’’
‘’Na..minim atau tidaknya ilmu seseorang itu kita tidak bisa menentukannya… tapi ilmu dapat merubah manusia menjadi makhluk yang taat, menjadi muslim yang lebih baik, yang Allah cintai…’’
‘’Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa jika Allah SWT menginginkan kebaikan untuk seseorang , Dia memberikan pemahaman pemahaman lebih , Kita wajib untuk terus belajar dan juga berdoa, agar Ilmu yang kita dapat itu mejadi Ilmu yang bermanfaat.."
‘’jangan pernah berhenti mencari Ilmu…menggali pengetahuan juga merupakan suatu Ibadah… ‘’
‘’ada apa nih tiba-tiba tanya hal seperti ini..?’’ tanya Bayu
‘’gak apa-apa sih mas, Na pengen aja belajar lagi, Na merasa masih jauh dari Allah.. bukankan di suatu negara jika wanitanya rusak maka rusaklah negara tersebut , namun jika wanitanya baik maka baik pula negaranya…’’ jawab Nabilla
‘’di dalam keluarga wanta juga sangat berperan penting, Ibu adalah madrasah awal untuk anak-anak nya, bagaimana ibu itu bisa menjadi madrasah jika dia tidak memiliki ilmu nya..’’ tambah Nabilla
‘’iya betul banget, kita memang harus terus belajar, terutama tentang Agama…’’ balas Bayu
‘’Jika laki-laki tidak belajar Agama, lalu dengan apa dia akan mengajarkan istrinya kelak? Terlebih lelaki akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak, baik untuk ibunya, istri dan anaknya serta saudara perempuannya..’’ tambah Bayu
‘’Jika sang Istri tidak belajar Agama, lalu dengan apa ia akan mengajarkan anaknya kelak? Bukankah seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak?’’
‘’Jika seorang anak tidak belajar Agama, lalu bagaimana sang anak akan mendokan kedua orang tua nya kelak..? Bukankan doa anak sholeh dapat menghalau neraka bagi kedua orang tua nya kelak..?’’
‘’belajar agama bukan hanya tentang akademik atau pelajaran di sekolah, tetapi juga tentang memperkokoh akidah, ibadah yang benar, dan akhlak yang baik…’’
Nabilla mencerna kata demi kata yang Bayu ucapkan.
‘’semoga Allah menjaga kita semua nya dan mejadikan kita sebagai manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWt…Aamiin…’’
‘’Aamiin.. makasih ya mas…’’
‘’ya udah, udah malam, masuk lah..walaupun dingin nya disini tak sedingin di sana, tetap saja angin malam gak baik untuk kesehatan..’’
Nabilla menganggukkan kepala nya, lalu beranjak meninggalkan Bayu yang masih tetap duduk di posisi nya saat ini.
Nabilla membalikan tubuh nya, di tatap nya punggung Bayu..nampak Bayu yang sedang melihat langit berbintang…
‘’Makasih Mas.. aku akan belajar lagi, jika memang Allah menjodohkan kita, semoga kelak jika waktu itu tiba aku telah siap..mejadi madrasah itu.. namun jika kita tidak berjodoh, Aku yakin Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untuk kita..” Batin Nabilla lalu kembali melangkah kaki nya
__ADS_1