IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Senyum di balik Luka


__ADS_3

Datang dengan Harapan, pulang dengan Luka.


Di tatap nya warna merah di langit , menandakan matahari akan terbenam, seperti harapan yang juga terbenam.


Bedanya Jika Harapan Bayu sudah tak akan kembali, berbeda dengan matahari, esok dia akan kembali, kembali menyinari bumi ini.


Kota ini adalah kota yang penuh kenangan, saat yang Papa merintis bisnis di kota ini, dia memilih untuk ikut, dan disini lah dia di pertemuan dengan Khanaya.


Sejak pertama kali dia melihat Khanaya, hati nya sudah terpaut, sekalipun dia juga pernah kecewa, tapi hati nya tak teralihkan.


Tapi siapa yang tahu, Allah berencana lain.


"Aku pulang Nay... pulang dengan membawa kenangan.. ku doakan selalu kebahagiaanmu..."


Malam ini juga Bayu memutuskan untuk kembali, terlalu banyak kenangan di kota ini, entah kapan lagi dia akan datang, jika saat dia datang kembali semoga luka hati nya telah terobati.


Koper kecil pun di tarik nya menuju resepsionis untuk memberikan info bahwa dia telah cek out.


"loh pak bukan lusa ya jadwal cek out nya?" tanya sang resepsionis


"Pekerjaan saya sudah selesai.." jawab Bayu singkat


Selesai urusan dengan resepsionis, Bayu pun menuju di mana mobil nya sudah terparkir tepat di depan pintu hotel.


Kopernya dia masukkan ke bagasi, dan saat akan masuk ke dalam mobil ada yang menepuk pundak Bayu dari belakang.


"Mas Arga .." ujar Bayu kaget saat menoleh


"udah mau cek out..??" tanya Arga


"iya mas, pekerjaan Bayu juga udah selesai.." jawab Bayu dengan senyum mengembang


Senyum yang menandakan Luka nya sangatlah dalam.


"boleh ngobrol sebentar...?"


"ya boleh lah mas, mau dimana?" Bayu tetap berusaha santai


"kita cari cafe aja di luar.."


"ok, aku ikuti mobil mas, mas yang nentuin tempat nya.."


Bayu dan Arga pun masuk ke dalam mobil nya masing-masing.


Saat ini mereka pun sudah sampai di sebuah cafe pilihan Arga.


"kita duduk di sana aja ya..." ajak Arga dan Bayu menjawab dengan anggukan kepala.


Sebelum nya mereka sudah memesan menu terlebih dahulu.


"kenapa gak kerumah mas dulu..?? Mama dan Papa pasti senang"


"In Syaa Allah ain waktu Bayu akan mampir..."


"apa karna Naya??" Bukan Arga tidak berperasaan menanyakan semua ini, tapi di hanya tidak ingin hubungan nya dengan Bayu menjadi renggang.

__ADS_1


"Bohong kalau aku bilang bukan karna Naya.. tapi dari awal tujuan aku ke sini adalah soal proyek, dan Alhamdulillah semua juga udah selesai mas.. "


"Dan soal Naya, aku sudah mempersiapkan semua nya, ini bukan yang pertama kali mas.. dari dulu Naya juga udah tahu perasaan Bayu ke dia, tapi perasaan tidak bisa kita paksakan.."


"setidaknya dia bersama laki-laki yang baik pasti nya, itu udah buat Bayu tenang mas.." tambah Bayu


"Maaf Bay, mas bener-bener gak tahu, mas juga gak tahu sejak kapan rasa itu, tapi tiba-tiba mas punya keberanian untuk mengutarakan niat mas ke Ayah.."


"mas,.Bayu pernah dengar, Bertemu belum tentu jodoh, tapi jika jodoh pasti bertemu"


"memang Bayu yang pertama kali mengenal Naya,. Bayu yang lebih lama mencintai Naya , tapi skenario Allah itu pasti lebih baik..."


Arga menepuk pundak Bayu..


"mas gak perlu khawatir, pokoknya mas fokus sama Naya, aku yakin dia bahagia bersama mas .. dia pernah terluka, dan aku ikut bahagia luka nya telah berhasil mas sembuhkan"


🌺


waktu menunjukkan hampir jam 1 malam Bayu sampai di rumah.


"Lo gila ya kayak gak ada waktu aja pulang jam segini...".omel Bagas saat pintu rumah sudah terbuka dan Bayu masuk begitu saja setelah mengucapkan salam.


"Ngomel nya besok aja ya, gue ngantuk...oh ya Lo gak bilang ke Mama kan bang?"


"ya gak lah, bisa khawatir Mama..."


"gue naik duluan..." ujar Bayu sambil berjalan menuju tangga


Sesampainya di dalam kamar, Bayu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.


"Gas, Mama lihat mobil Bayu,. apa dia udah pulang..??" tanya Mama heran


"udah Ma, hampir jam 1 malam" jujur Bagas


"Astagfirullah,.kenapa harus pulang sampai selarut itu..??" tanya Mama cukup kaget


"gak tahu Ma, mama langsung tanya ke Bayu aja, Paling juga dia masih molor Ma..."


"Nenek, biar Adrian aja ya yang ke kamar om Bayu..." pinta Adrian ke sang Nenek


"Adrian kan mau sekolah jadi lanjutkan aja ya sarapan nya, biar Nenek yang ke kamar om Bayu..."


"ya udah deh... nanti kalau om Bayu gak bangun-bangun panggil Adrian ya nek...sebut nama Adrian tiga kali"


"siap...." balas sang Nenek sembari memberi tanda hormat


sang Mama sudah berada di depan pintu kamar Bayu, ada rasa Khawatir, jika bukan karna sesuai yang urgent gak mungkin Bayu sampai mau menempuh perjalanan malam, sendirian lagi.


"Bay.. udah bangun..." panggil Mama sambil mengetuk pintu


Tak ada jawaban


"Bay, kamu masih tidur ya...??"


Masih tak ada jawaban, Mama pun memutar kenop pintu dan ternyata tidak Bayu kunci, dan nampak lah Bayu yang tertidur lelap di atas sajadahnya.

__ADS_1


"Masyaallah, saking lelahnya..." lirih Mama, melihat sang putra Begitu lelap membuat Mama pun enggan untuk membangunkan Bayu, Mama pun memutuskan untuk keluar dari kamar Bayu.


Dan saat Mama keluar dari kamar, sudah ada Adrian di depan pintu.


"tuh kan Om Bayu belum bangun..." oceh nya


"biar aja ya, om Bayu seperti nya kelelahan, nanti biar Nenek aja yang bangunkan, Adrian berangkat sekolah aja ya sayang..."


"tapi kan om Bayu gak pernah bangun siang nek.."


"iya maka dari ini cucu Nenek yang pinter, om Bayu kan tadi malam bawa mobil, jadi ngantuk.."


"hmm....ya udah deh,.Adrian ke sekolah dulu aja..." balas nya sambil meraih tangan sang nenek untuk dia cium


Mama pun kembali menutup pintu kamar Bayu, entah kenapa ada yang membuat Mama merasa tidak tenang.


Tapi untuk bertanya ini bukanlah waktu yang tepat.


"Gimana Ma..??" tanya Papa saat melihat Mama dan Adrian yang sudah di bawah


"masih tidur Pa, sepertinya melelahkan.." jawab Mama sambil duduk di samping Papa


"Gas..tadi malam pas kamu bukakan pintu ada yang aneh gak sama Bayu..??"


"gak terlalu merhatiin sih Ma, ya menurut Bagas ekspresi biasa orang kelelahan.."


"Mama merasa terjadi sesuatu, kalau gak karna urusan urgent masa iya Bayu sampai menempuh perjalanan malam Pa..."


"kita tanya nanti kalau dia udah bangun aja Ma..." balas Papa


"Ya udah Bagas mau ke kantor sekalian mau antar Adrian ke sekolah ya Pa, Ma..." pamit Bagas


"Retno gak ikut sekalian..??" tanya Mama ke sang menantu


"Retno nanti nyusul aja Ma, masih mau ke pasar dulu sama Bik Siti..nanti pulang dari pasar langsung jemput Adrian" jawab Retno


Adrian pun langsung berpamitan dengan sang Bunda, Kakek dan juga Nenek nya..


"tapi tadi di atas udah salim kan..??" tanya sang Nenek


"hmmm... biar banyak pahalanya.." jawab Adrian dengan polosnya


Para orang tua pun terkekeh


🌺


Lanjut....??


boleh... tapi jangan lupa Tinggalkan jejak dukungan nya ya...


🌺🌺🌺


Info UP bisa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Sebaik-baiknya Bacaan itu adalah - Al'Quran

__ADS_1


__ADS_2