IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Sandaran ternyaman


__ADS_3

Nabilla nampak asik menikmati malam di balkon dengan memainkan benda pipih nya.


Bahkan sesekali Nabilla nampak senyum-senyum sendiri.


"Asik banget kayak nya..." ujar Bayu sembari mengambil posisi duduk tepat di samping sang Istri


"ini Na lagi chat sama kak Maryam mas..."


"gimana kabar keluarga di ponpes...?"


"kak Maryam barusan ngabarin kalau lagi ngidam..."


"Masyaallah, tabarakallah..."


"oh ya mas dapat salam dari ustad Alif..."


" Waalaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh.. sampaikan salam mas juga buat keluarga di ponpes..."


Tiba-tiba Bayu memijat pelipisnya , dan itu membuat Nabilla meletakkan benda pipih nya .


"Mas.. kenapa...??" tanya Nabilla khawatir


"gak papa, agak pusing aja dikit..." jawab Bayu


Mendengar jawaban Bayu membuat Nabilla beranjak dari posisi duduk nya, lalu masuk ke kemar, Nabilla mendekat ke arah sofa lalu meraih bantal sofa .


Bayu hanya bisa mengerutkan kening dengan apa yang Nabilla lakukan.


Nabilla kembali duduk ke posisi awal, diletakkan bantal sofa di lantai.


"Mas duduk nya pindah dulu ya... di sini..." pinta Nabilla sembari menunjuk ke arah banyak sofa


Bayu tak menjawab, dia hanya langsung saja melakukan apa yang Nabilla minta, duduk di bantal sofa.


"Maaf ya Mas, Na izin pegang kepala Mas..."


Bayu menjawab dengan anggukan


Nabilla pun memijat kepala sang Suami.


Bayu yang mendapatkan pijatan di kepalanya pun memejamkan mata nya, merasakan nikmatnya di pijat oleh sang istri.


Beberapa menit berlalu


"gimana masih pusing...??" tanya Nabilla


Bayu mendongakkan kepala nya, di tatapan mata sang istri, lalu di baringkan kepalanya di paha sang istri.

__ADS_1


"gini ya kalau punya istri...ada tempat sandaran yang nyaman banget.. rasanya gak mau beranjak..." ujar Bayu


"Mas di tanya apa jawabnya apa... enggak nyambung..." balas Nabilla sembari memainkan rambut Sang Suami


"tapi beneran, nyaman banget tidur di pangkuan Istri..."


"oh ya sayang, tadi siang ngobrolin apa sama Bunda..??" tanya Bayu


"jawab apa ya? kalau jujur takut nanti buat mas Bayu tersinggung, apalagi Na juga baru di rumah ini..." Batin Nabilla


"Sayang... di tanya juga..."


"Bunda sekedar memberikan masukan aja mas..."


"masukkan apa? mengenai resepsi..??"


"hmm..."


Bayu bangkit dari posisi nya, lalu duduk bersila di berhadapan dengan sang istri .


"kenapa...?? gak ada yang di sembunyikan ...??" Bayu bukan tidak tahu, tapi Bayu ingin sang istri terbuka dengan nya


"huuft..." Nabilla membuang napas panjang


Nabilla pun menceritakan apa yang dia bahas dengan sang Bunda siang tadi.


"Mas kok diem, Mas jangan tersinggung ya, Bunda gak ada maksudnya jelek kok, atau suudzon dengan Kak Retno atau mas Bagas .."


Bayu malah menangkup Wajah sang istri.


"Mas minta maaf ya kalau mas gak peka.."


Nabilla meraih tangan kanan Bayu yang berada di pipinya, lalu di cium nya .


"Na akan ikut kemanapun langkah suami Na..."


"Sabar dulu ya, untuk sementara kita memang harus tinggal disini dulu.. tapi kalau semua udah selesai In Syaa Allah kita akan tinggal di rumah kita sendiri..."


"maksudnya...??"


"ingat gak , Mama pernah bilang nanti kalau di rumah kita sendiri, kita bisa bebas milih furniture yang kita suka ..??"


"iya Na masih ingat..."


"Rumah kecil kita sedang dalam proses, mas udah siapkan itu sejak lama, tapi mas memang belum sempat bahas ini, baru Papa dan Mama yang tahu..."


Kini posisi duduk mereka telah berubah, Nabilla kini duduk bersandar di pundak sang suami.

__ADS_1


"Mas tahu istri mas ini pasti merasa gak leluasa kan...??"


"Na udah biasa kok mas, Waktu di pondok juga buka cadar waktu di kamar dan ruang sholat santriwati.."..


"atau kita ngontrak dulu gimana...??" usul Bayu


"Na gak mau nanti Mama mikirnya Na gak mau tinggal bareng.. gimana??"


"kapan ada waktu luang nanti mas akan coba diskusikan sama Mama.." jawab Bayu sembari mencium kening sang istri sekilas.


🌷


Pagi ini Nabilla agak telat turun ke dapur, karna Bayu minta di bantu siapkan beberapa berkas untuk di bawa meeting pagi ini.


"Kak.. maaf ya Na telah, tadi lagi bantu mas Bayu..." ujar Nabilla saat sudah berada di dapur


"pengantin Baru bisa kok Na, semua juga paham kok..."


"Tapi Na memang benar-benar lagi bantu mas Bayu.. ada meeting pagi-pagi..."


"kakak juga beneran kok Na, lagian udah biasa juga berdua dengan Simbok kalau pas Mama gak bisa. ya kan mbok..."


" gak apa Non... kan besok juga bisa gantian.. kalau menurut simbok sih kalau bisa di kerjakan bareng-bareng pasti akan lebih cepat... tapi kan kadang kita juga ada hak yang harus di dahulukan. " balas simbol sembari mengelus pundak Nabilla


Apa yang terjadi di dapur tanpa mereka sadari di saksikan oleh Bayu.


Nabilla memiliki menatap makanan di meja makan.


Dan saat semua sudah selesai Nabilla pun kembali ke kamarnya.


"udah selesai buat sarapannya...?" tanya Bayu saat Nabilla sudah berada di kamar


"Udah Mas, mas mau turun...??"


"bareng ya, istri mas yang cantik ini siap-siap dulu, ikut mas ke kantor ya .."


"ikut lagi?? kan mas mau meeting...??"


"udah ikut aja, biar lebih akrab aja sama kantor... "


"ya udah Na ganti baju dulu..."


"perlu di bantu...??" goda Bayu


"Maass...."


"hehehe... bercanda sayang..."

__ADS_1


Nabilla pun menuju kemari lalu mengambil pakaian yang akan dia kenakan .


__ADS_2