
Bayu dan Nabilla sudah kembali ke rumah, Nabilla tampak sedang membantu membereskan meja makan, Orang tua Nabilla sudah kembali ke kota T untuk mempersiapkan resepsi Bayu dan Nabilla.
"biar Simbok dan mbak Rini aja non..." ujar Simbok
"gak apa mbok.. kalau di kerjakan bareng-bareng kan cepat selesai.."
"Non Nabilla pasti udah lelah seharian nemenin Mas Bayu di kantor..." ujar Mbak Rini
"makan tidur aja lelah mbak.. udah santai aja mbak, Na malah senang kalau bisa ikut bantu-bantu.." balas Nabilla sembari membawa piring kotor ke dapur
Nabilla, Simbok dan Mbak Rini nampak sedang beberes di dapur, sedangkan yang lain sedang berkumpul di ruang keluarga, kecuali Retno, karna sedang menidurkan Adrian di kamar.
"kalian mau ngontrak rumah..??" tanya Mama Laras kaget , karna tadi Bayu sempat membahas mengenai kontrak rumah
"kenapa harus ngontrak? kan rumah kalian juga sedang dalam pembangunan.. apa Nabilla gak betah...??" kali ini Papa Wijaya yang bertanya
"ini rencana Bayu sendiri Pa..." Jawab Bayu
"jelaskan apa alasannya,.kalian juga baru menikah kan...Mama juga masih ingin mengenal Nabilla lebih dekat..."
Bayu bingung harus menjawab apa, mana mungkin dia bilang mengenai sikap kakak ipar nya.
Awalnya pilih untuk kontrak rumah itu masih sebagai opsi saja, tapi melihat kejadian tadi pagi Bayu merasa kontrak rumah adalah pilihan yang tepat saat ini.
Dan Bayu juga gak mungkin bilang agar Nabilla bisa lebih leluasa, bagaimana pun Bagas bukanlah Mahram sang istri.
"Na, Nabilla...." panggil Mama Laras
"iya Ma.. " jawab Nabilla dari dapur
"sini dulu sayang... biarkan mbak aja yang nyuci piring..."
Nabilla pun mencuci tangan nya dan meminta mbak Rini untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Mbak tolong di lanjutkan ya, Mama manggil Na..."
"iya Non kesana aja, biar mbak yang lanjutkan..." balas mbak Rini
Saat Nabilla telah berada di ruang keluarga, Mama Laras meminta Nabilla duduk tepat di samping Mama Laras.
"Na, Mama boleh tanya sesuatu...??" tanya Mama Laras sembari menatap mata Nabilla
"boleh Ma, emang Mama mau tanya apa??" balas Nabilla sembari mengusap-usap tangan Mama Laras
"apa ada yang buat kamu gak nyaman sampai-sampai kalian memutuskan untuk kontrak rumah...?"
__ADS_1
Nabilla cukup kaget, Tadi malam sang suami memang sempat membahas kontrak rumah, tapi Nabilla gak menyangka jika secepat ini sang suami mengutarakan kepada Mama dan Papa.
"Ma..." sembari menggenggam tangan Mama Laras
"Nabilla adalah istri, dan Nabilla akan ikut kemana suami Nabilla akan berpijak, sejauh ini Na gak ada merasakan sesuatu yang membuat Na gak nyaman... apalagi yang tinggal di semua baik dan sayang Na, bahkan Simbok dan mbak Rini pun baik sama Na..."
"terus apa alasannya Bayu ingin kontrak rumah...??" Tanya Mama Laras dengan wajah sendu
"Ma.. mungkin mereka ingin lebih leluasa, apalagi kan mereka gak ada tuh istilah pacaran, begitu lama gak komunikasi mereka langsung nikah..." ujar Bagas menyampaikan pendapatnya
"Mama gak membatasi kok, Na mau keluar sama Bayu kapan pun Mama gak akan melarang.. Na mau ngapain aja di rumah ini Mama juga enggak gak akan melarang, Mama percaya Na enggak gak akan melakukan sesuatu yang negatif.."
Nabilla bingung harus berkata apa lagi, wajah sendu Mama Laras membuat Nabilla gak tega.
"Mama enggak akan melarang kalian tinggal di rumah kalian sendiri, tapi tunggu lah pembangunan rumah selesai, gak perlu sampai kontrak rumah.."
Nabilla mengedipkan mata nya ke arah Bayu, memberikan kode kepada sang suami.
Bayu pun menghampiri sang Mama, kini Mama Laras duduk di apit oleh Bayu dan Nabilla.
"ya udah, kami akan pindah pas rumah sudah selesai... Gimana? Mama bahagia kan...??" tanya Bayu sembari mencium tangan sang Mama
Nabilla tersenyum sumringah di balik cadarnya.
Permintaan orang tua sangat lah sederhana, apalagi permintaan seorang ibu terhadap anak nya.
Anak akan sering lupa memberikan kabar kepada orang tua, tapi orang tua tak pernah lupa ingin tahu bagaimana keadaan anak nya.
Bagi seorang ibu, sekalipun anak nya telah dewasa, telah berkeluarga, anak nya tetap lah anak-anak.
Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaanmu kepadanya, tapi saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari lukamu.
Meskipun banyak rintangan, cobaan, atau hal-hal yang membuat ibu sedih tapi kehadiran anaknya selalu berhasil jadi pelipur lara seorang ibu.
Keberhasilan seorang anak itu bukan hanya saat anak itu bisa mencapai apa yang dia inginkan tapi saat anak itu bisa melihat senyum orang tua karena keinginan yang bisa di capai.
🌷
Bayu dan nabilla sudah berada di kamar mereka, Bayu nampak sedang berbaring di paha sang istri.
"Mau kan nunggu...??" tanya Bayu
"Mas kita udah bahas ini loh kemarin malam..."
"jujur mas agak khawatir melihat sikap kak Retno tadi pagi..."
__ADS_1
"udah gak usah di besar-besarkan, bisa jadi bawaan si kecil..."
"Sayang... kamu pernah dengan gak dengan istilah Sepasang Bidadari...??" tanya Bayu
"Sepasang Bidadari... Na baru dengar..."
"Ada sebuah buku yang ditulis salah satu motivator asli Indonesia... buku yang membahas kunci keajaiban rezeki..." ujar Bayu
"ada bab yang membahas TDS yang menjadi kunci keberhasilan...".
"apa itu TDS mas...?" tanya Nabilla
"Tahajud Duha Sedekah..."
"dan ada Bab yang membahas mengenai Sepasang Bidadari... sepasang Bidadari yang dekat tapi sering kita sepelekan..."
Nabilla mengerutkan kening nya.
"Sepasang Bidadari itu sangat membantu karier kita dan segala kesuksesan kita. Bidadari itu sungguh dekat dengan kita. Bidadari itu bahkan sering tidak kita sadari, ada dalam keseharian kita. Siapakah mereka...??"
Nabilla menggeleng kan kepalanya
"Sepasang Bidadari yang hebat itu yang pertama adalah Ibu Kita...(Ibu kandung, ibu mertua)"
"Selama ini apa yang telah kita diberikan kepada sepasang Bidadari kita kebaikan-kebaikan atau hal-hal yang membahagiakannya?"
Deg... jantung Nabilla berdetak begitu kencang, mata nya berkaca-kaca, Nabilla teringat sang Bunda.
"Kita seorang anak kadang begitu gengsi untuk meminta maaf atau sekedar mengucapkan terimakasih kepada Bidadari kita..."
“Sadarkah kita, keridhahan yang Maha Kuasa itu tidak terlepas dari keridhaan orang tua? lingkar pencipta itu tidak terlepas dari lingkar keluarga? Kalaulah dia sudah ridha, maka do’a, dan impian adalah perkara yang mudah"
“Sadarkah kita , berbakti kepada orang tua itu akan menguak langit dan menggali rezeki"
“Sadarkah kita , do’a orang tua membuat rezeki kita betul-betul tercurah, Namun hati-hati, demikian pula sebaliknya, murka kedua orang tua juga akan menyumbat Rezeki yang harusnya kita miliki..."
“Begitu doa orang tua kita selaras dengan doa kita , berarti doa kita menjadi lebih “melangit”. Begitu impian orang tua kita selaras dengan impian kita, berarti impian kita menjadi lebih “bersayap” penuturan Bayu benarnya membuat Nabilla bergetar
"Lalu siapakah Bidadari ke dua itu...??" tanya Nabilla dengan air mata yang sudah mulai metes
"Bidadari kedua itu adalah pasangan kita..."
"Karena setiap pria yang berhasil, ternyata ada seorang wanita yang mendampinginya, dan wanita itu adalah istrinya. Setiap pria yang gagal, ternyata juga ada seorang wanita yang mendampinginya, tetapi wanita itu bukan istrinya, melainkan selingkuhannya"
"Sebagaimana sang suri tauladan kita, Baginda Rasulullah yang begitu memuliakan istrinya..." ujar Bayu sembari mencium kedua tangan Nabilla penuh Cinta.
__ADS_1