IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Bagaikan Mimpi


__ADS_3

Bayu dan Nabilla beserta keluarga sudah berada di rumah, acara hari ini berjalan lancar tanpa ada halangan apapun.


Nabilla nampak sedang duduk di atas ranjang sembari memijat kaki nya.


Bayu yang baru saja kembali dari bawah untuk mengambil air minum saat melihat sang istri sedang memijat kaki , Bayu pun bergegas menuju ranjang.


"sini biar mas pijit..." ujar Bayu sembari membawa kaki Nabilla kepangkuan nya.


"enggak usah Maa..gak sopan...masa kaki nya di atas pangkuan mas sih..." tolak Nabilla sembari menarik kakinya, namun percuma karna di tahan oleh Bayu


"Sayang... dengarkan ni yah..kalau salah nanti di koreksi..."


"Akan bernilai tidak sopan, bahkan di nilai sebagai pembangkangan jika istri yang memerintah, apalagi dengan cara yang tidak baik... tapi ini mas yang mau..."


"seperti kajian yang beberapa hari lalu mas dengan..."


"Rasulullah SAW yang merupakan sosok panutan pun selalu berkenan untuk membantu keluarganya.. Bagian Rasulullah ada tauladan kita, Mas mau mengikuti nya , gak salah kan...??"


"Dalam hadis Dari Al Aswad, dia berkata: "Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah tentang apa yang dikerjakan Nabi SAW ketika berada di rumah. 'Aisyah menjawab: "Beliau selalu membantu keluarganya. Jika datang waktu shalat, maka beliau keluar untuk melaksanakannya." (HR Bukhari).


"bener gak...??" tanya Bayu


Nabilla menjawab dengan anggukan.


"Jadi jangan nolak, ini mas yang mau.. mas tahu istri mas ini pasti kelelahan..."


"Na jadi gak ngebayangin gimana nanti pas resepsi ya mas...??"


"mas gendong..." jawab Bayu sembari memijat kaki sang istri


"main gendong aja... dikira anak kecil apa..??"


"iya mas gendong abis itu mas bawa ke kamar.. terus kita buat pahala sebanyak-banyaknya... siapa tahu cepat Allah hadirkan si kecil..."


"Maasss...."


"loh emang salah ya...??"


"ya enggak salah sih... tapi kan-"


"gak perlu pakai tapi.. ya udah kita gak usah ngebayangin apa yang akan terjadi besok.. lebih baik kita cetak pahala nya sebanyak mungkin malam ini... besok mah jadi urusan besok..." balas Bayu memotong perkataan sang Istri


Dan Mata Nabilla membulat mendengar penuturan sang Suami

__ADS_1


"Mas gak lelah...??" tanya Nabilla sembari mengerut kening nya


"lelah nya menjadi lilah... In Syaa Allah...hehehe..."


Jika sudah seperti ini mana bisa Nabilla menolak permintaan sang suami.


🌷


Lelah menjadi Lilah...


Kurang lebih jam empat pagi Nabilla terbangun, berulang kali mencoba membuka mata nya.


Berada dalam dekapan sang suami dalam satu selimut.


Senyum pun terukir dari bibir Nabilla, di usap nya lembut pipi sang suami.


"entah kenapa, kadang aku merasa ini seperti mimpi.. " lirih Nabilla sembari menatap lekat sang suami dengan jari nya yang bermain di alis turun ke hidung terus turun hingga ke jenggot tipis sang suami


"Ya udah tidur lagi aja, biar mimpi nya berlanjut..." ujar Bayu dengan mata yang masih terpejam sembari mengencangkan pelukannya


"Mas udah bangun...??" tanya Nabilla dengan nada kaget


"belum nih masih merem..."


"hehehe.. kekencangan ya..." balas Bayu sembari merenggangkan pelukannya, kali ini dengan mata yang sudah terbuka


"kenapa gak bilang-bilang kalau udah bangun..." protes Nabilla


"kalau mas ikutan bangun juga, mas gak akan bisa ngerasain apa yang istri mas ini lakukan barusan..." Jawab Bayu sembari menirukan apa yang Nabilla lakukan kepadanya tadi


"Banyak dari kita yang tahu Jatuh Cinta sebelum menikah itu adalah ujian. Tapi tidak banyak dari kita yang bisa mengendalikan perasaan itu.... Karna aku pernah berada di posisi itu, mencintai seseorang jauh sebelum adanya pernikahan, Tapi Allah maha menyayangi kami... Dia di pertemuan dengan jodoh nya yang mencintai nya dalam pernikahan.. begitu pun aku.. Allah pertemukan kita untuk sekedar saling menyapa, lalu Allah jauhkan kita untuk saling menjaga cinta hingga yang Haram itu menjadi Halal..." ujar Bayu tapi hanya di dalam hati dengan mata yang berkacamata


"mas...mas baik-baik aja kan...??" tanya Nabilla penuh ke khawatiran


"mas baik-baik kok sayang..."


"kenapa mata nya berkaca-kaca...??"


"Mas bersyukur atas semua yang terjadi...Allah mengajarkan banyak hal... dan Mas bersyukur karna menjalani bahtera rumah tangga ini bersama istri mas ini..." jawab Bayu sembari mencolek hidung sang istri


"hidup Na lama-lama kayak sabun colek..." balas Nabilla dengan memanyunkan bibir nya


"iya sabun colek nya mas kan...hehehe.."

__ADS_1


"udah mandi gih , harus ke masjid kan..."


"bareng ya..." ajak Bayu


"keburu telat nanti ke masjid nya..."


"hmm... ya udah deh mas mandi duluan..." balas Bayu sembari bangkit dari posisi tidurnya, tapi sebelum menuju kamar mandi Bayu masih menyempatkan mencium sekilas kening sang istri tercinta.


"Memahami rencana Allah memang sulit. Tapi saat kita memulai Ikhlas dalam menerima dan menjalani Takdir Allah. Akan terasa dekat hubungan kita dengan Allah. Ketahuilah Allah memberikan apa yang terbaik untuk Hambanya. Ketetapan Allah yang terbaik. Allah akan mengijabah segala doa dan usaha hambanya di waktu yang tepat.." Batin Bayu


"Mas buruan malam ngelamun...."


🌷


Bayu sudah kembali dari masjid dan Nabilla juga sudah selesai melaksanakan sholat subuh.


Nabilla memutuskan untuk turun ke bawah untuk membantu yang lain menyiapkan sarapan.


Di dapur nampak. Retno dan simbol yang sibuk di dapur, Nabilla pun langsung menghampiri Mereka.


"Masak apa Kak? apa yang bisa Na bantu...??" tanya Nabilla ke Retno


"gak usah Na, biar kakak aja... udah biasa kok, sebelum ngurusi Adrian kakak buat sarapan dulu..." Jawab Retno


"itukan waktu Na belum jadi bagian keluarga ini kak... sekarang ada Na, jadi Na harus bantu juga, apalagi kakak juga lagi hamil muda, biar Na bantuin ya..."


"justru kalau kakak berdiam diri itu malah gak bisa... tapi kalau maksa mau bantu kami bisa bantu rebus kan air untuk buat susu dan kopi..."


"lagian ini ada masakan favorit nya mas Bagas.. jadi biar kakak aja yang masak..." tambah Retno


"baik kak..." balas Nabilla


"wih para mantu lagi masak..." terdengar suara Mbak Rini yang baru datang, Mbak Rini tidak tinggal di rumah ini, selesai jam kerjaan di langsung kembali pulang ke rumah nya


"mbak Rini kapan sampai?" tanya Nabilla


"Baru aja Non, tapi ban motornya bocor..." jawab mbak Rini


"ya udah No, mbak mau ambil pakaian kotor dulu..." pamit mbak Rini


Nabilla pun membuat minuman sesuai arahan dari Retno, setelah selesai Nabilla menyiapkan perlengkapan makan dan lain di meja makan.


Ingin rasa nya membantu Retno, tapi Retno ingin hari ini dia yang masak sendiri, Nabilla tetap mencoba berbaik sangka.

__ADS_1


Mungkin faktor lagi hamil, itu yang ada di pikiran Nabilla.


__ADS_2