IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
SAH


__ADS_3

Satu hari sebelumnya satu pesantren di buat heboh dengan kabar pernikahan Bayu dan Nabilla, sampai-sampai sebagain santri ada yang bilang jika hari ini adalah hari patah hati sepesantren, karna tak bisa di pungkiri pesona Nabilla cukup banyak membuat lawan jenis nya tertarik kepadanya. Bahkan kedatangan Bayu juga cukup membuat beberapa santriwati curi pandang nya.


Dan hari ini adalah hari yang di tunggu, walaupun dengan persiapan yang ektra cepat, akad pernikahan mereka di langsungkan di salah satu Masjid yang cukup besar di kota C.


Nabilla sedang duduk di depan meja rias dengan balutan gaun berwana putih, sangat cantik dengan polesan natural namun bisa membuat siapapun yang melihat akan terpesona.


‘’Masyaallah kamu cantik banget Na…’’ puji Retno


‘’he’em… cantik banget sih…aura pengantin nya itu keluar banget lah pokok nya..’’ ujar Ningsih ikut memuji Nabilla


‘’Kak Na deg deg kan nich…’’ ujar Nabilla sembari menggenggam tangan Retno


‘’deg deg kan udah lumrah nya Na, semua yang akan menikah pasti merasakan semua itu..’’ ujar Maryam


‘’tangan Nabilla sampai dingin loh ini...’’ ujar Retno sembari mengusap-usap tangan Nabilla


‘’Na gak kebayang gimana Mas Bayu saat ini..’’


‘’Kita berdoa dari sini ya, semoga semua lancar…’’ ujar Maryam


‘’Aamiin…’’ jawab mereka bersamaan


‘’Na, kami ke masjid dulu ya, kamu di temani ustazah Maryam gak papa kan..?’’ tanya Retno


‘’iya kak gak papa, Na sama kak Maryam..’’


‘’barusan Mama chat kalau prosesi Ijab Qabul akan segera di mulai…’’ ujar Retno, Retno dan Ningsih pun keluar untuk menuju lokasi Ijab Qabul.


Di dalam masjid suasana mulai hening, nampak Bayu yang sedang berbincang dengan pak penghulu , Pak Penghulu sedang memberitahukan tata cara dan juga memberikan contoh saat Bayu akan menjawab Ijab yang akan di ucapkan langsung oleh Ayah dari Nabilla


Wajah tegang tak bisa Bayu sembunyikan, Pak Kiai mengelus punggung Bayu, meminta Bayu harus rileks dan perbanyak istighfar.


‘’Baiklah, Ijab Qabul sudah bisa kita mulai ya Bapak-bapak, Ibu-Ibu dan semua nya…’’ Ujar Pak Penghulu, semua yang ada di ruangan masjid pun tak kalah ikut membuang napas karna merasa dag dig dug juga.


Tangan Bayu dan Ayah Teguh pun sudah berjabat tangan, bergetar rasa nya.


‘’ Bismillahirrahmanirrahim …’’


‘’Ananda Bayu Fajar Wijaya Bin Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Nabilla Khairunissa dengan maskawin berbentuk kalung berlian .. tunai….’’ Ujar Ayah Teguh dengan lantang tapi Bayu malah nampak terdiam.

__ADS_1


Papa Wijaya pun menepuk pundak Bayu..


‘’Bay..Rileks, Fokus…’’


‘’huufftt…’’


‘’gak papa, sekali lagi ya, harus Fokus, saat ijab di ucapkan nak Bayu harus langsung membalas nya dengan Qabul.. dengan satu tarikan nafas, gimana udah siap..?'’


‘’ Bismillah , siap Pak…’’ berulang kali Bayu menarik napas lalu membuangnya perlahan


‘’ Bismillahirrahmanirrahim …’’


‘’Ananda Bayu Fajar Wijaya Bin Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Nabilla Khairunissa dengan maskawin berbentuk kalung berlian .. tunai….’’ Ujar Ayah Teguh lagi


Kali ini Bayu pun langsung menyambut nya.


‘’Saya terima nikahnya dan kawinnya Nabilla Khairunissa binti Teguh Syaputra dengan maskawin berbentuk kalung berlian, tunai…’’ jawab Bayu dengan satu tarikan nafas


‘’Bagaimana Saksi.. SAH..?’’


‘’SAH..’’


‘’Alhamdulillah….’’


Air mata pun tak bisa Bayu cegah untuk keluar, bukan hanya Bayu para orang tua pun ikut meneteskan air mata bahagia.


Pak penghulu pun mulai melantukan doa, semua yang ada di ruangan pun ikut menadahkan tangannya. Salah satu santriwati perwakilan pun mendatangi ruangan Nabilla.


Di ruangan dimana Nabilla berada dia pun sudah meneteskan air mata, meski tidak bisa menyaksikan secara langsung, namun suara toa masjid cukup terdengar jelas.


‘’Alhamdulillah ya Allah…’’ ucap syukur Nabilla dan Maryam


Maryam pun merangkul Nabilla, lalu mengusap air mata Nabilla.


‘’jangan nangis donk, nanti make up nya luntur loh, ya walaupun ke tutup cadar…’’


‘’ Assalamu'alaikum …. Ustazah ustazah… sudah SAH ustazah…’’ ujar Santriwati penuh semangat


‘’ Waallaikumusallam risma… pelan-pelan, semangat banget…’’

__ADS_1


‘’hehehe..iya ustazah, ustazah di minta ke dalam masjid…’’


Cadar berwana putih pun Nabilla kenakan, Nabilla pun mulai melangkahkan kaki nya dengan menyebut basmallah di damping oleh Maryam .


Jantung nya semakin berdebar saat sudah berada tepat di tangga pintu masjid, betapa kaget nya Nabilla saat kaki kanan nya menaiki tangga pertama, bukan karna ada sesuatu di kaki nya, tapi karna di tangga teratas ada Bayu, pemuda yang sudah sah menjadi suami nya menunggu nya di atas.


Senyum merekah terbit dari bibir Bayu.


‘’Mau disini aja..? tuh udah di tunggu loh..’’ goda Maryam


‘’kak.. jangan buat Nabilla makin dag dig dug…’’ balas Nabilla


‘’semua udah nunggu kamu Na.. apalagi suami kamu tuh…’’


Nabilla adalah anak satu-satu nya, dan selama di ponpes Maryam lah yang menjadi sahabat sekaligus kakak untuk nya.


Perlahan namun pasti Nabilla pun mulai menaiki tangga dengan Maryam yang terus mendampingi nya, dan saat di tangga terakhir Bayu pun mengulurkan tangan nya.


Yang dulu haram untuk di sentuh kini telah menjadi halal, yang dulu dosa saat di pandang lama karna di takutkan menimbulkan hasrat kini pun sudah halal, tak lagi ada halangan untuk saling bertatapan.


‘’Na..di sambut donk uluran tangan suami…’’


Nabilla pun menggenggam tangan Bayu, senyum bahagia terukir bukan hanya dari pasangan halal ini, semua yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan mereka.


‘’Seseorang pernah berkata ….’’ Batin Nabilla


‘’Jangan pernah mau menjalani hubungan dimulai dengan langkah yang Haram. Sebab hal pertama yang menjadikan semua perjalanan pernikahan akan di berkahi adalah fondasi niat di awal…’’


‘’Jika engkau mencintai seseorang dan seseorang itu juga mencintaimu, jauhi ia. Sungguh jika kau menjauhinya, kau telah mendekatkannya pada penciptanya, dan jika engkau masih mencintainya, titipkan rasa itu pada Sang Kuasa, kelak jika dia ditakdirkan untukmu, rasa itu akan di kembalikan dalam wujud yang lebih sempurna..’’


‘’Jika engkau mencintai seseorang dan seseorang itu tidak mencintaimu, mintalah Sang Kuasa untuk mengambil rasa itu darimu dan berdoalah agar kelak rasa itu dikembalikan pada waktu dan orang yang Dia takdirkan. Sesungguhnya sebaik-baiknya menitipkan hati adalah pada Dzat Yang Maha Mencintai…’’


‘’Bersamalah dengan seseorang yang dengan bersamanya Surga menjadi terasa mudah bagimu…’’ Batin Nabilla sembari melangkah beriringan bersama Bayu sembari merangkul lengan Bayu.


Saat ini Mereka pun duduk di mana Bayu mengucapkan Ijab Qabul.. Mulai dari menandatangani surat-surat, menyematkan cincin hingga mencium kening pun mereka jalani.


‘’Aku tidak pernah tahu apakah engkau mencintaiku.. menjauh adalah pilihanku, memohon yang terbaik sembari diri ini terus bermuhasabah , memantaskan diri.. dan aku tak pernah bermimpi sekalipun jika inilah jawaban yang Allah berikan… ‘’


‘’Ya Rabb… Ibadah panjangku pun ku mulai hari ini, aku sadar semua tak selalu mudah,, tapi hamba percaya dengan melibatka-Mu ya Allah.. kami akan mampu mencapai Keridhoan-Mu.. Aamiin..’’ lagi dan lagi batin Nabilla tak henti berbicara, ada kebahagian yang tak bisa begitu saja dia utarakan, tapi semua bisa di lihat dari pancaran mata nya bahwa dia bahagia, semua bahagia.

__ADS_1


__ADS_2