
Cantik itu Ujian, kurang Cantik juga ujian, namun….
Apa yang Allah Ciptakan itu tidak sia-sia, jangan hanyut dalam pujian dan jangan lemah dalam hinaan.
🌷🌷🌷
Hari ini Bayu sudah kembali ke kantor, agenda awal hanya tiga tapi ternyata Allah berkata lain… Niat awal untuk syuting tapi hasilnya bukan sekedar syuting semata, melainkan Allah jadikan itu jalan Bayu untuk menghalalkan Nabilla.
‘’Nabilla jadi ikut ke studio ? ‘’ tanya Papa Wijaya
‘’Sebenarnya Na agak canggung Pa..’’ jawab Nabilla
‘’kenapa? Karna belum semua tahu status pernikahan kalian..?’’ kali ini Mama Laras yang bertanya
‘’salah satu nya…’’
‘’Maka dari ini harus ikut, biar semua tahu, kan kita juga mau lihat cuplikan pernikahan kita yang di rekam kemarin…’’ ujar Bayu sembari merangkul pundak sang istri
‘’soal resepsi gimana..?’’ tanya Papa Wijaya
‘’Buatlah, kan relasi bisnis Papa banyak, nanti kalau gak ada resepsi apa kata mereka??’’ ujar Bagas
‘’Kalau ngikuti kata orang selalu ada kurang nya bang…’’ balas Bayu
‘’Kalau Nabilla gimana.. ada pendapat?’’ tanya Papa Wijaya
‘’kalau di tanya pendapat Na, sebenarnya resepsi bukan yang harus di gelar, yang paling utama adalah pernikahan secara Syari'at… resepsi pernikahan itu ibaratkan pernikahan budaya.. gak harus, tapi jika kita mampu gak ada larangan.. tapi juga jangan berlebihan..’’ jawab Nabilla
‘’Jadi gimana?’’ tanya Papa Wijaya
‘’Bayu dan Nabilla udah sepakat dari kemarin, mengenai resepsi kami serahkan kepada para orang tua.. kalau kami merasa acara kemarin sudah lebih dari cukup, tap jika memang harus di gelar, kami pengen nya seperti tasyakuran biasa aja Pa, kita buat di tempat yang terbuka dan dengan tema yang casual aja…’’ Jawab Bayu
‘’gak perlu sampai pakai gaun mewah atau baju adat, kita adakan tasyakuran sebagai salah satu cara kita berbagi kabar bahagia.. sederhana tapi kita berbagi ke banyak kalangan…’’ tambah Bayu
‘’Ya seperti kata bang Bagas, Papa punya banyak relasi bisnis, ya walaupun sebenernya itu tidaklah harus, dengan di tayangkan nya acara pernikahan kami kemarin saat penayangan kegiatan di ponpes AL-Hikmah sebenarnya itu sudah masuk salah satu cara kita berbagi kabar..’’
‘’kan kamu tahu mulut orang Bay… masa anak pemilik stasiun Tv dan Radio gak mengadakan resepsi.. dan banyak lagi…’’ balas Bagas
‘’Maaf mas Bagas.. ini pendapat Na, Kita gak hidup dengan omongan orang, kita akan baik di mata mereka yang suka kepada kita, dan kita akan tetap buruk dimata mereka yang membenci kita…’’
__ADS_1
‘’kadang acara resepsi juga ajang orang mencari kesalahan, semua di kritik, contoh nya bisa dari segi hidangan.."
" ih makanan nya kok seperti itu, kecil-kecil, pedas dan masih banyak lagi itu dari segi hidangan… dan masih banyak lagi..mulai dari gaun, atau make up pengantin pun ada saja yang jadi bahan kritikan’’
‘’orang kaya kok pestanya biasa aja… eh di saat orang yang terlihat biasa dan buat pesta besar juga jadi bahan omongan, ih orang miskin aja sok pesta-pesta besar..."
‘’gak ada habisnya kan…?’’
Kata-kata Nabilla membuat Bagas menelan saliva nya, sedangkan Papa dan Mama malah manggut-manggut.
‘’Mama setuju sih sama kata-kata Nabilla,,, banyak yang kejadian, bahkan sudah jadi kebiasaan untuk mereka yang suka mengkritik..’’
‘’ya sudah nanti kita diskusikan lagi,kalian harus ke studio kan..’’ ujar Papa Wijaya
🌷
Mobil Bayu pun berhenti tepat di depan pintu masuk Studio, kalo ini ada yang berbeda dan menarik perhatian, karna jika biasa nya Bayu keluar dari pintu depan, tapi tidak kali ini, Bayu keluar dari pintu belakang.
Dan yang membuat lebih menarik perhatian lagi adalah saat Bayu turun, tangan kanan Bayu malah di rentangkan, dan rentangan tangan Bayu itu di sambut oleh seseorang, dari bentuk jari-jari nya sudah bisa di tebak jika dia adalah sesosok wanita.
Dengan senyum merekah Bayu menggenggam tangan seorang wanita bercadar , dan itu membuat banyak mata tertuju pada mereka.
‘’Mas ,, kok mereka pada lihat ke arah kita ya..?’’ bisik Nabilla
‘’wajar lah mbak, Mas Bayu lama tugas di luar dan sekali balik malah gadeng wanita, bercadar pula tuh...’’ bukan Bayu yang menjawab, melainkan Seto
‘’udah biasa aja, nanti juga semua pada tahu…yuk…’’
Bayu pun membawa Nabilla masuk ke studio dengan terus menggenggam tangan Nabilla, Seto mengikuti mereka dari belakang.
Beberapa staf dan Kru yang hadir dan ikut meliput ijab Kabul mereka tentu bersikap biasa, malah mereka menyapa Nabilla, tapi untuk mereka yang belum tahu sama sekali, tentu menimbulkan banyak pertanyaan.
‘’Pak Bayu sama siapa tu..??’’
‘’ya mana gue tahu, tapi jika dilihat hubungan mereka pasti dekat…lihat aja tuh tangan pak Bayu..."
‘’emang pak Bayu punya adek perempuan…?’’
‘’pagi-pagi jangan ngegosip…tenang besok juga bakal tahu kok wanita bercadar itu siapa…’’ ujar salah satu kru yang ikut serta ke pondok beberapa hari lalu
__ADS_1
‘’rif, kamu ikut pak Bayu kan kemarin? Siapa tuh..?’’
‘’kepo..ada waktu nya nanti kalian bakal tahu, oh ya besok acara baru kita mengenai sekolah pada nonton ya.. ada kejutan disana…heheh’’ jawab Arif sambil berlalu pergi membuat rasa penasaran yang lain semakin besar.
Saat Bayu , Nabilla dan Seto sedang menunggu pintu lift terbuka, Fitri tiba-tiba yang juga baru datang ikut bergabung
‘’Pak Bayu, Pak Seto…’’ sapa Fitri dengan ramah, Fitri pun mengangguk kan kepada sebagai tanda menyapa Nabilla
Nabilla membalas anggukan kepala Fitri.
Fitri sebenarnya ingin bertanya, tapi di urungkan nya saat melihat tangan Bayu dan tangan dari sosok wanita bercadar itu saling menggenggam.
‘’Siapa ya wanita ini..?’’ tanya Fitri dalam Hati
‘’Gimana radio selama di tinggal , aman kan bu Fitri..?’’ tanya Seto
‘’Alhamdulillah aman pak, syuting di luar lanca kan Pak..?’’
‘’agak aneh ya pakai bahasa formal..heheh’’ bukan jawaban , Seto malah mengomentari bahasa panggilan nya terhadap Fitri
‘’terdengar lucu sih, tapi kita kan lagi di lingkungan kerja,,,’’
‘’ga enak, panggil kakak aja deh…’’ Balas Seto yang membuat yang lain geleng-geleng
‘’oh ya..hmm-…’’ baru Fitri akan bertanya mengenai Wanita bercadar itu, pintu lift terbuka
Ting…
Bayu dan Nabilla pun masuk terlebih dahulu lalu disusul Seto dan saat Fitri akan ikut masuk dia malah di panggil oleh Meili, rekan nya siaran
‘’Bu Fitri gak ikut sekalian..?’’ tanya Bayu
‘’ada panggilan pak, silangkan Pak Bayu duluan saja…’’
Pintu lift pun tertutup
‘’Mas, Mbak Fitri pasti heran…apalagi mas gak ngeles genggaman tangan mas dari tadi..’’ ujar Nabilla saat di dalam lift
‘’udah rencana mas Bayu kan mbak, mau buat semua pada penasaran,besok juga akan terjawab kok..’’
__ADS_1
Nabilla pasrah, karna Bayu dan team nya memang ingin membuat tayangan besok menjadi kejutan untuk semua nya.