IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Bolu perdana Nabilla


__ADS_3

Dua pekan sudah Bayu dan Nabilla berstatus suami istri.


Hari ini Nabilla memilih di rumah, ingin belajar buat kue bersama Mama Laras.


"Mama sering buat kue...??" tanya Nabilla sembari mengaduk adonan kue dengan mixer


"sesekali aja Na kalau lagi pengen...hehehe..." jawab Mama Laras


"Mas Bayu paling suka kue apa Ma..?" tanya Laras


"Bayu itu sukanya Bolu kukus, kalau bolu panggang kurang suka, kata nya seret di tenggorokan..."


"ini kita buat bolu apa Ma...??"


"ini kan kue pertama Na, jadi kita buat yang kukus aja ya.."


"kukus dan panggang ada perbedaan takaran gak Ma..??"


"secara garis besar sama, beda nya kalau mama buat bolu kukus pakai santan, mentega nya sedikit aja... tapi kalau gak pakai santan juga bisa... kalau pakai santan dia lebih gurih rasa nya..."


"nah kalau bolu panggang Mama gak pakai santan, mentega cairnya yang lebih banyak..."


"sepertinya Na harus lebih rajin belajar nih...hehehe..." balas Nabilla


"bisa, apalagi sekarang semua lebih mudah,.banyak akses untuk kita belajar... aplikasi pun banyak.." balas Mama Laras


"Semua bisa asal mau belajar..." ujar Retno yang baru saja turun


"kalau gak bisa tinggal pesan online Non..." ujar Simbok


"Tapi masakan Non Nabilla enak loh..." Timpa Mbak Rini


"masih banyak yang harus di pelajari Mbak... kan kalau bisa buat kue lumayan juga.. hehehe"


"sekalian di jual juga bagus tuh Non..." ujar Simbok


"ngomset di rumah ya kan Mbok..." Balas Retno


"Ini udah belum Ma...??" tanya Nabilla


"emang belum pernah sekalipun buat bolu ya Na...??" tanya Retno


"Belum kak, ini yang pertama.." jawab Nabilla


"ok nih, udah mengembang berjejak, kalau mixer di angkat dan adonan tidak mudah jatuh ke bawah, itu menandakan adonan sudah mengembang berjejak, tekstur lebih lembut tapi dia berat.."


"tahap selanjutnya Ma..??"

__ADS_1


"Masukkan tepung nya, kalau mau di aduk pakai mixer pakai kecepatan kecil aja Na, bisa juga pakai spatula, saat mencampur tepung sembari di campurkan juga santan dan mentega nya..."


"pastikan semua tercampur rata, kadang di bagian bawah ada sisa-sisa mentega cair, pastikan gak ada, semua tercampur sempurna, kalau semua udah tercampur sempurna tinggal kita masukan ke dalam cetakan dan kita masak deh..."


"berapa lama nih Ma proses masaknya...??"


"kalau di kukus 25 sampai 30 menit aja Na, tapi kalau panggang tergantung oven nya, ada yang 45 menit, ada yang lebih..."


Nabilla mengangguk-anggukkan kepalanya tanda paham akan yang Mama laras sampaikan.


🌷


Sore ini Bayu, Nabilla dan kedua orang tua mereka sedang berkumpul di taman samping rumah, Bagas Retno dan Adrian sedang jalan-jalan sore.


"Cobain nih Pa, bolu kukus pertama Nabilla..." ujar Mama


"sayang mas nih yang buat bolu nya...??" tanya Bayu


"Sebenarnya Na cuma bantu-bantu aja kok Mas.."


"bukan bantu tapi belajar, Nabilla yang proses semua, Mama hanya mengarahkan saja..."


Bayu dan Papa Wijaya mengambil sepotong bolu yang berwarna hijau pandan itu.


Papa Wijaya dan Bayu memakannya bersama


"enak nih..." puji Papa Wijaya


"hasil dari guru yang profesional..." balas Nabilla


"Tapi ini enak dan lembut loh, baru pertama buat lagi, dulu seingat Papa , Retno pernah buat yang pertama kali dan hasilnya kurang maksimal..."


"Pa... nanti kedengaran sama kak Retno gak enak loh.." Tegur Bayu


Papa menepuk bibir nya


"hehehe... maaf, untung anak nya lagi gak di rumah..." ujar Papa


"Papa... Papa... Retno itu kan lagi isi, agak sensitif, jadi ya hati-hati..." Mama Laras mengingatkan


"iya....iya..."


"besok buat lagi ya..." bisik Bayu


"hayoo bisik-bisik apa itu..." goda Papa Wijaya


"ah Papa kayak gak pernah muda aja..." ujar Mama

__ADS_1


"Yee...Papa kan memang masih muda, cucu juga baru satu...mau dua.." balas Papa Wijaya


"saking muda nya, kalau Pakde ajak Adrian jalan pun bukan di bilang cucu, pasti pada bilang itu anak nya pakde.." terdengar suara Seto yang menyahut


Saat Papa dan Mama menggoda Bayu dan Nabilla tiba-tiba Seto yang baru pulang langsung menyapa mereka.


"Baru pulang To...?" tanya Mama Laras


"iya bude, maklum bos nya Seto itu kan pengantin baru, jadi ya gitu bawaan nya pengen cepat pulang, lemburan di limpahkan ke anak buah... ckckckck...."


"wah parah tuh bos kamu To, siapa sih nama nya...??" balas Papa Wijaya sembari menahan tawa


"Tuh loh pakde yang nama nya Bayu Fajar Wijaya... pa-rah, lagi bucin-bucin nya.." goda Seto sambil memainkan bibir nya maju mundur ke arah Bayu


"siap-siap besok kena potong gaji ya..." balas Bayu


"tuh kan pakde....parah bos Seto itu...ckckck..."


Papa ,Mama dan Nabilla malah terkekeh.


"Udah mandi sana, gak baik mandi sore-sore..." ujar Mama Laras


"siap Bude...oh ya Mas, tadi pak Haris ada hubungi Seto, kata nya ada yang mau di bahas.."


"tentang apa To...??"


"Sepertinya kamu harus ke Kota B, pak Haris kemarin ada hubungi Papa juga, tapi Papa lupa bilang ke kamu Bay.." ujar Papa Wijaya baru teringat bawa beberapa hari lalu pak Haris pengelola cabang menghubungi Papa Wijaya


"untuk lebih pasti coba mas Bayu hubungi pak Haris..." saran Seto


"kalau gitu mas hubungi pak Haris dulu.." balas Bayu


"Seto ke atas dulu kalau gitu, udah gerah..." pamit Seto


Bayu pun mengambil benda pipih nya untuk menghubungi pak Haris.


Bayu nampak serius saat panggilan telfon nya sudah terhubung.


Entah apa yang sedang Bayu bahas bersama Pak Haris.


"serius banget kayak nya Pa,.apa ada masalah di perusahaan yang di kota B...?" tanya Mama ke Papa


"Pak Haris belum ada cerita detail ada masalah apa, tapi dia berharap Bayu bisa datang meninjau langsung.." jawab Papa Wijaya


"Papa punya cabang di kota B..?" tanya Nabilla


"iya Na, dulu saat SMK Bayu dan Papa sempat menetap di sana untuk merintis cabang perusahaan Papa, tapi bukan di bidang penyiaran... Papa sih berharap nya Bayu bisa stay di sana, tapi gak tahu kenapa Bayu memilih stay di sini.. jadi Bayu mengelola perusahaan di sana melalui perantara..." jawab Papa Wijaya

__ADS_1


"dan Pak Haris itu orang kepercayaan Papa yang saat ini menjadi pengelola di sana, ada apapun itu pak Haris membahas nya dengan Bayu.. karna Bayu lah yang Papa amanahkan perusahaan di sana..." tambah Papa Wijaya dan Nabilla hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Papa Wijaya


Nabilla pun baru tahu jika ternyata perusahaan keluarga Papa Wijaya bukan hanya di sini saja.


__ADS_2