IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Ridho-Nya atau dengan Murka-Nya


__ADS_3

Malam pun berlalu dan Nabilla pun jadikan malam untuk nya bermunajat kepada yang Maha Kuasa . Siang ini Nabilla sedang duduk di ruang sholat santriwati dengan Mushaf di tangannya.


‘’ Assalamuallaikum ….’’ Salam Ustazah Maryam


‘’ Waalaikumusallam kak Maryam…’’


‘’Kenapa Mushaf nya buka di baca, malah melamun..?’’ Tanya Ustazah Maryam


Nabilla dan Maryam pun duduk berhadap-hadapan, Nabilla pun mulai menceritakan kejadian kemarin siang.


‘’jadi dia adalah laki-laki itu..?’’ tanya Ustazah Maryam, Nabilla menjawab dengan anggukan


‘’Masih ingat gak cerita perjalanan cinta Nabi Yusuf dan Siti Zulaika..?”’ Tanya Ustazah Maryam


‘’Ketika Siti Zulaika mengejar cinta Nabi Yusuf, Allah menjauhkan Nabi Yusuf darinya… Namun ketika Siti Zulaika mengejar cintanya Allah, Allah datangkan Nabi Yusuf padanya…’’ jawab Nabilla , mendengar jawaban itu Ustazah Maryam tersenyum


‘’Ketika Allah mencintaimu, maka Allah akan meletakan Cintamu di hati seseorang , yang cintanya layak untuk kamu miliki Na…’’ ujar Ustazah Maryam


‘’kamu tahu gak Na… ada sebuah dongeng…,’’


‘’dongeng apa itu Kak..?’’


‘’ada sebuah dongen antara Bulan dan Matahari yang saling mencintai tapi mereka tidak bisa berjumpa, ketika matahari datang Bulan pun sudah hilang, ketika bulan datang matahari yang pergi…’’


‘’kemudian Allah Ciptakan Gerhana untuk memperlihatkan ke semua orang bahwa tidak ada yang MUSTAHIL untuk Cinta…Hanya saja menjaga jarak itu lebih baik, sambil menunggu waktunya tiba untuk dipersatukan…’’


‘’kita tidak pernah tahu bagaimana semesta mempertemukan dan takdir menyatukan, satu yang perlu kita percaya, kita yakini. Bahwa keputusan-Nya selalu tepat dan tak akan salah tempat..’’


‘’Bukankah dia yang kamu sebut di dalam doa..??’’


‘’Na takut mengecewakan nya kak, Na masih sangat minim dalam ilmu agama..’’


‘’kamu yakin gak dia adalah laki-laki yang tepat untuk membimbingmu..?’’ Tanya ustazah Maryam


‘’jika kamu yakin, dan Allah juga sudah memberikan petunjuk-Nya, lalu apa yang membuatmu ragu..?’’


‘’Nabilla, kita itu tak akan bisa menjadi sempurna, kita punya keterbatasan, tapi kita bisa belajar…keputusan ada di tangan kamu, Allah pertemukan kalian pasti punya alasan.. ya sudah kakak ada kelas mau ke kelas dulu ya..’’


Nabilla menjawab dengan anggukan kepala.


Di tempat lain nampak Bayu sedang duduk di bawah pohon bersama Pak Kiai.


‘’Islam tidak pernah melarang seseorang untuk jatuh cinta, cinta itu rasa, sama seperti lapar dan tidak suka..’’ ujar Pak Kiai sesaat setelah mendengar cerita Bayu

__ADS_1


‘’Islam tidak berkata kepadamu : “Jangan Lapar, Jangan tidak suka, Jangan Mencintai…’’


‘’Namun ia berkata kepadamu : ‘’Jika engkau lapar maka jangan mencuri, jika engkau tidak suka jangan mendzolimi, jika engkau mencintai maka jangan menyimpang dan bermaksiat…’’


‘’siapapun bisa jatuh cinta, namun bagaimana bentuk cinta itu tergantung bagaimana caramu mencintai seseorang, apakah dengan Ridho-Nya atau dengan Murka-Nya…’’ lanjut Pak Kiai


‘’ya pak Kiai, awalnya ada rasa kecewa, tapi berjalan nya waktu saya menyadari, Menjauh untuk menjaga, berdoa untuk menyapa, itu cara saya mencintai nya… saya sudah mengatakan apa yang harus saya katakan.. selebihnya kembali kepada keputusan Nabilla…’’


‘’Nabilla itu wanita yang baik dan saya juga bisa melihat kamu adalah laki-laki baik, saya doakan yang terbaik..’’


‘’terimakasih pak Kiai…’’


Saat mereka sedang asik berbincang Seto pun datang dan memberitahukan bahwa ada yang harus dia diskusikan, Bayu pun pamit kepada pak Kiai.


‘’gimana ada kendala apa..?’’ Tanya Bayu ke salah satu Kru saat sudah berada di tengah-tengah mereka.


‘’Begini pak kamera kita ada yang tiba-tiba eror, sepertinya kena virus..’’


‘’terus bagaimana hasil yang sudah di rekan di kamera itu..?’’


‘’sedang kami cek pak…’’


‘’amankan dulu data-data yang tersimpan, semua hasil yang sudah kita rekam utamanya saat di sini…soal kamera kita bisa cari dulu di luar, dan untuk yang lain bisa lanjut meliput..’’


Saat Bayu sedang serius berbincang dengan kru nya teryata ada tiga santriwati yang memperhatikan nya.


‘’coba aja ya bisa dapat calon suami yang kayak begitu..’’ ujar Resti dengan mata yang tak lepas dari Bayu


‘’hmm..jangan menghayal deh, mata tuh di jaga…’’balas Putri


‘’doa aja dulu…’’ jawab Resti


‘’eh dia kerabatnya ustazah Nabilla loh…’’ Ujar Tina


‘’Serius? aku mau tanya-tanya lah sama Ustazah Nabilla…’’ balas Resti


‘’emang berani..?’’ tanya Putri


‘’berani lah, ustazah Nabilla itukan baik…’’ jawab Resti sembari kembali ke Asrama untuk mencari Nabilla sedangkan kedua sahabatnya hanya geleng-geleng sembari mengikuti langkah Resti


Tiga Santriwati itu pun sudah berada di depan pintu masuk ruang sholat, dan benar Nabilla memang masih disana, bedanya saat ini dia sedang membimbing anak didik nya untuk menghafal doa-doa Sholat.


‘’ Assalamualaikum Ustazah…’’ salam mereka bertiga

__ADS_1


‘’ Waallaikumusallam … kok disini bukan dikelas…?’’


‘’kelas kita sudah selesai tadi bareng ustazah Dinda…’’ jawab Resti


‘’terus ada apa nih kok bukan ke kamar..?’’


‘’hmmm…ada yang mau Resti tanya nih sama ustazah…’’


‘’ anak-anak, sekarang kalian lanjut ya, nanti kalau sudah ada yang hafal panggil ustazah..’’ ujar Nabilla ke anak-anak itu.


‘’baik ustazah…’’ jawab mereka kompak


‘’gimana ada yang bisa ustazah bantu..?’’ tanya Nabilla kembali ke tiga itu


‘’ustazah kerabat kak Bayu yang lagi ngeliput pesantren kita ya ustazah…?’’ tanya Resti to the point.


‘’ya.. kami masih kerabat walau jauh..’’ jawab Nabilla


‘’Resti naksir tuh Ustazah, naksir sama kak Bayu, loh ustazah…’’ ujar Tina dan itu membuat Nabilla menelan saliva nya sendiri


‘’iiisstt… jangan terlalu blak-blakan lah…malu tahu..’’ protes Resti sembari melotot ke arah Tina


‘’hmm… jadi apa yang bisa ustazah bantu..?’’ tanya Nabilla


‘’hehehe… boleh gak ustazah kenalin Resti sama kak Bayu..?’’ pinta Resti


‘’istilah nya jadi makcomblang loh ustazah…’’ ujar Putri


‘’boleh, tapi hanya sekedar memperkenalkan saja ya.. satu pesan saya, kita sebagai seorang wanita muslimah wajib menundukan pandangan..’’


‘’mana bisa ustazah, dia aja dari tadi curi-curi pandang…’’ balas Tina


‘’ Astagfirullah … ingat syaitan punya banyak cara untuk kita bermaksiat, kadang hal yang kita anggap sepele teryata begitu besar dampak nya…’’


‘’gak jadi deh ustazah… kami izin ke kamar ya ustazah…’’ balas Resti dengan wajah yang cemberut


‘’ Resti mau sholat malam aja nanti.. biar Resti sebut nama nya dalam sepertiga malam..’’ tambah Resti sembari beranjak. Lalu mengucapkan salam, diikuti juga oleh dua sahabat nya


‘’Ya Allah aku takut dengan diriku sendiri..tolong jangan jauh-jauh ya Allah, dekatkanlah aku padamu selalu..’’


‘’jika suatu saat nanti langkah ku mulai jauh darimu, jika hati, sifat dan sikapku mulai angkuh, tolong tegur aku dengan kasih sayang dari-Mu ya Allah..’’


‘’sungguh ya Allah aku masih tertatih dan sering terjatuh..’’ doa Nabilla lalu kembali bergabung dengan anak-anak didiknya, anak-anak itu pun mulai berebut untuk menunjukkan bahwa mereka sudah hafal, dan Nabilla tersenyum sumringah melihat semangat anak-anak didiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2