IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Pengakuan Clarissa


__ADS_3

Kecantikan parasmu tidak perlu di BANGGAKAN.


Kita hanyalah maklum yang bernama WANITA.. yang paling banyak di NERAKA.


🌷🌷🌷


Selesai sarapan pagi Bayu dan Nabilla pun bergegas menuju tempat dimana Bayu akan meeting, sedangkan Seto menuju kantor untuk mengurus pekerjaan yang lain.


Bayu menggandeng tangan Nabilla masuk ke dalam sebuah cafe.


"Assalamu'alaikum pak Rahmat..." salam Bayu


"waalaikumusallam pak Bayu... silahkan duduk .. silahkan duduk..." balas Pak Rahmat, relasi bisnis Bayu


"wah pengantin baru bareng terus ya..." tambah Pak Rahmat


"oh ya pak Rahmat perkenalkan ini Nabilla, istri saya.."


Nabilla pun menangkup kan tangan nya di depan dada, di balas serupa juga dengan pak Rahmat.


"saya cukup kaget dan haru saat melihat tayangan pernikahan pak Bayu dan Bu Nabilla...kapan nih resepsinya..??"


"In Syaa Allah nanti di kabari pak..."


"wah..ok..ok.. di tunggu undangan nya... kita lanjut ke agenda meeting kita kalau begitu..."


Bayu pun memulai meeting nya, sesekali mereka juga meminta pendapat Nabilla.


"wah ternyata Bu Nabilla bisa terjun ke dunia bisnis juga nih...jadi apa kegiatan Bu Nabilla saat ini.??" tanya Pak Rahmat setelah meeting selesai.


"


"belum ada Pak, masih di rumah, sesekali ikut ke studio.. untuk bisnis itu sekedar pendapat saja, saya tidak ahli di bidang itu..." jawab Nabilla


"Istri saya ini guru taman kanak-kanak pak..." ujar Bayu


"tapi pendapat mengenai bisnis menurut saya cukup bagus loh..." puji pak Rahmat


"kenapa gak ikut program dakwah yang ada di BP aja..??" tanya pak Rahmat


"saya pas lihat tayangan kajian Bu Nabilla penyampaian nya sangat mudah di pahami..." tambah Pak Rahmat


"saya masih belajar Pak, rasa nya juga belum siap jika berdakwah sampai masuk TV..." balas Nabilla


"Masyaallah,.Bu Nabilla ini begitu rendah hati..."

__ADS_1


Cukup lama Bayu dan Nabilla berbincang dengan pak Rahmat.


Kini mereka sudah kembali ke kantor, Nabilla sedang menemani Bayu melihat persiapan untuk acara malam nanti.


Nabilla melihat sekeliling saat Bayu sedang berbincang dengan beberapa kru.


Para pegawai juga menyapa Nabilla, Nabilla membalas sapaan mereka dengan santun.


"Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau kamu istri pak Bayu...??" tanya seorang wanita yang berdiri tepat di belakang Nabilla.


Nabilla pun membalikkan tubuhnya agar bisa melihat suara siapakah itu.


Saat Nabilla sudah berhadapan dengan wanita itu dan itu cukup membuat Nabilla kaget.


"Bu Clarissa..."


"kenapa gak bilang dari awal kalau anda adalah istri dari Pak Bayu...?? kenapa harus pakai ngaku anggota keluarga??" cecar Clarissa


Nabilla tersenyum tipis dari balik cadar nya


"kalau saat itu saya mengaku istri dari Pak Bayu apa Bu Clarissa akan percaya begitu saja??" tanya balik Nabilla


"dulu saya memang hanya kerabat jauh, tapi sekarang saya adalah anggota keluarga.. tidak ada kebohongan kan? saya hanya menjawab sesuai kondisi saat itu.."


"Maaf jika jawaban saya kemarin mungkin menyinggung Bu Clarissa..."


Bayu yang dari sisi lain melihat Nabilla sedang berbincang dengan Clarissa pun menghampiri mereka, Bayu bisa melihat ada amarah pada raut wajah Clarissa.


"seperti pertanyaan awal saya, apa Bu Clarissa percaya kalau saya katakan dari awal siapa saya..??" ulang Nabilla


"sayang... ada apa ini...??" tanya Bayu saat sudah berada tepat di belakang sang Istri.


Nabilla pun memutar kepalanya untuk melihat sang suami.


Dan Bayu langsung merangkul Nabilla saat sudah berada tepat di samping sang istri tercinta.


"Gak kenapa-napa Mas, hanya menjelaskan kesalahpahaman beberapa hari lalu .."


"saya suka sama pak Bayu, kenapa pak Bayu dari awal gak jujur kalau sudah menikah...??"


Bayu dan Nabilla saling melihat satu sama lain.


"maaf Bu Clarissa, tidak semua hal pribadi harus saya umbar, dan mengenai pernikahan, kami memang baru saja menikah.. dan saya memang sudah sepakat untuk mengumumkannya saat penayangan program tayangan yang saya pegang..."


"begitu cantik kah Bu Nabilla ini sampai-sampai Pak Bayu memilihnya...??" tanya Clarissa

__ADS_1


"Saya mencintai istri saya bukan karna Rupa.. karna Rupa akan menua... dan apapun alasannya saya memilih Nabilla menjadi istri saya itu bukan sesuatu yang harus saya umbar..." jawab Bayu penuh penegakan


"Kalau boleh tahu Bu Clarissa ada keperluan apa? bukankah kontrak kita sudah selesai...??" tanya Bayu lagi


"Sayang kita kesana saja ya...masih ada yang harus Mas cek .." ajak Bayu


"Mas duluan aja ya, nanti Na nyusul..." balas Nabilla sembari mengusap tangan sang Suami


"yakin...??" tanya Bayu memastikan


Nabilla menjawab dengan anggukan, sesuai permintaan Nabilla , Bayu pun meninggal nya.


"Bu Clarissa kita duduk di sana aja ya, gak enak kalau ngobrol nya sambil berdiri .." aja Nabilla


Dengan malas Clarissa mengikuti langkah Nabilla.


"saya minta maaf jika mungkin ada ucapan saya dan juga suami saya yang menyinggung Bu Clarissa..." ujar Nabilla saat mereka sudah duduk di sofa yang ada di sudut studio


"kenapa kamu menutup diri kamu seperti itu...??" tanya Clarissa menunjuk cadar Nabilla


"Kecantikan paras ini tidak perlu di umbar atau di banggakan... Kita hanyalah maklum yang bernama WANITA.. yang paling banyak di NERAKA.."


"Menutup aurat itu adalah kewajiban, sama seperti sholat, jika di tinggalkan maka dosa.."


"tapi kalau saya pakai jilbab followers saya bisa kabur semua, apalagi saya salah satu brand ambassador skin care..." balas Clarissa


"Alhamdulillah skin care wajah, bukan brand ambassador sampo..." balas Nabilla


"Allah sudah mengatur rezeki setiap hamba nya, jika kadang kita harus kehilangan, berarti itu bukan rezeki kita, In Syaa Allah.. Allah sudah menyimpan rezeki dari arah lain..."


Clarissa terdiam.


Perkataan Nabilla beberapa hari lalu sudah cukup membuat nya tak berkutik, bahkan cukup mengganggu nya.


Dan hari ini pun perkataan Nabilla tambah membuat nya tak bisa berkata lagi.


Ada rasa kecewa saat menyaksikan acara ijab qobul Bayu dan Nabilla yang di tayangkan beberapa hari lalu. Sejak pertama melihat Bayu ada rasa ingin memiliki, Clarissa selalu mencari cara untuk bisa mendekati Bayu.


Tapi sikap Nabilla membuat nya kecil hati.


"Apa ada jaminannya semua akan baik-baik saja...??" tanya Clarissa


"Allah tidak pernah menjanjikan hidup kita mudah, karna ujian itu pasti ada,.para Nabi saja di uji, apalagi kita.." jawab Nabilla


"Ombak itu tidak besar hanya kapal kita saja yang kecil... Ujian Allah itu tidak berat hanya Iman kita saja yang lemah.."

__ADS_1


"karna Allah tidak akan menguji kita melebihi dari kadar kemampuan kita hamba nya..." tambah Nabilla dengan senyum mengembang di balik cadar nya.


Clarissa bisa melihat ada senyum yang terpancar dari mata Nabilla.


__ADS_2