IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Jawaban doa


__ADS_3

Kembali ke masjid


‘’emang ada yang mau gitu dengar cerita ustazah…?’’


‘’mau ustazah..’’


‘’mau banget…’’


‘’hmmm…ok, ini cerita ustazah pribadi.. seperti yang ustazah sampaikan sebelum nya, dulu jilbab itu hanyalah sampingan aja untuk ustazah, dipakai di saat di perlukan… dan sampai dimana ustazah bertemu dengan seseorang…’’


‘’siapa dia ustazah…?’’


‘’ada lah yang pasti dia orang baik… Dia memprotes cara ustazah berjilbab, dia bilang memang benar ustazah sudah memakai jilbab, tapi aurat ustazah masih terlihat…’’


‘’dia bilang, yang namanya aurat, mau terlihat banyak atau sedikit tetap saja gak boleh, Dosa… gak ada tawar menawar, karna yang tawar menawar itu di pasar, bukan ketentuan Allah…’’


‘’gak sampai disitu, ustazah masih merasa apa yang ustazah pakai itu sudah benar, karna ustazah merasa pakaian ustazah gak ketat dan sopan…’’


‘’terus gimana lagi ustazah kelanjutan nya…’’


‘’dia bilang, menutup aurat itu sudah ada aturan nya, bukan sekedar mengenai sopan atau tidak sopan, aurat laki-laki sebatas pusat hingga lutut, dan aurat wanita itu seluruh tubuh, kecuali telapak tangan dan wajah..’’


‘’jadi mau banyak ataupun sedikit yang terlihat, hukumnya tetap sama, DOSA…’’


‘’Perintah menutup aurat itu adalah perintah Allah langsung, dan itu adalah bukti cinta Allah kepada kita kaum wanita.. semoga semua para santri-santri di ponpes Al-Hikmah ini semua bisa istiqomah ya dalam memakai jibab .. ‘’


‘’tapi ustazah, kita suka di bilang kaya ibu-ibu, sok alim, pokoknya banyak…’’


‘’semua berproses, jika kita sudah tahu hukum nya bagaimana kita mengabaikan nya..?’’


‘’ustazah tahu, zaman sekarang melihat wanita yang berjilbab besar akan jadi gunjingan, tapi melihat wanita yang telanjang mereka diam…’’


‘’dan benar kadar keimanan seorang tidak lah terletak pada pakaian nya…’’


‘’ya benar kata Ustazah Nabilla, berjilbab itu wajib, dan kita wanita di wajibkan menjulurkan jilbab kita, bukan menggulung nya ke leher, karna apa? seluruh tubuh Wanita adalah aurat..." ujar Ustazah Maryam menambahkan


"ustadzah Nabilla punya kata-kata motivasi gak nich untuk kita hari ini...?" tanya Ustazah Maryam


‘’Lebarnya kerudungku memang tidak bisa menjamin aku masuk surga, baju longgarku juga tidak menjamin aku selamat dari hisab dan azab’’ Ujar Ustazah Nabilla

__ADS_1


‘’Tapi yang aku tahu bahwa salah satu ciri perempuan-perempuan penghuni surga adalah berjilbab (tertutup) dan Allah menyukai hamba nya yang berusaha untuk taat…’’


‘’ada yang lebih penting dari pada menjadi seperti yang mereka mau, yaitu menjadi apa yang Allah perintahkan…’’


Nabilla dan Maryam pun menutup kajian mereka hari ini, merekapun menutup dengan doa. Saat kajian selesai merekapun kompak membersihkan masjid bersama-sama para santriwati.


Di tempat yang berbeda mendengar semua itu membuat Bayu teringat akan kejadian dimana pertama kali Bayu ngobrol dengan Nabilla sepulang sholat Ashar saat Nabilla sedang membuka jilbab nya, saat pertama kali Bayu mengkritik cara Nabilla dalam mengenakan jilbabnya.


Bayu benar-benar ingin segera berlari menemui wanita itu, wanita yang bernama Nabilla, Ustazah Nabilla lebih tepatnya di ponpes ini dia di panggil.


Bayu memberi kode kepada Seto bahwa dia adalah Nabilla yang dia cari.


‘’hmm..Kiai, kami permisi melihat masjid boleh..?’’ Izin Seto, dia pun jadi ikut penasaran, sekalipun dia belum yakin


‘’boleh , tapi sepertinya kajian sudah selesai, santriwati juga biasanya saat sudah selesai kajian mereka membersihkan masjid untuk sholat berjamaah..’’ jawab Pak Kiai


‘’Gak papa Kiai, kami berkeliling sebentar…’’ kali ini Bayu yang meminta izin


‘’mangga atuh, Lif tolong di antar ya…’’


Meraka pun turun dari pendopo, tapi di saat mereka baru akan menuju masjid, dua wanita berpakaian syar’i lengkap dengan cadar yang menutup wajah mereka sedang berjalan ke arah mereka.


‘’ Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh ...’’ jawab mereka bertiga kompak


‘’Sudah siap kajian nya…?’’ Tanya ustad Alif kepada kedua wanita itu


‘’sudah Bi..kami mau kembali ke asrama, oh ya tadi ada yang meliput kajian kami..’’


‘’oh ya, Abi lupa kasih tahu, kalau hari ini kita kedatangan tamu dari kota S, mereka untuk tiga hari kedepan akan meliput kegiata di ponpes kita…’’ jawab Ustad Alif


Saat Ustad Alif dan Maryam sedang berbincang, Bayu malah terdiam seribu bahasa, di tatap nya lekat bola mata wanita yang berdiri di sebelah Maryam, dia adalah Nabilla.


Tapi Nabilla dengan cepat menundukkan pandangan nya, jantung nya berdetak begitu kencang, dia sangat terkejut melihat Bayu dan Seto yang saat ini ada di hadapan nya.


‘’oh ya sayang kenalkan, ini Pak Bayu dan Seto, mereka dari salah satu stasiun tv di kota S yang sedang meliput ponpes Kita…’’ Alif memperkenalkan Bayu dan Seto kepada sang istri


‘’Dan ini Maryam istri saya..di sebelah nya ustazah Nabilla teman istri saya..’’ kali ini Ustad Alif memperkenalkan Maryam dan Nabilla kepada Bayu dan Seto


Maryam dan Nabilla secara bersamaan pun menangkupkan tangan di depan dada, begitupun Bayu dan Seto, Jika Bayu meyakini wanita yang ada dihadapan nya adalah Nabilla , tidak dengan Seto, dia bingung dan ragu.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian saat melihat wanita yang bernama Nabilla itu tersenyum di balik cadar nya


‘’Mbak Nabilla kan..?’’ Tanya Seto beberapa detik kemudian


‘’Iya To, kirain udah gak kenal sama mbak…’’ Balas Nabilla dengan senyum mengembang di balik cadar nya


Seto yang mendengar jawaban Nabilla pun mengambil aba-aba untuk memeluk Nabilla, mata nya nampak berkaca-kaca, tapi Nabilla yang sadar bahwa Seto akan memeluknya pun langsung mundur, menghentikan aksi Seto dengan tangan nya yang menghadang tanpa menyentuh Seto


‘’mbak gak kangen sama aku, setahun loh mbak seperti hilang di telan bumi…’’


‘’bukan gitu To, kangen udah pasti lah sama adek mbak ini, tapikan kita bukan Mahram…’’


‘’tunggu-tunggu..jadi Nabilla yang kita bicarakan tadi adalah orang yang sama…?’’ Tanya Ustad Alif


‘’iya pak ustadz, ini mbak Nabilla kakak sepupu saya, tapi kok bukan mahram sih..?’’ tanya Seto


‘’Bunda saya dan ibu dari seto kakak adik Ustadz…’’ Ujar Nabilla memberi tahu


‘’berarti benar.. kalian memang saudara, tapi bukan mahram,, jadi haram bersentuhan..’’ terdengar suara pak Kiai


‘’Masyaallah, ternyata Allah mempertemukan kalian dengan cara nya yang misterius ya.. tapi karna waktu sholat dzuhur sudah tiba, lebih baik kita bersiap sholat dulu ya, nanti kalian bisa ngobrol lagi..’’ tambah pak Kiai


Bayu hanya diam, sulit untuk mengekpresikan diri nya, mendengar Nabilla tadi mengisi kajian saja sudah membuatnya tak percaya, tapi saat ini wanita itu malah berdiri dihadapan nya dengan penampilan nya yang sangat berbeda jauh dengan saat pertemuan pertama mereka.


‘’kami pamit ke asrama kalau begitu kiai..’’ izin Maryam di barengi dengan anggukan Nabilla yang juga memohon izin untuk kembali ke Asrama.


Ustad Alif menepuk pundak Bayu karna melihat Bayu hanya diam seribu bahasa.


‘’yuk kita ke masjid dulu…’’ ajak Alif


‘’oh iya pak Ustad…’’ balas Bayu sedikit kaget


‘’Mas itu mbak Na loh mas…’’ bisik Seto saat mereka berjalan menuju masjid


‘’ya…’’ jawab Bayu singkat, sulit rasa nya untuk Bayu berkata, Bayu benar-benar tak percaya, suara yang tak asing, cerita yang begitu dia ingat, mata yang sempat dia lihat beberapa kali namun sempat menghilang juga, tebakan nya tidak meleset, dia adalah Nabilla, wanita yang dia cari, wanita yang dia sebut dalam doa.


‘’kok Cuma ya sih jawab nya..’’ protes Seto


‘’kita lanjut nanti, kita wudhu dulu terus lanjut sholat..’’ Jawab Bayu

__ADS_1


"ya Allah, engkau pertemuan hamba dengan nya lagi, inikah jawaban dari doa hamba..??" batin Bayu


__ADS_2