
Selesai melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah Bayu , Seto beserta Kru pun berkumpul di ruang makan pesantren, mereka makan siang bersama, awalnya Bayu akan memesan makanan online, tapi Pak Kiai meminta mereka makan siang bersama dan lagi pula semua memang sudah di persiapkan.
‘’Jadi kalian kerabat Ustazah Nabilla..? jujur saya cukup kaget’’ Tanya Ustad Alif saat mereka sudah selesai makan siang
‘’Iya Ustad, sebenarnya kita itu udah lama juga nyari-nyari keberadaan mbak Nabilla, tapi kata Bude mbak Nabilla itu memang lagi gak mau di ganggu..’’
‘’terjawab sudahkan, apa alasan ustazah Nabilla gak mau di ganggu..!” balas Ustad Alif
‘’iya…ga nyangka banget sih…’’ Balas Seto
‘’oh ya Pak Kiai, kami bisa gak ngobrol dengan Nabilla…?’’ Tanya Bayu
‘’Bisa, ada ruang kunjungan disini, nanti Nak Bayu dan Nak Seto bisa kesana, untuk Ustazah Nabilla nanti biar santri yang ngabarin, karna ruang makan kita berbeda, dan biasanya ustazah Nabilla kalau gak ada kegiatan lebih sering di asrama atau di pustaka…’’ jawab Pak Kiai
‘’Alhamdulillah, terimakasih Pak Kiai…’’ balas Bayu
🌺
Bayu dan Seto sudah menuggu di ruang kunjungan, tak berselang lama terdengar suara langkah kaki, dan itu adalah langkah kaki Nabilla, saat Nabilla sudah berada di depan pintu, Nabilla pun mengucapkan salam.
‘’ Assalamu'alaikum ….’’ Salam Nabilla
‘’ Waallaikumusallam …’’ jawab Bayu dan Seto bersamaan
Ada rasa berat untuk Nabilla melangkahkan kaki nya untuk masuk, dia benar-benar tidak menyangka akan di pertemukan dengan Bayu secepat ini.
‘’Mbak, mau di situ aja…?’’ Tanya Seto
Nabilla pun mengukir senyuman di balik cadar nya, lalu melangkahkan kaki nya untuk mendekat ke arah Seto.
Jika dulu Seto tak segan-segan duduk berdampingan dengan Nabilla, tapi tidak saat ini karna Seto membuat jarak saat duduk dengan Nabilla, penampilan Nabilla saat ini cukup membuatnya kaget, tapi dia juga tidak mungkin protes, Seto bahagia sang kakak telah menjadi lebih baik pasti nya, namun rasa kaget nya tak bisa di sembunyikan.
‘’kenapa ngilang? apa gak bisa kasih kabar? Apa gak bisa sekedar balas chat? Mbak tahu gak, aku dan mas Bayu itu udah chat mbak dan mungkin udah ribuan kali, tapi gak ada yang mbak baca… udah gak mengaggap aku saudara lagi..? kalau memang mau mondok kan tinggal bilang, jangan seperti ini mbak, bagai hilang di telan bumi…’’ omel Seto tak berhenti dan Nabilla hanya bisa mengukir senyuman di balik cadar nya, sedangkan Bayu masih diam dengan mata yang tak lepas melihat ke arah Nabilla
‘’udah ngomel nya…?’’ Tanya Nabilla
‘’tau lah, rasa nya aku tuh males mau ngomong sama mbak… kesel aku…’’ jawab Seto dengan ekspresi merajuk plus kesal
__ADS_1
‘’sebelumnya mbak mau minta maaf, bukan berniat untuk buat kamu dan semuanya khawatir tapi mbak memang lagi pengen fokus belajar disini, soal Hp… HP mbak sempat rusak, dan begitu pas mbak ambil mbak kecopetan, mbak ngehubungi Bunda pakai telfon pesantren…’’ Nabilla berusaha menjelaskan
‘’kan bisa hubungi aku juga pakai telpon pesantren…’’
‘’kan mbak gak hafal nomer kamu To…’’
‘’banyak alasan, kalau niat bisa tanya ke Bude kan..!!’’
‘’kabar kamu gimana..semua sehat kan?’’ Tanya Nabilla
‘’aku tuh rasa nya pengen ngerangkul mbak tau gak sih, gerem aku tuh…iiihhh…’’
‘’tapi mbak jadi makin cantik tahu gak sih…’’ tambah Seto
‘’eh aku dari tadi nyerocos aja yo, mas giliran mas lah yang ngomong…giliran mas Bayu kalau mau ngomelin mbak Na’’ ujar Seto yang baru menyadari dirinya lah yang sedari tadi heboh sendiri
Nabilla melihat sekilas ke arah Bayu, Nabilla benar-benar tidak berani untuk menatap mata Bayu.
‘’To, mas bisa ngobrol berdua dengan mbakmu ini..?’’ Tanya Bayu ke Seto
‘’kok izin ke aku sih…kalau aku yo monggo… mbak Na pie..?”
‘’Biarkan pintu nya terbuka, dan Seto akan nunggu di luar agar tidak ada Fitnah…’’ balas Bayu
‘’udah-udah… ngobrol aja, aku di depan siap jadi pak satpam…’’ ujar Seto sembari beranjak dari posisi duduk nya
Saat ini tinggal Bayu dan Nabilla di ruang kunjungan, tapi bukan obrolan yang terjadi suasana malah menjadi mencekap, diam seribu bahasa.
‘’kapan ngobrol nya nih…??’’ sindir Seto dari luar karna mereka hanya saling diam
‘’udah diam aja To, tunggu aja di depan.. jangan nguping…’’ jawab Bayu
‘’Mas Bayu apa kabar..?’’ Nabilla yang memutuskan lebih dulu untuk membuka obrolan, dengan terlebih dulu mengumpulkan keberanian pasti nya.
‘’Alhamdulillah seperti yan kamu lihat…kamu sendiri gimana kabar nya..?’’
‘’Alhamdulillah mas..’’
__ADS_1
‘’pantas aja kamu betah ya disini, tempat nya yang asri, lingkungan dan juga orang-orang sangat positif…’’ ujar Bayu sembari melihat ke arah jendela
‘’Alhamdulillah seperti yang mas lihat mas… Pak Kiai dan semua yang ada disini sangat baik..’’
‘’Alhamdulillah doa mas Allah kabulkan…jujur mas kaget pas berkunjung ke kota T dan dengar kamu lagi gak tahu ada dimana, Bunda juga gak mau memberitahu…’’
‘’Maaf mas, semua itu keinginan Nabilla.. sama sekali gak ada niat buat semua khawatir, tapi…’’
‘’tapi kamu udah berhasil membuat semua khawatir Na..’’ potong Bayu membalikan tubuhnya menghadap Nabilla
Nabilla tertunduk.
‘’tidak ada yang akan mencegah kamu belajar Na, tidak akan ada yang menghalangi jalan kamu, kami semua mendukung, tapi apa harus sampai memutus semua akses komunikasi?’’
Nabilla terdiam, sulit untuk nya menjawab, dia hanya bisa menelan saliva nya sendiri, baru kali ini Bayu begitu nampak tegas di hadapan nya.
‘’Maaf mas,..’’ lirih Nabilla masih dengan tertunduk
‘’ Nabilla gak bermaksud seperti itu, Na gak bermaksud membuat semua khawatir, Nabilla merasa masih jauh dari Allah, Nabilla belum bisa menjadi hamba nya yang taat, Nabilla hanya ingin bermuhasabah, Nabilla hanya manusia biasa mas, yang masih suka baper saat mendengar penilaian orang-orang, karna itu Nabilla memutuskan untuk tidak memberitahu Na sedang apa dan dimana...’’ujar Nabilla setelah mengumpulkan keberanian nya
‘’tapi kami semua adalah kerabat kamu Na, bukan orang lain…’’
‘’Mas Bayu masih ingat kan dengan obrolan kita sebelum Nabilla pulang? mas pernah bilang kita harus belajar agama, kenapa laki-laki harus belajar agama, kenapa wanita harus belajar agama, kenapa anak harus belajar agama…’’
"itu semua menyadarkan diri Na, jika diri ini masih sangat kosong... masih harus belajar.."
‘’kamu tahu Na, banyak pertanyaan, kenapa kamu tidak memberi tahu dan masih banyak pertanyaan lain nya, Qadarullah… mau marah juga gak ada faedah nya, apapun yang terjadi semua tak terlepas dari kehendak Allah…bukankah begitu..?’’
‘’kamu tahu gimana kekawatiran Mas? tapi melihat kamu saat ini itu bukti Allah mengabulkan doa-doa Mas...’’
‘’Mas bayu mendoakan Nabilla..?kenapa..?’’ Tanya Nabilla
‘’Mas juga gak tahu kenapa, tapi rasa nya menyebut nama kamu saat berdoa itu menghilangkan ke khawatiran yang ada, karna Mas yakin Allah bersama kamu …’’
Damai rasa nya mendengar pengakuan Bayu menyebut nama nya dalam doa, tapi Nabilla tak berani untuk bertanya lebih jauh lagi.
‘’Alhamdulillah mas, Nabilla disini banyak belajar…dan Mas adalah salah satu orang yang membuat Nabilla memutuskan untuk belajar lagi.. mengenal mas Bayu bagi Nabilla adalah sebuah anugrah..’’
__ADS_1
‘’tapi tidak untuk Saya Na…’’ balas Bayu dan itu membuat Nabilla mengangkat kepalanya, Mata mereka saling beradu, tapi Nabilla secepat kilat kembali menundukkan pandangan nya.