
"Terus berbaik sangkalah terhadap takdi-Nya, hingga hal-hal baik datang menyapa.
Allah hanya memberi setetes luka, lalu menggantikannya dengan kebahagian seluas samudera’’
🌷🌷🌷
Jam menunjukan hampir pukul dua dini hari Nabilla nampak masih terlelap, sedangkan Bayu terbangun dari tidur nya karna merasa haus.
Jika dulu saat terbangun bantal guling yang Bayu lihat tapi tidak lagi, Kini Nabilla lah yang pertama kali menghiasi pandangan mata nya.
‘’Setiap kali mata ini melihat wajah ini, diri ini merasakan jatuh cinta…’’ gumam Bayu lalu mencium singkat kening Nabilla sebelum beranjak dari posisi tidur nya untuk ke dapur.
Saat Bayu menuju dapur Nabilla malah terbangun, merasakan ada sesuatu yang menyentuh kening nya, di usap nya kening nya sekilas tapi tidak ada sesuatu, kemudian mata nya tertuju pada tempat dimana Bayu tidur.
‘’Mas Bayu kemana ya? Apa lebur lagi..?’’ gumam Nabilla sembari mengucek mata nya
‘’hmm.. hampir jam dua, sholat dulu aja kali ya baru cek mas Bayu di ruang kerjanya…’’
Nabilla pun beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Dan ini menjadi kali ke tiga Bayu membuat nya terkejut, karna saat keluar dari kamar mandi sudah ada Bayu di depan pintu.
‘’ Astaghfirullah Mas.. kenapa sih suka tiba-tiba nongol…’’
__ADS_1
‘’hehehe.. gak papa, kamu ngapain kok bangun..?’’ tanya Bayu
‘’Baru selesai ambil wudhu mau sholat, mas lembur lagi ya..?’’
‘’haus jadi ke dapur tadi… lupa bawa air minum tadi malam.. ya udah tunggu sebentar ya, kita jamaah…’’
Nabilla menjawab dengan anggukan.
Bayu dan Nabilla pun melaksanakan sholat malam berjamaah…
‘’ Assalamu'alaikum warahmatullahi…’’
‘’ Assalamu'alaikum warahmatullahi…’’
Senyum Bayu merekah sembari tangan kanan nya mengusap pipi Nabilla, Nabilla tak keberatan sama sekali dengan sentuhan dari Bayu.
Saat ini mereka sudah berhadapan dengan jarak yang begitu dekat.. Bayu mendekatkan wajah nya pada wajah Nabilla, dan itu membuat Nabilla reflex menutup matanya.
Senyum Bayu semakin merekah, jantung mereka saling bersahutan hembusan napas masing-asing pun bisa mereka rasakan.
‘’Apakah boleh …?’’ bisik Bayu
mendengar pertanyaan Bayu membuat Nabilla menelan Saliva nya.
__ADS_1
Tapi di detik berikutnya Nabilla mengganggu kan kepalanya pelan tanpa berani membuka mata nya, Bayu memegang tidak bertanya secara gamblang, tapi Nabilla sangat tahu akan arah pertanyaan sang suami.
Bayu tersenyum penuh kebahagian dengan jawab yang Nabilla berikan, tangan kanan nya yang tadi berada di pipi Nabilla kini berpindah ke dagu, Bayu mengangkat dagu Nabilla agar Nabilla bisa melihat nya.
Kini dua pasang mata itu saling bertatapan, Nabilla tak bisa menyembunyikan rasa malu nya, pipi nya sudah merona.
‘’Yakin…?’’ tanya Bayu lagi
Dan lagi-lagi Nabilla mengangguk , walaupun tak bisa di pungkiri sejujur nya dia merasa takut, tapi Nabilla sadar akan kewajiban nya sebagai seorang istri.
Nabilla sangatlah sadar menikah adalah ibadah terlama, nilainya setara dengan separuh agama, begitu banyak manfaat dan juga pahala di dalam nya , karna pernikahan merubah yang dosa menjadi pahala, merubah haram menjadi halal, begitu banyak pahala di setiap yang di kerjakan.
‘’Berhubungan suami istri adalah ibadah yang memberikan pahala bagi pasangan suami istri, dan bukankah sudah menjadi kewajiban istri untuk bisa memberikan itu…’’ Ujar Nabilla dengan jantung yang berdegup kencang.
Mendapatkan lampu hijau, dengan senyum merekah, dengan tatapan penuh cinta, Bayu membuka mukena Nabilla… di usapnya rambut Nabilla penuh sayang.
Dengan sigap Bayu mengangkat Nabilla kembali ke atas ranjang, di kecup nya kening Nabilla berkali-kali, Nabilla hanya bisa terpejam untuk menetralisir rasa takut nya.
Kini bibir Nabilla yang dia kecup singkat.
‘’kalau gitu kita kumpulkan pahala sebanyak-banyak nya…?’’ bisik Bayu dengan sedikit menggoda sang istri tercinta
Di awali dengan sebuah doa, doa dimana mereka meminta perlindungan agar ibadah mereka di jatuhkan dari gangguan syaitan, serta rezeki yang akan Allah berikan nantinya Allah jaga kan dari gangguan Syaitan.
__ADS_1
Selepas melaksanakan sholat sunah dua rakaat, sebelum subuh menjadi malam dimana ibadah berjuta pahala itu mereka kerjakan, dengan penuh ke ikhlasan dan cinta.