IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS

IKHLAS Seperti Surat AL-IKHLAS
Wejangan untuk sang Pengantin


__ADS_3

Semua sudak kembali ke Ponpes Al-Hikmah, suasana pesantren pun cukup ramai, bukan acara resepsi , melainkan acara tasyakuran bersama di ponpes.


Sore ini sebelum Ashar semua sudah kembali ke rutinitas biasa nya, sisa acara tasyakuran pun sudah bersih dengan bantuan santri dan santriwati semua pun cepat beres, semua mereka kerjakan bersama-sama.


Selesai melaksanakan sholat Ashar semua anggota keluarga Bayu dan Nabilla pun berkumpul di kediaman Pak Kiai.


‘’Jadi gimana rencana kalian..?’’ tanya Pak Kiai


‘’Bayu harus segera kembali ke Kota S bah…’’


‘’Nabilla juga izin pamit untuk ikut mas Bayu kembali ke kota S bah..’’


‘’Alhamdulillah, Abah senang mendengarnya, bagaimanapun kalian sudah menikah.. Abah percaya Nabilla punya banyak cara untuk bisa berdakwah di luar sana, sekalipun kamu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga itu juga sebuah keputusan yang mulia…’’


‘’Kami sudah memesan hotel di dekat daerah sini Pak Kiai, jadi kami akan menginap di hotel terlebih dahulu sebelum kembali besok.’’ Ujar Papa Wijaya


‘’loh kenapa, kan disini banyak ruangan..?’’


‘’pasukan kami banyak pak Kiai…’’ jawab Ayah Teguh


‘’baiklah apapun keputusan selama baik, saya pun mendukung…’’ balas Pak Kiai


‘’Abah punya pesan untuk kalian…’’ Ujar Pak Kiai dengan menghadap ke arah Bayu dan Nabilla, Bayu dan Nabilla menyimak


‘’Pernikahan yang tidak ada sedihnya itu adanya di surga. Pernikahan yang tidak ada berantemnya itu juga adanya di surga. Pernikahan yang tidak ada keributan dan kebisingan itupun adanya hanya di Surga…’’


‘’Jangan mendamba pernikahan yang tanpa masalah, sebab…yang kalian harapkan adalah sebuah kemustahilan. Jangan berharap rumah tangga yang tanpa pertengkaran, sebab…kalian hanya akan mendapati kekecewaan…’’


‘’Beritahu hatimu bahwa realita kehidupan memang seperti itu adanya. Bahagia dan berduka silih berganti kedatangan nya. Maka ajaklah hatimu berdamai. Ajaklah untuk selalu siap dalam segala kondisi…’’


‘’Peliharalah iman didalam hati, sebab hanya itu satu-satunya yang dapat memudahkan kita mengarungi bahtera bernama Rumah Tangga, yang di dalamnya mungkin sulit…’’


Bukan hanya Bayu dan Nabilla yang mencerna setiap wejangan yang di sampaikan oleh Pak Kiai, semua pun ikut mencernanya, memahami nya.


" In Saya Allah Bah... kami akan ingat pesan-pesan Abah..." balas Bayu


‘’Na…’’ panggil Maryam yang duduk tepat di sebelah Nabilla

__ADS_1


‘’iya kak…’’


‘’Kakak juga masih belajar dalam mengarungi bahtera yang bernama rumah tangga ini, tapi ada salah satu pesan Ummi saat kakak sudah sah menjadi istri dari ustad Alif..’’


‘’apa itu? Apa boleh Na tahu..?’’ tanya Nabilla


‘’Kamu itu adalah sabahat dan adik ku… tapi setelah menikah sahabat terbaik perempuan yang telah berstatus istri ialah suaminya, tempat berkeluh kesah dan melabuhkan penat ialah pada pundak suaminya…’’ ujar Maryam


‘’Dan untuk kita para lelaki yang sudah bergelar suami, Ingatlah bahwa di dalam istrimu terdapat keberkahan di dalamnya. Jangan sampai disakiti, jangan sampai di lukai. Jaga dan muliakan . Bahagiakan dan sayangi… ‘’ Kali ini Ustad Alif yang menyampaikan pesan


‘’Karna setelah menikah, ia rela mengabdi kepadamu, meninggalkan sahabat yang sejak kecil bersamanya, yaitu orang tua nya..’’ tambah Ustad Alif


Bayu pun merangkul Ustad Alif.


‘’Wanita adalah Cerminan dirimu…’’ Ujar Pak Kiai lagi


‘’maksudnya cerminan itu yang ini ya bah...laki-laki baik untuk perempuan baik dan sebaliknya itu ya bah..?’’ tanya Bagas


‘’ya bisa masuk dalam kategori itu..’’ jawab Pak Kiai sembari melihat ke arah Bagas dengan senyuman


‘’Banyak makna dari dalil ini…’’ balas pak Kiai


‘’baik dengan baik, buruk dengan buruk, berarti kalau baik dapat buruk gimana donk..?’’ tanya pak Kiai sambil memainkannya alis ke arah Seto


‘’Jodoh adalah cerminan diri.. tapi ada yang sadar gak sih, cermin itu memiliki tiga pantulan..’’


‘’pertama , ada yang memantulkan sama seperti asli nya, itu artinya baik dengan baik, tinggal bagaimana kita menjaga nya, agar kebaikan itu menjadikan pasangan itu lebih baik, lebih istiqomah..’’


‘’kedua , ada yang memantulkan hasil lebih cantik dari asli nya, itu artinya kita diminta bermuhasabah memperbaiki diri, agar hasil pantulan dan aslinya bisa sama.. agar bisa menggapai keridhoan nya..’’


‘’ketiga, ada yang memantulkan hasil lebih buruk atau buram, itu artinya kita bertugas, bagaimana agar kita bisa merubah hasil pantulan itu sama cantiknya dengan yang asli.. kita bertugas membawa pasangan kita di jalan yang lurus, jalan yang Allah ridhoi,,,’’


‘’seperti yang abah sampaikan, pernikahan itu tidak mudah, semua punya perjuangan nya dalam menggapai Jannah nya Allah…’’


‘’huuft, seto masih banyak yang harus di muhasabah..’’ ujar Seto


‘’untuk kita para suami, Jika kamu menginginkan wanita atau istri yang baik, kamu harus memperlakukan dia dengan baik terlebih dahulu..’’ pesan pak kiai

__ADS_1


‘’ Cinta seorang wanita itu bisa muncul karna kasih sayang seorang lelaki. Kebencian wanita muncul karena kebohongan lelaki’’


‘’Keluhan wanita muncul akibat sikap dingin lelakinya.. Kebahagiaan wanita muncul karena sifat hangat dan kasih sayang lelakinya ’’


‘’ Dan satu lagi… kecantikan wanita itu karena di manjakan oleh lelakinya..hehehe…’’ Nada Serius Pak Kiai kali ini berubah karna ada nya tawa kecil yang terselip


‘’wah ini ujung-ujung nya ke skin care nich…’’ kali ini Papa Wijaya yang bersuara


‘’mana skin care lebih mahal dari beras sekarung, kepakai Cuma beberapa pekan… Bunda Skin care nya air wudhu aja kan Bun..??" kali ini Ayah Teguh yang buka suara


Pembicaraan serius penuh makna itu sesekali di sertai tawa kecil , tawa bahagia


‘’jaman dulu mah cukup bedak Vi-Va.. sekarang rangkaian nya banyak ya kan..’’ Balas Pak Kiai, ternyata pak Kiai tahu juga dengan Skin care


‘’gak bisa di pungkiri Bah perkembangan jaman, para Ibu rumah tangga butuh perawatan, usaha seorang wanita agar suami gak melirik ke yang lain..." Balas Ummi


"Sebab sudah menjadi hukum alam bahwasanya wanita akan terlihat biasa-biasa saja saat sudah menjadi milikmu (lelaki) . Malah justru kadang dia terlihat istimewa di mata lelaki lain, untuk itu para lelaki harus banyak-banyak bersyukur atas wanita yang menemaninya sekarang.." tambah Ummi lagi


‘’intinya… semakin baik kamu memperlakukan wanitamu, maka dia akan berubah menjadi malaikat yang baik , yang selalu mencintaimu, dan memberikanmu yang terbaik…’’ ujar Pak Kiai


‘’tapi jika kamu memperlakukan wanitamu dengan tidak baik, maka wanitamu akan berubah seperti dirimu.. Wanita adalah cerminan dirimu…’’ tambah Pak Kiai


‘’ya benar sekali wejangan-wejangan yang pak Kiai dan ummi sampaikan.. kami pun jadi ikut belajar, sekalipun sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga, kita memang tetap harus terus belajar, terutama belajar menjaga cinta yang ada,agar semakin hari semakin bertambah bukan malah semakin berkurang…’’ ujar Papa Wijaya


Ayah Teguh berdiri dari posisi duduk nya menghampiri sang Putri, Maryam yang tahu itu pun beranjak berpindah posisi


Ayah Teguh mencium ubun-ubun sang Putri yang berbalut jilbab..ada air mata yang ayah tahan tapi tidak dengan Nabilla.. air mata nya menetes, begitu dalam rasa nya ciu-man sang ayah pada ubun-ubun nya.


‘’pesan Ayah untuk anak perempuan Ayah ini, setelah menikah berusahalah menjadi sebaik-baik nya istri untuk suamimu. Penuhi segala hal yang ia butuhkan. Layani segala keperluan nya. Dan manjakan ia dengan sesuatu yang membuatnya senang dan bahagia..’’ Nasihat Ayah Tegus sembari menangkup pipi Nabilla


‘’Jangan menyombongkan diri di hadapannya. Dan Jangan bersuara tinggi di depannya. Bersikaplah dengan sikap yang terbaik, Hingga tak ada yang suamimu lihat dari dirimu, kecuali hanya kebaikan dan kebaikan…’’ tambah Ayah Teguh lagi


‘’itulah Rumah Tangga Surga yang diimpikan oleh setiap orang, namun..takan mungkin bisa terwujud kecuali kita beriman…’’ tambah Ayah Teguh lagi


Nabilla tak sanggup untuk menjawab hanya anggukan yang mampu dia berikan.


Wejangan demi wejangan, Nasihat demi nasihat untuk mereka memandang banyaknya yang menyayangi mereka.

__ADS_1


__ADS_2