ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
10| Salah Paham


__ADS_3

Hari menjelang siang, Fuyi bergegas untuk segera pulang dari sekolah menuju tempat bekerja.


“Kau mau pulang?” tanya Ersha yang mengikuti Fuyi berjalan di depannya, kini Ersha berjalan di samping Ersha.


“Iya” jawab Fuyi.


“Mau pulang bareng?” tanya Ersha, dan Fuyi pun mengangguk kan kepalanya.


Setelah beberapa menit berjalan cukup lama, Fuyi berkata jika dirinya harus menuju dimana dirinya berkerja. Dan mereka berdua berpisah di salah satu gang jalan, karena arah jalan mereka yang tidak sama.


Fuyi pun tiba di tempat ia bekerja, ia pun segera mengganti seragam sekolah nya dengan baju biasa. Karena di tempat ini tidak dikenakan dengan baju seragam.


Fuyi bekerja dengan keras dan giat, semua yang ia kerjakan menghasilkan kerja yang sangat amat bagus.


Tak terasa waktu berjalan cukup cepat, kini matahari telah berada di barat. Dengan langit yang sudah berubah warna menjadi orange.


“Hufft” Fuyi menghela nafasnya sembari meregangkan otot-ototnya.


“Fuyi, hari ini aku akan pergi karena ada urusan, jadi kau pulanglah terlebih dahulu” ucap Krish.


“Baiklah” ucap Fuyi.

__ADS_1


Tepat di depan gedung pabrik rajut itu Fuyi melambaikan tangannya kepada Krish yang semakin lama bayangan nya semakin mengecil dan menghilang.


“Aku sangat rindu pada handphone ku” monolog Fuyi sembari melangkah pergi meninggalkan pabrik tempatnya bekerja.


“Aku juga sangat rindu pada motor kesayangan ku, hufft. Sungguh kuno” monolog Fuyi kembali, dirinya sungguh jenuh dengan tidak adanya alat dan teknologi modern.


Fuyi berjalan dengan memandang langit yang berubah warna menjadi hitam dengan bulan yang menjadi penerang.


Baru selangkah kaki Fuyi menapak tepat akan memasuki pagar tinggi yang berada di rumah milik Krish. Namun sebuah suara mengurungkan niat Fuyi untuk terus melangkah, “Woww!, apakah ini rumahmu?” tanya Juleo dengan alis terangkat serta senyum mengejek.


“Sejak kapan kau disini?” Fuyi tak menjawab pertanyaan Juleo, namun dirinya malah memberikan sebuah pertanyaan.


“Aku tadi sedang berjalan-jalan, lalu melihat seorang pengemis yang tiba-tiba ingin masuk ke sebuah istana megah” Juleo berucap demikian dengan tujuan mengejek Fuyi. Dirinya ingin melihat bagaimana reaksi Fuyi.


“Siapa lagi jika bukan dirimu, yang berjongkok di pinggir jalan sembari menundukkan kepala” ucap Juleo.


“Saat itu aku tidak mengemis, dan aku juga bukan pengemis” kilah Fuyi masih dengan rasa sabar menghadapi Juleo yang ingin menjatuhkan harga dirinya.


“Wuahh, benarkah? Setelah kau mengemis di pinggir jalan, sekarang kau punya rumah semegah ini. Ckckck, ini mah pasti maling tingkat elit, cuih” lagi-lagi Juleo mengejek Fuyi dengan kata-kata yang sangat menusuk.


Untuk kali ini sudah keterlaluan, wajah Fuyi sudah merah padam mencoba meredam emosi nya. Namun ini benar-benar sudah kelewat batas. “Kau-” belum sempat Fuyi melanjutkan kata-katanya, Krish yang telah tiba segera memotong ucapan Fuyi.

__ADS_1


“Jangan pernah kau merendahkan harga diri seseorang. Dan jangan pernah kau menuduh seseorang tanpa sebuah bukti, hanya karena kau melihat dirinya beristirahat di pinggir jalan, kau sudah berpikir bahwa dirinya adalah pengemis? Hanya orang bodoh yang berpikir dengan cara seperti itu” dengan cepat Krish memotong ucapan Fuyi dengan emosi yang sudah tinggi. Namun Krish tidak ingin menyelesaikan masalah dengan adu jotos.


“Cih, pahlawan kesiangan baru datang” decih Juleo sembari tersenyum remeh.


“Kau memang orang bodoh. Menilai seseorang hanya dari luar nya saja. Asal kau tahu, dia adalah gadis hebat. Di akhir sekolah nya dirinya menyempatkan diri untuk bekerja menopang hidupnya sebatang kara.


Dilanjutkan malam harinya ia bekerja di sebuah rumah yang besar sebagai maid. Dirinya pasti sangat tertekan, jadi jangan pernah menghina seseorang sebelum mengetahui apa yang terjadi.


Pikirkan jika dirimu menjadi Fuyi saat ini, dan Fuyi akan mengolok-olok dirimu sebagai pengemis dan maling. Bagaimana dengan hati kecilmu?” Krish berbicara begitu panjang, dan Fuyi hanya menundukkan kepala nya karena ia merasa terharu dengan ucapan Krish.


Dan Juleo pun termenung, dirinya masih mencerna kalimat yang baru saja Krish katakan. Jika saat ini Juleo berada di sisi Fuyi, hatinya pasti sangat tersakiti dengan hinaan yang ia ucapkan.


“Ayo, segera masuk dan bersihkan dirimu. Jika anda berkenan anda juga bisa mampir sebentar” ajak Krish mengajak Fuyi segera masuk dan juga mengajak Juleo.


“Tidak, terimakasih atas tawaran nya” ujar Juleo masih dengan termenung.


Setelah mendapat jawaban dari Juleo, Krish segera mengajak Fuyi untuk segera memasuki rumahnya. Sampai di rumah Fuyi segera membersihkan dirinya dan memakai seragam khusus maid.


Fuyi segera bekerja pada malam hari ini, dirinya membersihkan beberapa ruangan yang telah diperintahkan oleh kepala maid. Dengan kerja keras akhirnya Fuyi sudah selesai dengan pekerjaannya.


Pukul 10 malam, Fuyi sudah bersiap untuk tidur dan beristirahat. Ia pun segera memejamkan matanya dan memasuki alam mimpinya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2