ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
3| Kejutan & Psikopat


__ADS_3

Garis finish sudah terlihat di depan mata, kini kedua pembalap itu saling menambah kecepatan dengan sengit. Sedikit lagi garis itu tercapai.


Dan Tio lah yang berhasil melewati garis finish terlebih dahulu. Geng Atmosver besorak gembira dengan kemenangannya. Berbeda dengan geng Ceats, semua anak buah Caca menghampiri Caca. Menang kalah tak masalah bagi mereka


“Lo liat kan, Atmosver lebih unggul daripada Ceats!” seru Tio dengan lantang di depan Caca.


Caca yang berdiri di depan para anak buahnya, dengan helm yang masih melekat di kepalanya. Tio menyeringai penuh kemenangan, dengan gadis barunya yang ikut menyeringai berdiri disampingnya.


“Cih” decih Caca dengan keras.


Kini hening, terlihat dari dua kubu. Atmosver dengan seringai kebanggaannya serta tatapan sinis. Ceats dengan tatapan datar dan dingin, menatap geng Atmosver.


Tangan Caca bergerak untuk melepas helm miliknya. Kini wajahnya terlihat, setelah sekian lama tak ada yang mengetahui ketua dari geng Ceats. Namun dari geng Atmosver masih belum ada yang mengenali Caca karena masker yang ia pakai.


Alisnya yaang tebal, dengan matanya yang tajam. Caca menatap Tio dengan penuh rasa benci. Sedangkan Tio menatap Caca dengan menantang.


“Cewek kok jadi ketua geng, ya jelas kagak bisa kuat. Nyatanya balapan sama geng Atmosver aja kalah, cih” Tio berbicara dengan begitu sombong serta meludah ke sembarang arah.


“Jaga ucapan mu ferguso” ucap Caca dengan suara beratnya. Caca segera melepas masker yang tadi melekat di wajahnya, kini dengan jelas terpampang wajah Caca di depan geng Atmosver.


Nafas Tio tercekat seketika, saat melihat wajah Caca. Dengan Caca yang menyeringai menatap Tio dengan penuh arti.


“Sombong banget Lo, menang gitu aja bangga, cih” decih Caca.


“C-Ca” panggil Tio dengan tercekat.


“Apa? Kaget Lo?” tanya Caca dengan wajah yang masih menyeringai.


“Cepat urus geng brengsek itu! Dan bawa ketuanya untuk menghadap ke gue” tegas Caca dengan dingin.

__ADS_1


Dengan segera anak buah Ceats menyerang geng Atmosver dengan brutal. Dengan Ceats yang terdiri dari 80 anak buah, sedangkan Atmosver terdiri 100 anak buah. Memang perbedaannya tak terlalu banyak, namun geng Ceats lebih beringas dan kuat daripada geng Atmosver.


----


Sebuah ruangan dengan pencahayaan sebuah lampu gantung yang tak terlalu terang. Dengan Tio yang disekap di sebuah kursi, kedua tangan dan kakinya sudah diikat menggunakan tali. Terlihat beberapa luka lebam di wajah Tio.


“Ck,ck,ck. Gue beri Lo kejutan ya? Reaksi Lo gimana? Kaget atau b aja?” tanya Caca yang berdiri di depan Tio.


“Cih, b aja. Emangnya kenapa? Kejutan Lo kagak buat gue kaget, emangnya gue peduli itu Lo atau bukan. Gue gak peduli!” sentak Tio.


“Ooh, jadi selama ini Lo cuma sandiwara pas sama gue?” tanya Caca yang masih dengan raut wajah datar.


“Lebih tepatnya, Lo itu cuma bahan taruhan” ucap Tio dengan tatapan rendah ke arah Caca, namun di sambut gelak tawa oleh Caca hingga mengeluarkan air bening di sudut matanya.


“Oke-oke. Gue percaya, dan sekarang gue mau balas semua perbuatan Lo yang kurang ajar itu. Tapi gue masih punya belas kasihan, jadi gue cuma mau siksa Lo bukan bunuh lo” ucap Caca dengan menyeringai.


“Gue kagak takut bego!” sentak Tio dengan wajah menyeringai nya, seakan memberikan sinyal bahwa ia menantang Caca.


Kini Caca mengeluarkan cambuk dan segera menyabet seluruh tubuh Tio menggunakan cambuk itu dengan keras. Dengan sesekali Tio mengerang karena kesaktian. Sudah 100 kali Caca menyiksa Tio menggunakan cambuk.


Sebuah pisau lipat Caca keluarkan dari balik hodienya. Dengan seringainya yang tak pernah hilang, serta wajah kepuasan melihat Tio tersiksa. “Lo gilaaa!” sentak Tio.


“Kenapa? Lo baru tau kalo gue gila? Ck,ck,ck. Kasehan” ucap Caca.


Srett


“Arghhhhh” erang Tio.


Caca dengan puasnya melukis gambar abstrak di lengan, wajah serta punggung Tio yang sedari tadi tak memakai baju. Terlihat degan jelas luka lebam serta lecet dari hasil cambukan Caca.

__ADS_1


Sekarang ditambah dengan gambar abstrak yang mengeluarkan darah segar. “enak gak? Kalo kurang sakit Lo harus bilang, biar gue tambahin sakit lagi” ucap Caca, dan Tio hanya berdecih. Membuat Caca semakin gencar menyiksa Tio.


“Kalo gue ambil salah satu mata Lo kayaknya bagus deh” ucap Caca dengan kekehan di akhir kalimat. Membuat Tio semakin menciut ketika Caca mengarah pisau lipat itu tepat di depan mata kanannya.


Disini yang antagonis siapa? Caca atau Tio? Mereka sama-sama berbuat kejahatan, dengan Tio yang berselingkuh dengan gadis lain. Sedangkan Caca menyiksa tubuh Tio dengan brutal.


“ARGHHHH” Tio berteriak dengan sangat kencang saat pisau lipat itu tepat menusuk mata kanannya.


“Ups, maaf” tukas Caca dengan nada disengaja.


Darah segar mengucur deras dari mata kanan milik Tio. Darah itu mengucur dengan deras, mengalir ke pipi hingga berjatuhan ke lantai.


“Gue gak habis pikir, gadis kayak Lo ternyata bisa jadi psikopat” ucap Tio yang dengan nafas tersengal-sengal.


“Hohoho, memangnya kenapa? Takut kah?” Caca tertawa renyah mendengar ucapan Tio.


“Gimana kurang sakit? Kalo perlu gue juga bisa ambil mata Lo yang itu. Atau telinga, atau hidung mu? Hmm.. kayaknya jika mulut Lo yang di robek kayaknya lebih bagus” ucap Caca dengan menyeringai.


“Cukup Ca-” belum selesai Tio berucap, namun Caca sudah mencengkram rahang Tio dengan kuat membuat perkataan Tio terhenti.


Pisau lipat itu berjalan dengan lembut di ujung bibir Tio. Berjalan ke belakang hingga mencapai telinga, dan seketika darah kembali mengalir.


“Ck,ck,ck bagus banget karya gue” decak Caca dengan kagum.


“C-Ca cukup” ucap Tio dengan terbata.


“Ayolah Tio, ini baru permulaan. Belum mencapai goresan akhir” ucap Caca yang terdengar menyayat telinga Tio.


Pisau kecil namun tajam itu kembali menggores ujung bibir hingga telinga bagian kiri Tio. Darah kembali terlihat, membuat Caca berdecak kagum.

__ADS_1


“Lo kayak Joker tau, lebih mirip kalo mulutnya juga di iris” Caca menyeringai dengan lebar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2