ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
19| Cemburu


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi, semua murid di sekolah elit itu pun berhamburan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.


Berbeda dengan Fuyi dan Juleo yang masih berada di dalam kelas.


“Aku akan mengantarmu pulang, tidak ada penolakan!” tegas Juleo dengan nada tak terbantahkan.


“Ck kau ini, aku masih ada ekstra jadi pulang sore.” ucap Fuyi sembari membersihkan beberapa alat tulisnya.


“Baiklah, aku akan menunggumu sampai selesai.” ucap Juleo.


Fuyi pun hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. Ia segera berdiri dan pergi dari kelas tersebut, diikuti Juleo di belakangnya.


Dengan cepat Juleo segera menarik tangan Fuyi untuk ia genggam. Berjalan sembari bergandengan tangan, seperti kekasih yang sangat cocok.


“Hufft, kau ini kenapa menempel terus?!” tanya Fuyi dengan frustasi, sedari tadi Juleo selalu mengikuti kemana Fuyi pergi membuat ia risih.


“Aku tidak ingin kau dekat-dekat dengan Ersha si wajah panci!” sarkas Juleo dengan wajah seramnya.


“Terserah kau saja lah.” ucap Fuyi dengan menghembuskan nafas frustasi.


Hari sudah menjelang sore, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dan ekstra pun sudah berakhir, kini kedua manusia berbeda jenis itu sedang ribut di depan toko tempat Fuyi bekerja.


“Lebih baik kau pulang! Jangan menempeli ku terus!” usir Fuyi dengan frustasi, dirinya sangat di buat pusing oleh semua perlakuan Juleo.


“Tidak! Aku tidak mau pulang! Aku ingat disini bersamamu!” tegas Juleo dengan garang.


“Aku akan melaporkan mu sebagai penguntit kepada kantor polisi!” sentak Fuyi.


“Kantor polisi?” tanya Juleo dengan bingung.


“Iya kantor polisi, lalu kau akan di penjara di dalam jeruji besi selama 5 tahun!” sentak Fuyi dengan menggebu-gebu, dirinya lupa bahwa ia sedang berada di dunia komik. Berbeda dengan dunia nyata sebelum ia masuk ke dunia ini, disini mana ada yang namanya kantor polisi? Tentu saja tidak ada.


“Kau tidak perlu mengancam ku dengan ucapan mu itu. Aku tidak akan takut pada semua ancaman mu!” seru Juleo dengan tersenyum smrik.


“Oh baiklah, kalau begitu berhenti mendekati ku!” seru Fuyi dengan geram.


“Tidak!!” sentak Juleo dengan mata yang melotot. Mana tahan ia jika sehari saja tidak menempel pada Fuyi.


“Kalau begitu kau duduk manis di kursi, jangan menganggu ku!” titah Fuyi.

__ADS_1


Fuyi sedang bekerja setelah ia menyelesaikan ekstra nya, untuk hari ini ia akan lembur. Karena mulai saat ini toko tempatnya bekerja membuka toko tersebut dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam.


“Baiklah.” jawab Juleo dengan wajah kusut, lesu, tak bertenaga.


Dengan cepat Fuyi segera bekerja, kesana kemari melayani pelanggan yang datang ke toko tersebut. Toko ini lumayan besar dan selalu banyak pengunjung yang datang.


Sudah 2 jam lebih Juleo duduk di kursi dengan memandangi Fuyi dengan lirikan yang tajam. Sedari tadi Fuyi melayani pengunjung dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.


Juleo menggeram kesal saat Fuyi melayani sekelompok anak remaja laki-laki yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya. Fuyi tersenyum ramah dan sopan kepada sekelompok remaja itu.


Namun Juleo harus tahu situasi saat ini, ini adalah tempat umum. Terlebih lagi bahwa tempat ini adalah tempat dimana gadis bodohnya itu bekerja.


“Sampai jumpa, terimakasih telah datang ke toko kami.” ucap Fuyi kepada pengunjung terakhir di toko tersebut.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, menandakan bahwa toko segera tutup.


Fuyi mengganti baju seragamnya di ruang salin, setelah selesai ia pun bersiap untuk segera pulang. Ia sampai tak memikirkan keberadaan Juleo yang masih duduk di kursi dari tadi.


Fuyi berjalan menuju rumahnya, namun ia terhenti tangannya di cekal oleh seseorang. Ia melihat Juleo lah pelakunya, Fuyi memutar bola matanya malas. Mau apa lagi laki-laki ini?


“Apa mau mu?” tanya Fuyi dengan malas, namun tak kunjung mendapat jawaban dari mulut Juleo, malah ia menangkap wajah Juleo yang sedang merah padam menahan amarahnya.


Fuyi mengangkat salah satu alisnya, seakan ia bertanya ‘Apa?’. Juleo segera menarik Fuyi ke sebuah danau yang cukup luas.


“Yi..” panggil Juleo yang memandang wajah Fuyi dengan sendu.


Sementara Fuyi yang sedari tadi melihat pemandangan di depan matanya pun menolehkan kepalanya menatap Juleo dengan tatapan heran.


“Aku tidak suka kau menebarkan pesona kepada lelaki lain.” ucap Juleo dengan sendu se-sendu-sendunya.


“Well, kenapa begitu?” tanya Fuyi dengan heran, berbeda dengan apa yang ia katakan dalam hatinya.


“Jamet Lo Juleo, gue hidup di dunia ini gak bakal gue sia-siain lagi. Ada cogan ya langsung di pepet lah!” umpat Fuyi dalam hatinya dengan kesal.


“Pokoknya aku kamu tidak boleh menebar pesona pada laki-laki lain, apalagi berdekatan dengan mereka, hiks.” ucap Juleo dengan kedua matanya yang sudah memerah menahan tangis. Tubuhnya sesegukan dan bergetar karena sudah lama menahan tangisnya.


“Mulai lagi si jamet!” umpat Fuyi tentunya masih dalam hati. Ia sangat frustasi dengan sikap Juleo yang selalu manja pada dirinya.


“Kamu hanya milikku, dan kamu tidak akan pernah aku lepaskan.” ucap Juleo dengan air mata yang sudah berjatuhan.

__ADS_1


Juleo dengan cepat menarik tubuh Fuyi untuk ia peluk. Juleo menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Fuyi, masih dengan tangis sesegukan nya.


“Nggak papa kali ya gue kek gini, jarang-jarang gue deket yang spek pangeran kek gini.” ucap Fuyi dalam hatinya dengan girang.


“Hmm..” dehem Fuyi sembari mengelus punggung Juleo dengan lembut.


“Jangan tebar pesona lagi, aku mohonn..” ucap Juleo dengan wajah melasnya.


“Hufft, tapi kalau cogan ya tidak apa-apa lah. Sekali-kali tebar pesona.” ucap Fuyi dengan kekehan di akhir kalimat.


Dengan cepat Juleo menarik kepalanya, namun tangannya masih melingkar di perut Fuyi.


“Cogan?” tanya Juleo dengan bingung lagi.


Fuyi menepuk jidatnya, ia lupa bahwa ia sekarang berada dalam dunia komik. Dan pastinya dunia ini sangatlah jauh berbeda dengan dunia nyata.


“Iya cogan, cowok ganteng. Aduh kalau ganteng-ganteng aku bakal tebar pesona di depan mereka. Biar mereka terpesona kepadaku.” ucap Fuyi dengan pikiran yang sudah memikirkan banyaknya cogan kerajaan yang mengelilinginya.


“Tidakkk!! Pokoknya tidak boleh! Tau ah!” sentak Juleo dengan cepat, dirinya marah lebih tepatnya cemburu. Ia melepaskan pelukannya dari pinggang Fuyi, dan merajuk dengan wajah yang kesal memandang danau.


“Udah malem, aku pulang dulu nanti di cari sama kak Krish.” ucap Fuyi dan bersiap untuk pulang.


“Tidakk! Hiks, jangan pergi dulu.” seru Juleo dengan cepat, ia segera menahan Fuyi agar tidak pulang. Wajahnya sudah basah karena air mata yang tumpah berkali-kali, dirinya merasa benar-benar cemburu.


Bagaimana tidak, tadi Fuyi tebar pesona di tempat dirinya bekerja, membicarakan tentang cogan, lalu kini dengan tidak peka nya malah pulang karena takut di cari oleh Krish. Yang benar saja, batin Juleo.


“Pliss jangan pergi dulu, hiks.” tangis Juleo sembari memeluk tubuh Fuyi dengan erat. Wajahnya sudah ia tenggelam kan di ceruk leher Fuyi.


“Kau ini..”


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


WARNING⚠️⚠️⚠️


Typo berada disini, disana, disono.


Pokoknya benerin sendiri ye, kalian kan pada pinter. Oh iya gimana menurut kalian novel ini? Alay apa lebay? Kalo alay ntar aku ganti sifatnya.


Komennn readers, gw tunggu komen sama jempolan dari kalian🤓💫🤟

__ADS_1


Papay, sayonara'.


Terimakasih


__ADS_2