ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
28| Ulang Tahun


__ADS_3

Music : Ghost-Justin Bieber


Fansnya Justin mana sih😭 candu suaranya woy, jan lupa ketampanannya 😭💅


---------------------------------------------------------------


“Kau bereskan semua mayat, makamkan mereka di pemakaman istana!” titah John dengan tegas menatap ke arah lelaki yang tadi memberikan informasi tentang para prajurit.


“Baik tuan!” lugas lelaki tersebut.


“Temui kepada Tuan Yang Mulia Xavier, dan cari siapa yang telah berani membunuh prajurit Xavier!” ucap John dan dijawab anggukan kepala oleh lelaki tadi.


“Coba saja kalau bisa, gue akan bunuh Xavier duda itu!” sentak Aaric dalam hatinya.


Setelah selesai dengan percakapan tersebut, John dan Aaric pun segera bergegas untuk menyelesaikan misi pembunuhan Krish.


John dan Aaric sudah bersembunyi di balik pohon yang tak terlalu jauh dimana sebuah jalanan yang cukup lenggang dan sepi. Jalanan itu memang sepi tak pernah di lewati orang, namun Krish selalu lewat jalan tersebut agar cepat sampai rumah.


“Berikan aku belati!” bisik John pada Aaric yang berada di sampingnya.


“Ini tuan.” ucap Aaric sembari memberikan sebuah belati berukuran sedang.


Aaric akan membunuh John sekarang juga, tak bisa di undur lagi karena Krish akan segera lewat, tinggal 10 menit lagi Krish akan lewat.


“Tuan, aku akan kebelakang dulu untuk melihat Krish sudah datang atau belum.” ucap Aaric dan di jawab anggukan oleh John.


Aaric berjalan pelan kebelakang, terlihat John yang masih fokus dengan situasi. Aaric segera mengambil belatinya dan bersiap untuk menusuk John dari belakang.


Berjalan pelan ke depan tanpa menimbulkan suara, Aaric mengarahkan belatinya tepat lurus ke depan. Satu langkah lagi..


Srekk..


Tanpa aba-aba John berbalik dan menghadap Aaric, namun John hanya melihat Aaric yang sedang mengasah belatinya. Sesekali melihat belati tersebut yang sudah mengkilap tajam.


“Ada apa tuan?” tanya Aaric dengan tampang polos ny, mencoba menyembunyikan apa yang ia perbuat tadi.


“Tidak, aku tadi hanya merasa ada orang yang ingin membunuhku.” ucap John dengan raut wajah kebingungan.


“Mungkin itu hanya firasat mu tuan, tenanglah aku bersamamu aku akan menjagamu tuan.” ucap Aaric dengan tersenyum, di balik senyum tersebut tersirat sesuatu yang berbau psikopat.


“Hm kau benar mungkin ini hanya firasat ku.” ucap John, ia pun segera berbalik dan melihat jalanan yang sepi menunggu kedatangan Krish.


“Stupidd!!” ejek Aaric dalam hatinya sembari tersenyum remeh. (Stupid : bodoh)


Aaric bersiap dengan belati yang baru saja ia asah. Mengangkat nya ke arah langit dan memandangi nya belati tersebut, terlihat begitu mengkilap dan tajam.


“Bersiaplah ajal sudah dekat John,” desis Aaric dengan sangat lirih.

__ADS_1


Aaric segera berlari tepat di belakang John dengan belati yang sudah lurus siap menusuk jantung John.


Srek...


Namun John kembali lagi berbalik menahan tubuh Aaric.


“Sudah kuduga bahwa kau lah yang ingin membunuhku. Caramu kurang bersih sobat, cih.” ucap John dengan tangan yang masih menahan tubuh Aaric dengan belati yang sama sekali belum menyentuh tubuh John.


“Oh ya? Bagaimana kalau yang ini?” tanya Aaric.


Seketika sebuah belati berukuran kecil melayang entah dari tepat menusuk mata kanan John.


“Arghhhh...!!” erang John yang kesakitan mencoba mencabut belati kecil dari mata kanannya.


“Sssttt diamlah, jangan berteriak nanti ada yang melihatmu!” ucap Aaric dengan jari telunjuk menyentuh bibir John mengisyaratkan untuk diam.


Seketika itu pun Aaric dengan cepat membungkam mulut John dengan sapu tangan yang tadinya ia gunakan untuk membunuh para prajurit.


“Ajal mu datang John!” desis Aaric dengan senyum smriknya.


Dengan pelan belati berukuran sedang yang Aaric pegang pun menusuk dada John. Pelan sekali namun jelas bahwa belati itu sudah menusuk di bagian dada kanan John. John hanya bisa melotot pasrah dengan ajalnya yang sudah tiba.


Aaric tersenyum penuh kemenangan melihat John yang sudah terkapar tak bernyawa kembali. Dengan cepat Aaric mengubur mayat John di dalam hutan. Dan segera bergegas untuk kembali ke Istana Xavier.


------------


“Bagaimana mungkin tuan John hilang?!!” tanya Xavier dengan raut wajah tak percaya.


“Tadi saat kami berdua bersiap untuk membunuh Krish, aku ditugaskan oleh tuan John pergi ke belakang melihat Krish sudah tiba atau belum. Setelah aku kembali tuan John sudah menghilang, aku sudah mencarinya namun tidak ketemu!” papar Aaric dengan wajah gelisah yang ia buat-buat.


“Cepat kerahkan para prajurit baru!!” titah Xavier pada lelaki yang berdiri di belakang nya.


“Baik tuan!” jawab lelaki tersebut.


“Prajurit? Prajurit baru? Cih, palingan juga prajurit tinggal sedikit.” ejek Aaric dalam hatinya.


“Tuan boleh kah saya berbicara dengan tuan sebentar?” tanya Aaric dan di jawab anggukan oleh Xavier, segera Aaric mengikuti langkah Xavier pada ruangan yang cukup privasi.


Aaric segera menutup pintu ruangan tersebut dengan sangat pelan, dirinya berbalik menatap Xavier yang berdiri menghadap sebuah jendela kecil di sudut ruangan.


Aaric sudah siap dengan anak panahnya, dengan tepat Aaric arahkan anak panah tersebut tepat di punggung bagian kiri milik Xavier.


Jlebb...


Tepat sekali, anak panah tersebut menancap tepat pada jantung Xavier. Yang benar saja, Aaric adalah pecinta jantung lebih tepatnya psikopat jantung.


Aaric melangkah mendekat ke arah Xavier berjongkok dan menatap wajah Xavier yang sudah tergeletak dengan berlumuran darah. Tersenyum smrik menatap Xavier yang sedang sekarat dengan nyawa yang mungkin sedang melayang.

__ADS_1


“Matilah kau!” desis Aaric.


Tak ada pergerakan apapun dari Xavier, sudah dipastikan bahwa Xavier mati. Membuat Aaric kembali tersenyum.


“Ayolah gue pengen nulis di dahi Lo dasar duda, tapi waktu gue udah mepet. Karna Lo udah mati, sekarang gue tinggal pulang. Bye Bye tua bangka!” ucap Aaric.


Melihat istana yang begitu sepi, mereka semua teralihkan dengan tugas yang begitu dadakan. Mencari John yang hilang, namun sudah mati. Mereka tak akan bisa menemukan John, dan setelah para prajurit tersebut kembali ke istana akan dibuat terkejut lagi karena raja mereka telah mati.


Aaric tersenyum smrik, dirinya sudah siap dengan pakaian biru dongker miliknya. Kini Aaric bukan lagi Aaric dirinya akan kembali ke jati sosok Fuyi. (Oke untuk action Aaric nya udah selesai, jadi kita kembali ke semula sebagai Fuyi bukan Aaric, dalam artian Aaric kembali menjadi Fuyi)


-------------------------


Ceklek...


Fuyi membuka pintu rumahnya, dan melihat jam menunjukkan pukul 2.50 dini hari dan Krish akan pulang tepat jam 3 pagi.


Dengan cepat Fuyi membersihkan diri dan mengganti bajunya, ia pun membakar baju biru dongker miliknya tadi. Dan bergegas untuk kembali ke kamar dan berpura-pura tidur.


Tak berapa lama kemudian pintu rumah kembali terbuka menandakan bahwa Krish telah tiba. Dan pintu kamar Fuyi pun terbuka, terlihat sosok Krish membawa sebuah roti ulang tahun dengan lilin yang menyala di atas roti.


“Adik kecil ku, bangun!!” seru Krish dengan sumringah.


Fuyi pun bangun dari tidur pura-pura nya, dan melihat wajah Krish yang berbinar dengan roti yang ia bawa.


“Kak-” panggil Fuyi pada Krish, Fuyi pun ikut tersenyum hangat menatap ke arah Krish.


“Lo masih bisa nemuin kebahagiaan Lo Krish, gak sia-sia perjuangan gue. Semoga selalu bahagia Abang Krish.” ucap Fuyi dalam hatinya, hatinya begitu menghangat melihat Krish yang begitu senang dibalik kelelahan nya setelah bekerja.


“Tunggu apa lagi? Cepat buat harapan dan tiup lilinnya!” titah Krish dengan senyum yang tak pudar.


Fuyi pun mengangguk kan kepalanya, dan mulai memejamkan matanya dengan tangan yang ia satukan. Dirinya berharap semoga Krish selalu bahagia tak ada lagi musuh yang ingin menghancurkannya, dan semoga dirinya pun bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia fiksi ini.


Fuyi pun segera membuka matanya dan meniup lilinnya, mereka berdua pun tertawa penuh kebahagiaan serta tepuk tangan menyambut ulang tahun Fuyi.


Terlihat raut wajah keduanya sangat bahagia tanpa suatu beban. Inilah yang namanya bahagia, bahagia dalam segala macam hal. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan selalu bahagia.


TAMAT


tapi boong🙏😭


“Eh, kenapa kau memotong rambutmu menyerupai seorang pria?" Tanya Krish yang kaget melihat rambut Fuyi.


“Ah, anu itu--


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


But, it's false. Yahahaha, tapi boong ygy. Masih banyak kelanjutan tentang kisah cinta Fuyi, setia ya sama novel aku. Kalo GK setia berarti kalian selingkuh🤣🙏

__ADS_1


__ADS_2