ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
29| Stanley


__ADS_3

Music : Strong-One Direction


-----------------------------------------------


“Ah, anu itu gerah. Iya gerah jadi aku potong rambut ku biar lebih simpel juga.” ucap Fuyi dengan cepat, mencari alasan yang masuk akal dengan keadaan rambutnya.


“Oh begitu, ya sudah sekarang makan dulu kue nya.” titah Krish dengan senyum tak pernah luntur dari bibirnya.


Hari ini adalah hari Minggu dan sekolah pun libur seperti di dunia nyata. Pagi ini Krish sedang libur kerja jadinya Fuyi dan Krish pun berada di rumah untuk beristirahat di hari Minggu ini.


“Kak, aku mau pindah ke kota Stanley ya.” cicit Fuyi dengan nada suara yang lirih.


Krish yang sedang menikmati kopinya pun seketika menoleh menatap Fuyi dengan kerutan di kening nya. “Memangnya ada apa, kenapa kau ingin pindah ke kota Stanley?” tanya Krish dengan heran.


“Aku ingin hidup mandiri kak mulai sekarang, dan aku tidak ingin jika harus menjadi beban kakak. Sebentar lagi aku juga akan menjadi orang dewasa, maka dari itu aku ingin belajar mandiri.” ucap Fuyi dengan mantap.


“Hmm tapi kau bukanlah beban untukku Fuyi, tapi karena kau ingin menjadi seorang mandiri aku mendukungmu.” ucap Krish dengan pikiran yang sudah matang.


Fuyi yang sedari tadi menunduk karena takut jika dirinya tidak diizinkan, namun seketika Fuyi mendongakkan kepala menatap Krish dengan penuh binar.


“Kakak mengizinkan ku untuk pergi Stanley?” tanya Fuyi dengan begitu senang, dan dijawab anggukan kepala oleh Krish.


Fuyi pun senang bukan main, setidaknya dia mendapat izin dari Krish untuk pergi sementara dari ibukota Cerdhies ini. Dirinya akan pergi untuk beberapa waktu ke kota Stanley untuk menjauhi jika ada yang mencarinya karena telah membunuh Xavier serta para prajuritnya.


Dan karena potongan Fuyi seperti pria, dirinya pasti bisa tertangkap karena masih ada beberapa prajurit baru yang berada Istana Xavier. Tujuannya adalah menghilang untuk sementara waktu, menjauh dari istana Xavier sampai berita tersebut reda.


 


Setelah selesai packing Fuyi pun bersiap untuk pergi ke kota Stanley, jaraknya lumayan jauh dari ibukota Cerdhies. Maka dari itu Krish menyempatkan diri untuk mengantar Fuyi hingga ke kota Stanley.

__ADS_1


Perjalanan pun dilakukan dengan jasa sebuah kereta kuda yang dinaiki oleh Krish dan Fuyi. Kereta kuda tersebut akan membawa mereka ke kota Stanley berkisar selama 4 jam perjalanan.


“Kau harus menjaga diri baik-baik di sana, jangan sampai lupa istirahat. Minum air yang banyak dan jangan berlebihan saat bekerja.” ucap Krish memberikan sebuah wewenang kepada Fuyi sebelum mereka berpisah, dan dijawab anggukan kepala oleh Fuyi.


Terlihat kereta kuda yang di tumpangi oleh Krish dan Fuyi sudah memasuki kota Stanley. Sekarang menunjukkan pukul satu siang hari, jalanan lumayan ramai dengan beberapa orang berlalu lalang serta kereta kuda.


Krish segera membantu Fuyi untuk mencari rumah terlebih dahulu, hingga akhirnya mendapat sebuah rumah minimalis yang cukup untuk ditempati oleh satu orang.


“Ingat kata-kata kakak, jangan lupa jaga kesehatan dan jangan terlalu berlebihan kerjanya. Belajar yang benar!” seru Krish dengan mengacak pucuk kepala Fuyi.


“Iya-iya, ya udah kakak hati-hati di jalan. Jangan lupa juga jaga kesehatan!” ucap Fuyi, Krish segera memeluk Fuyi sebagai perpisahan mereka.


Setelahnya Krish segera pergi dengan menumpangi kembali kereta kuda yang telah dirinya pesan.


“Hufft, akhirnya. Selamat datang kota Stanley!” ucap Fuyi dengan senang sembari menatap kota Stanley yang begitu ramai.


 


“Halo, perkenalkan sama saya Fuyi Trisha Geoursa. Kalian bisa memanggilku Fuyi.” ucap Fuyi memperkenalkan diri di depan kelas yang sudah penuh dengan calon teman-temannya.


“Salam kenal Fuyi, semoga kau betah disini.” ucap para murid dengan serentak, sangat lah berjiwa kawan.


“Baiklah sekarang silahkan duduk di kursi yang kosong, dan selamat datang Fuyi.” ucap seorang guru wanita.


Fuyi pun segera duduk di sebuah bangku yang kosong. Di sampingnya terdapat seorang anak lelaki yang sedang tidur dengan kepala yang ia letakkan di atas meja, hingga tak menampakkan wajahnya.


Fuyi tak memperdulikan hal tersebut, ia lebih fokus dengan pelajaran yang sedang di jelas kan oleh guru didepan kelas.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 sore hari, dan para murid SMA pun dibubarkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Berbeda dengan Fuyi yang langsung melamar sebuah pekerjaan di sebuah cafe anak muda.

__ADS_1


Dan untungnya Fuyi di terima di cafe tersebut, dirinya tidak keberatan jika harus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Hal ini membuat dirinya di menjadi lebih mandiri dan rajin.


“Selamat datang di Cafe Stan.” ucap Fuyi kepada beberapa pelanggan yang baru memasuki Cafe Stan, tempat baru untuknya bekerja.


 


“Ayah, di kelas ku tadi anak murid baru.” ucap seorang remaja lelaki kepada sang ayah.


“Lalu? Kau suka?” tanya sang ayah dengan mata yang masih fokus pada sebuah koran yang ia pegang.


“Bukan itu yah masalahnya.” ucap remaja lelaki tersebut dengan kesal.


“Terus apa?” tanya sang ayah.


“Namanya ada marga Trisha.” ucap remaja lelaki tersebut, seketika sang ayah berhenti dari kegiatan membaca dan langsung menatap remaja lelaki yaitu sang anaknya.


“Siapa nama lengkapnya?” tanya sang ayah.


“Fuyi Trisha Geoursa, kalau tidak salah begitu namanya. Soalnya pas murid baru itu perkenalkan di kelas Stefan tiduran di tempat duduk.” ucap remaja lelaki tersebut yang menyebut nya dengan Stefan, ya nama remaja lelaki tersebut adalah Stefan Trisca Raymond.


“Dia adalah putri almarhum bibi mu, Trisya Quenrois.” ucap sang ayah yang mampu membuat Stefan membeku seketika.


“J-jadi dia---


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Fuyi pas rambutnya di potong 😓🤟↑

__ADS_1


Holaaa maaf yah telat up, soalnya aku lagi banyak tugas sekolah ahayyy. Terimakasih yang udah baca🤓🙏


__ADS_2