ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
13| Berapi-api


__ADS_3

“Jika kau tidak ingin memiliki ibu sepertinya, jangan pernah kau berada di rumah ini lagi! Pergi kau dari sini sekarang juga!” usir Simon dengan tegas.


“Oh, jadi ayah lebih peduli sama wanita itu daripada anak ayah sendiri!!” seru Krish dengan geram, melihat ayahnya yang lebih peduli kepada Deshi.


“Karena kau adalah anak yang tidak tahu di untung, sebentar lagi kau akan memiliki seorang ibu” ucap Simon.


“Aku tidak akan pernah mau memiliki seorang ibu sepertinya!” sentak Krish.


“Pergi kau dari tempat ini!!!” teriak Simon dengan keras.


Dengan amarah yang membuncah Krish segera pergi meninggalkan ruang kerja milik ayahnya. Dirinya sungguh tersulut emosi, dengan gerakan cepat ia berkemas semua barang-barang miliknya.


“Tuan, kau akan pergi kemana?” tanya Fuyi dengan panik, saat ia melihat Krish dengan wajah merah padam.


“Cepat kau bereskan barang-barang milikmu Fuyi, dan kau akan ikut bersamaku!” seru Krish tanpa sebuah penolakan.


Fuyi pun segera membereskan semua barang-barang miliknya, dirinya tak ingin membuat suasana menjadi lebih runyam. Ia akan mematuhi semua yang diperintahkan oleh Krish.


“Aku bersumpah tidak akan menginjakkan kaki ku di bangunan ini lagi” ucap Krish sembari menatap istana rumah miliknya yang berdiri dengan megah.


Kini Krish dan Fuyi berjalan menyusuri jalanan di malam hari, dengan lampu jalan sebagai penerangan serta sinar rembulan.


“Maafkan ibuku, karenanya kau jadi bertengkar dengan ayahmu” ucap Fuyi dengan rasa sesal, pandangannya tertunduk.


Dugh


Krish yang menghentikan langkahnya membuat Fuyi yang menunduk pun menabrak punggung Krish.


“Ini bukan salahmu, jadi kau tidak perlu meminta maaf kepadaku. Kenapa kau masih mau menganggapnya seorang ibu? Padahal dia selalu berbuat buruk kepadamu” ucap Krish.


“B-bagaimana kau tahu tentang itu?” tanya Fuyi dengan nada terbata.

__ADS_1


Selama Deshi menjadi ibunya, dengan sebaik mungkin ia menutupi jati buruknya. Deshi dan Vei akan selalu berlaku baik jika di depan umum, dan menutup rapat semua perbuatan buruk dari semua publik, hingga tidak ada seorang pun yang mengetahui nya.


“Sudahlah, kau ini terlalu baik menjadi seorang manusia” ucap Krish, ia membalikkan tubuhnya dan mengangkat dagu Fuyi agar tidak menundukkan pandangan nya.


“Kau adalah wanita yang baik, yang baru aku temukan seumur hidupku ini” ucap Krish dengan senyum tipisnya.


Waktu seakan berhenti saat itu juga, nafas Fuyi terhenti. Sejenak ia terpesona dengan ketampanan Krish, memang tidak dapat di pungkiri, Krish memanglah tampan.


“Wah wah wah, ternyata benar bahwa kalian ini seorang pengemis yang sangat miskin!” seru Juleo yang berdiri tak jauh dari Krish dan Fuyi.


Seketika Krish dan Fuyi segera menatap ke arah Krish.


“Selain seorang pengemis, ternyata gadis seperti mu itu adalah gadis murahan ya. Selain pengemis kau juga memadu kasih dengan majikan mu sendiri, cih” remeh Juleo dengan tatapan jijik ke arah Fuyi.


“Jaga bicara mu!!” seru Krish dengan nada tak suka.


“Wuahh, ternyata kau juga sebagai majikan menyukai bawahannya. Cih, menjijikkan sekali” ejek Juleo dengan tatapan remeh ke arah Krish.


Plok plok


“Aku beri tepuk tangan selamat atas semua sandiwara mu gadis rendah” ucap Juleo dengan senyum miringnya menatap Fuyi.


Kedua bola mata Fuyi sudah memerah, mukanya merah padam menaham emosi yang bergejolak.


Tanpa meladeni semua perkataan yang Juleo lontarkan, Krish segera menggandeng Fuyi dan meninggalkan Juleo serta Ardan.


“Dasar pengecut, jika memang pengemis jadilah pengemis terendah!!” seru Juleo saat ia melihat Krish dan Fuyi semakin menjauh dari pandangannya.


“Sudah, jangan kau dengarkan ucapan dari orang itu” lirih Juleo dengan tangan yang masih menggenggam jari Fuyi.


Fuyi hanya mengangguk dengan satu tetes air mata yang lolos, hatinya sungguh sakit disaat ia mendapat ucapan buruk dari Juleo.

__ADS_1


----


“Cih, memang benar. Ternyata dia adalah gadis rendahan” ucap Juleo dengan senyum bangga nya.


“Kenapa kau sangat senang jika Fuyi adalah gadis rendahan?” tanya Ardan yabg sedari tadi melihat sahabatnya itu tersenyum aneh.


“Ya karena gadis sombong yang dulu bekerja di sebuah istana megah mendadak jadi pengemis serta gadis murahan yang bersama majikannya sendiri” ujar Juleo.


“Sudahlah, aku tahu bahwa hati kecilmu menolak semua perlakuan mu tadi. Hati kecilmu pasti sedang berapi-api karena melihat Fuyi sangat dekat dengan lelaki tadi” papar Ardan masih dengan raut wajahnya yang datar.


Brak


Juleo menggebrak meja di kamarnya dengan keras, “aku? Berapi-api? Maksudmu cemburu?!” sentak Juleo dengan nada tak terima.


Dan Ardan pun hanya mengangguk kan kepalanya, menandakan bahwa itu benar.


“Yang benar saja! Aku cemburu dengan gadis murahan yang dekat dengan majikannya, aku pasti gila jika itu benar-benar terjadi” ucap Juleo dengan kekehan kecil.


“Tidak perlu berbohong seperti itu, aku tahu kau sedang marah dan kesal. Sejak kau melihat di pinggir jalan tadi, kedua matamu sudah berubah menjadi merah, jangan lupakan tanganmu yang mengepal” papar Ardan dengan santai ia memainkan rubik di jarinya.


“Kauuu!! Matamu ada berapa hah?!” sentak Juleo dengan jari telunjuk menunjuk ke wajah Ardan.


“Kau punya mata, pasti bisa melihatnya. Jika tidak mungkin matamu sudah bermasalah” jawab Ardan yang masih sibuk dengan rubiknya.


“Arghhhh!! Tidak mungkin aku suka dengan gadis rendahan sepertinya! Aku pasti gila!” seru Juleo sembari menjambak rambutnya frustasi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo kawan-kawan, terimakasih yang udah setia sama novel ku yang ini. Sekali lagi terimakasih, udah like beberapa episode. Sungguh aku sangat senang saat mendapat like, jadi sya lebih semangat buat up terus.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, arigato'💫🤓

__ADS_1


__ADS_2