ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
34| Lukisan


__ADS_3

“Apakah kau mencari ku?” tanya Juleo setelah ia berada tepat di belakang Fuyi, Fuyi pun segera membalikkan badannya. Kedua netra nya melihat sosok Juleo dengan balutan baju bewarna putih yang menambah rate ketampanannya.


“Siapa dia?” bisik Katie tepat di telinga kiri Fuyi, yang masih bisa didengar oleh Juleo.


“Fuyi adalah kekasihku!” ucap Juleo dengan tegas. Perlahan Juleo mengulurkan tangan kanannya menunggu sambutan tangan Fuyi.


“Apa?!!!” pekik Katie dengan ekspresi wajah terkejut, menatap Fuyi dan Juleo secara bergantian.


Dengan senyum mengembang Fuyi menerima uluran tangan Juleo. Juleo tersenyum penuh kebahagiaan saat Fuyi menerima uluran tangannya. Juleo segera menarik Fuyi untuk ikut bersamanya. Berbeda dengan Katie yang melongo dengan kepala yang penuh akan pertanyaan.


“Yang Mulia Raja Raymond memasuki aula!” ucap seorang prajurit yang berjaga di depan pintu masuk dengan suara yang menggelegar.


Semua para tamu undangan memusatkan perhatian pada pintu utama aula. Terlihat raja Raymond yang berjalan dengan wibawa di atas karpet merah yang telah di gelar dalam sepanjang pintu utama masuk hingga ke dalam aula kerajaan.


Para tamu undangan wanita segera menjunjung ujung gaunnya dengan badan sedikit menunduk. Berbeda dengan para tamu undangan pria yang membungkukkan badannya dengan tangan kiri di belakang punggung, dan tangan kanan berada di depan menempel di dada kiri.


Beberapa saat kemudian raja Raymond segera memberi beberapa sambutan kepada pra tamu undangan, setelah nya adalah acara dansa. Dan semua para tamu undangan dipersilahkan mencari pasangan nya masing-masing.


“Permisi nona, apakah anda berkenan menjadi pasangan dansa saya?” tanya seorang lelaki yang seumuran dengan Fuyi, sembari membungkukkan sedikit badannya. Terlihat dari bajunya yang begitu mewah serta rambut emasnya sudah dipastikan bahwa ia adalah seorang pangeran.


“Dia adalah kekasihku, jadi dia hanya akan berdansa denganku!” ucap Juleo dengan raut wajah datarnya menatap lelaki itu dengan nyalang.


Fuyi tersenyum mendengar suara Juleo yang begitu terdengar merdu di telinga Fuyi. “Maafkan saya, saya sudah mempunyai pasangan dansa.” ucap Fuyi dengan sopan sembari membungkukkan sedikit badannya.


“Kau bukan hanya pasangan dansaku tapi juga kekasih ku. Kamu bagaimana sih?!” bisik Juleo dengan wajah sebal nya.


Fuyi terkikik geli melihat Juleo seperti bocah kecil. Setelah lelaki tadi pergi acara dansa pun segera dimulai, Fuyi dan Juleo berdansa dengan begitu anggun. Keduanya saling menatap dengan begitu dalam serta senyum yang tak luntur memancarkan kebahagiaan.

__ADS_1


Setelah acara dansa selesai raja Raymond pun segera bangkit dari kursi tahtanya, berniat untuk mengumumkan sebuah inti dari acara pesta ini.


“Terimakasih atas kehadiran dari para tamu undangan. Dari acara ini memang ada sebuah tujuan dari saya, pengumuman ini memang tidak ada kaitannya dengan kota Stanley. Karena ini berkaitan dengan kerajaan Quenrois.” ucap raja Raymond dengan begitu gagah.


Semua para tamu undangan pun mendengarkan kata demi kata yang raja Raymond ucapkan begitupun dengan Fuyi.


“Sampai sekarang kerajaan Quenrois di pegang oleh saya, saya sebagai raja Quenrois sekaligus raja kota Stanley. Karena saya semakin tua dan segera pensiun, saya akan mengumumkan siapa yang akan melanjutkan tahta kerajaan Quenrois..” lanjut raja Raymond membuat para tamu undangan semakin penasaran siapa yang orang tersebut.


“Orang tersebut adalah, Fuyi Trisha Geoursa!” ucap raja Raymond dengan lugas.


Deg!


Semua atensi para tamu undangan pun menoleh kesana kemar mencari sosok yang bernama Fuyi Trisha Geoursa. Sementara Fuyi terkejut bukan main, bagaimana bisa dirinya orang yang akan melanjutkan kerajaan Quenrois?


Kalau dipikir-pikir Fuyi tidak ada hubungan dengan keluarga maupun kerajaan Quenrois, pikir Fuyi. Namun siapa tau bahwa Fuyi adalah putri dari ratu kerajaan Quenrois pada beberapa tahun dulu.


“Untuk orang yang tadi saya sebutkan, mohon nanti setelah acara selesai menemui saya.” pinta raja Raymond sembari menatap para tamu undangan yang masih bingung siapa itu Fuyi Trisha Geoursa, karena nama itu tidaklah begitu menonjol dikalangan mereka. Mereka pikir Fuyi tersebut adalah orang biasa hingga para putri dan pangeran pun tak mengetahui siapa itu Fuyi Trisha Geoursa.


“Fuyi, apakah kau memiliki hubungan dengan kerajaan Quenrois?” tanya Juleo tak kalah kaget mendengar ucapan raja Raymond tadi.


“Tidak, aku rasa aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan kerajaan Quenrois.” jawab Fuyi dengan gelengan kepala.


“Ini tidak masuk akal, seorang penerus kerajaan seharusnya mempunyai ikatan darah dengan bangsawan kerajaan tersebut. Hmm,” tangan Juleo bertengger di bawah dagunya, kalau dipikir-pikir ini sama sekali tidak masuk akal dengan aturan bangsawan.


----


Setelah acara selesai, semua para tamu undangan pun meninggalkan aula kerajaan Stanley. Dan hanya menyisakan Fuyi, Katie, dan Juleo yang masih berada di sana. Bersama dengan para bangsawan kerajaan Stanley seperti, raja Raymond, Steven, ratu Jasmine, istri dari raja Raymond, dan beberapa pengawal kerajaan Stanley.

__ADS_1


“Bisakah Fuyi ikut dengan saya?” tanya raja Raymond kepada tiga orang yang berada di depannya.


“Baik Yang mulia.” ucap Fuyi dengan hormat.


Juleo dan Katie pun menunggu Fuyi di aula gedung tersebut. Sementara Fuyi mengikuti kemana arah langkah kaki raja Raymond.


Setelah beberapa menit berjalan mereka telah sampai di sebuah ruangan khusus untuk membahas hal formal. Fuyi pun segera duduk di kursi yang telah disediakan.


“Apakah benar kamu adalah Fuyi Trisha Geoursa?” tanya raja Raymond yang duduk di depan Fuyi dengan meja persegi panjang sebagai jarak.


“Anda benar yang mulia, sebelumnya kenapa saya bisa menjadi penerus kerajaan Quenrois yang mulia? Saya sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan kerajaan Quenrois.” ucap Fuyi menatap raja Raymond dengan heran.


Raja Raymond pun tersenyum tipis mendengar ucapan Fuyi. Tangannya bergerak membuka laci meja dan mengambil sebuah lukisan.


“Archi pasti tak memberitahu mu, dia sama sekali tidak berubah dari dulu.” ucap raja Raymond sembari menatap sendu lukisan yang berada di tangan nya.


“Bagaimana yang mulia bisa tahu nama ayah saya?” tanya Fuyi semakin bingung dengan Raha Raymond.


“Apakah kamu ingat siapa ibumu?” tanya raja Raymond, dan mendapat gelengan kepala dari Fuyi.


“Ibumu adalah Trisya Quenrois, ratu pertama di kerajaan Quenrois dan kamu adalah satu-satunya putrinya.” ucap raja Raymond sembari memberikan lukisan yang tadinya ia genggam.


Fuyi mengambil lukisan yang raja Raymond berikan, menatap lukisan itu dengan lamat. Terlihat seorang wanita yang begitu cantik dengan warna rambut yang sama dengan miliknya. Wajahnya sama persis dengan dirinya, dan itu adalah ibunya. Trisya Quenrois.


Semakin lama Fuyi menatap lukisan tersebut, kepalanya berdenyut hebat. Seperti sebuah sihir yang begitu kuat menyerang kepala nya. Hingga akhirnya pun Fuyi pingsan karena denyutan yang hebat di kepalanya.


“Fuyi!”

__ADS_1


BERSAMBUNG\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2