ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
18| Kau Hanya Milikku


__ADS_3

“Kau sangat cantik Fuyi.” ucap Ersha dengan lirih, hingga Fuyi pun tak mendengar ucapan Ersha barusan.


Brakkk


“Maksudmu apa hah?!” sentak Juleo sembari mencengkram kuat kerah baju Ersha.


Juleo mengetahui suatu bahasa isyarat melalu gerakan mulut. Walaupun seseorang berkata sangat lirih bahkan tidak mengeluarkan suara, hanya dengan gerakan mulut Juleo bisa tau orang itu berbicara apa.


Dan Juleo tahu bahwa Ersha tadi telah memuji Fuyi, dengan dada yang sudah bergemuruh ia menggebrak meja.


“Maksudku?” tanya Ersha dengan wajah mengejek.


“Maksudku aku menyatakan perasaan ku kepada Fuyi, bahwa aku menyukainya!” seru Ersha dengan suara yang menggelegar terdengar di seluruh kelas.


“Kau!!” sentak Juleo dengan cengkraman yang semakin erat pada kerah Ersha.


“Baiklah, karena semua orang disini belum tahu. Aku umumkan bahwa Fuyi si gadis bodoh itu hanya milikku seorang. Dia adalah kekasihku, karena kemarin aku sudah sah menjadikan nya sebagai kekasihku!” ucap Juleo dengan lugas, kelas pun menjadi hening, semua tatapan tertuju pada Juleo dan Fuyi.


“Tcih kau pasti berbohong!” seru Ersha dengan tatapan tak percaya.


“Kalian ini!! Berhenti bertengkar!” sentak Fuyi dengan frustasi.


Dengan cepat Juleo segera meraih tangan mungil dan lentik milik Fuyi, dengan gerakan gesit ia pun segera mencium punggung tangan Fuyi.


Beberapa siswi yang melihat kejadian itu lun menutup mulut mereka yang menganga melihat kelakuan Juleo.


Hal tersebut sudah menunjukkan bahwa Fuyi benar-benar kekasih Juleo. Dalam dunia kolongmerat seperti ini, hal tersebut sudah lah sangat fantastis bagi seorang anak kolongmerat.


“Fuyi, apakah itu benar? Apakah benar kau adalah kekasih Juleo?” tanya Ersha dengan tatapan tak percaya.


“Bu-ka-” belum sempat Fuyi menyelesaikan ucapannya, sudah terpotong oleh perilaku Juleo.


Dengan kurang ajar nya, tangan kekar Juleo memeluk pinggang Fuyi dengan posesif menandakan bahwa Fuyi hanya miliknya seorang.


“Kau masih belum percaya?” tanya Juleo dengan senyum miring nya kepada Ersha.


Brakkk


Dengan langkah lebar, Vei yang mendobrak pintu itu pun mendekat ke arah Fuyi. Dan langsung menjambak rambut panjang Fuyi dengan sangat kuat.


“Kau!! Berani-berani nya kau merebut milikku! Juleo hanya milikku! Dia tidak pantas dengan mu parasit!” teriak Vei dengan amarah yang sudah di ubun-ubun dengan tangan yang masih menjambak rambut Fuyi.


“Arghhh, lepaskan!!” sentak Fuyi yang sedang kesakitan.

__ADS_1


“Kau ini apa-apaan!” sentak Juleo sembari menghempaskan tangan Vei dari rambut Fuyi dengan kasar.


“Juleo! Kenapa kau malah memilih gadis parasit yang sama sekali tak pantas bersanding denganmu?!” berang Vei dengan wajah yang sudah merah karena emosi.


“Seharusnya aku yang kau jadikan kekasih, kita sangat cocok jika bersanding. Dibandingkan kau dengan gadis parasit itu, dia hanya akan membuatmu malu!” lanjutnya dengan sarkas memandang rendah ke arah Fuyi.


Sementara Fuyi yang berada di pelukan Juleo hanya memandang datar ke arah Vei, tersirat sebuah kebencian yang membara.


‘Lo tunggu aja dasar sialan! Gue bakal bales setiap kelakuan Lo!’ batin Fuyi dengan kebencian yang membara.


“Kau! Pantas bersanding denganku? Kau pasti tak punya cermin!” sarkas Juleo dengan senyum miringnya.


“Pasti kedua matamu sedang bermasalah, hingga kau malah membuang berlian seperti ku dan malah memilih sampah busuk seperti parasit itu!” ucap Vei dengan menunjuk ke arah Fuyi yang berada dalam pelukan Juleo.


“Pilihanku tidak akan pernah salah, lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku membuat mu hancur!” usir Juleo pada Vei.


Dengan amarah yang masih membara Vei pun segera pergi dari dalam kelas tersebut dengan perasaan dongkol. Bagaimana mungkin sosok Juleo, seorang pangeran memilih Fuyi sebagai kekasihnya? Sama sekali tidak sepadan, pikir Vei.


“Sudah, ayo kita pergi ke toilet untuk membenarkan penampilan mu.” ajak Juleo dengan pelukan yang masih bersatu.


Dan Fuyi pun hanya mengangguk sebagai balasan.


Kini Juleo dan Fuyi pun berjalan beriringan dengan tangan Juleo yang bertengger manis di pinggang Fuyi.


‘Ini yang aku mau sejak dulu. Rasanya seperti arghhh aku tidak bisa menjelaskannya.’ batin Juleo dengan rasa ratusan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya saking bahagianya.


“Kau mengusirku?!” tanya Juleo.


“Ya begitu lah.” ucap Fuyi.


Dengan cepat Juleo segera menarik tangan kanan Fuyi dan menyeretnya menuju taman belakang sekolah.


“Kau ini kenapa? Kenapa menyeret ku seperti ini? Ini sakit, lepaskan!” Fuyi mencoba untuk memberontak namun tetap saja ia tak bisa, karena kekuatan nya jauh lebih kecil daripada kekuatan Juleo.


Dengan erat Juleo memaksa Fuyi untuk mengikuti nya. Setelah sampai di taman sekolah, Juleo segera duduk di atas rumput hijau dengan Fuyi berada di sampingnya masih dengan cekalan tangan yang belum ia lepaskan.


“Sekarang dengarkan aku berbicara, jangan menyela ucapanku!” titah Juleo dengan wajah garangnya.


Fuyi menelan ludahnya susah payah, ia dengan reflek mengangguk. Kini wajah Juleo terlihat begitu menegangkan.


“K-kau tidak boleh berdekatan dengan lelaki lain selain diriku, hiks.” tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Juleo menangis sesegukan dengan air mata yang sudah menetes serta mata yang sudah memerah.


Fuyi pun di buat menganga oleh perbuatan Juleo, bagaimana tidak? Beberapa detik yang lalu Juleo bermuka garang, namun sedetik kemudian berubah seperti bayi.

__ADS_1


“Kau ini kenapa? Seperti bayi saja, sudah besar tapi menangis. Apakah kau tidak malu dengan tubuhmu yang besar dan gagah itu?” tanya Fuyi dengan heran, mau heran tapi itu Juleo.


“A-aku tidak mau kau berdekatan dengan laki-laki lain, hiks.” ucap Juleo dengan sesegukan dan punggung bergetar, serta tatapan sayu yang menatap Fuyi dengan penuh damba.


Fuyi pun tak tega dengan Juleo, ia pun segera memeluk Juleo dan mengusap punggung yang bergetar karena tangisnya.


“Sudah jangan menangis.” lirih Fuyi dengan tangan lembutnya yang mengelus punggung Juleo.


“Berjanjilah padaku, kau hanya milikku jadi kau tidak boleh pergi dariku!” ucap Juleo dengan jari kelingking yang ia angkat.


“Hmm.” Fuyi hanya berdehem sebagai jawabannya, dirinya masih bingung dengan perubahan sikap Juleo yang tiba-tiba bisa berubah dalam satu detik.


Punggung Juleo semakin bergetar dengan isak tangis yang menjadi.


“Hey, kenapa kau malah menangis lagi?” tanya Fuyi dengan panik.


“K-kau tidak mau berjanji padaku.” ucap Juleo dengan sesegukan.


“Kau ini!” seru Fuyi dengan frustasi, ia pun segera menautkan jari kelingkingnya pada jeri kelingking kekar milik Juleo.


“Mulai saat ini kau adalah milikku, milikku seorang!” lugas Juleo dengan senyum di wajahnya melihat jari kelingkingnya dan jari kelingking Fuyi saling bertautan.


“Kau sudah berjanji padaku.” ucap Juleo, dan Fuyi pun hanya berdehem sebagai balasannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


WARNING!⚠️⚠️


Typo berada disini semakin disana.🙏


Please, tinggalin jejak biar ngeplat dikit🤓🙏


Terimakasih kasih, sayonara'💫


......---......


Eh bentar, dapet salam nih dari Juleo ↓



Dapet juga nih dari Fuyi ↓🤓


__ADS_1


Kurang lebih kek gitu ya :D


Babay, Jan lupa komennn !!


__ADS_2