ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
15| Surat Kabar


__ADS_3

Hari di sekolah sudah Fuyi jalani dengan biasa saja, ya walaupun banyak kerikil kecil yang selalu mengganggunya.


Kini Fuyi baru saja datang ke pabrik tempatnya bekerja. Sesudah mengganti seragam nya ia segera bekerja untuk merajut.


“Fuyi, ikut saya sebentar” ucap seorang wanita paruh baya yang berbicara lirih di dekat Fuyi.


Fuyi pun segera bangkit dan mengikuti arah kemana wanita itu pergi. Wanita itu adalah bosnya di pabrik ini, ia sangat lah baik karena mau memperkerjakan Fuyi saat ia baru saja di usir dari rumahnya.


“Silahkan duduk” ucap wanita tersebut.


Fuyi pun duduk di salah satu kursi di ruangan wanita itu. Heran nya Fuyi melihat bahwa Krish pun duduk di sebelahnya.


“Jadi begini, sebelumnya saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian berdua karena saya akan memecat kalian dari pabrik ini sekarang juga” ucap wanita itu dengan tegas.


Krish dan Fuyi pun seketika kaget mendengar pernyataan tersebut.


“Tapi kenapa kamu berdua di pecat Bu?” tanya Fuyi.


“Maaf, tapi karena berita yang tersebar di surat kabar reputasi saya turun seketika” ucap wanita itu sembari mengambil sesuatu dari laci mejanya.


“Ini uang pesangon untuk kalian karena sudah mau bekerja di pabrik ini, sekarang kalian silahkan pergi dari sini sekarang. Sekali lagi saya meminta maaf” ucap wanita itu yang tegas menyuruh Krish dan Fuyi untuk segera pergi dari ruangan ini.


Krish dan Fuyi pun segera pergi dari pabrik tersebut.


“Aku tidak menyangka bahwa kita akan di pecat kak” lirih Fuyi dengan kepala yang tertunduk.


“Hei kau tidak boleh sedih, kita harus cari tau surat kabar apa yang membuat kita harus di pecat dari pabrik” ucap Krish menenangkan sembari mengelus pucuk kepala Fuyi dengan sayang.


“Ternyata memang benar, gadis itu memang lah gadis murahan. Memang fakta seperti di surat kabar, lihatlah dia sedang berduaan dengan majikannya sendiri”


“Dia pasti ****** handal yang bisa meluluhkan siapa pun”


“Cih, dasar murahan”

__ADS_1


Terlihat beberapa ibu-ibu yang melewati Krish dan Fuyi berada. Masing-masing dari mereka mencibir dengan pandangan rendah ke arah Fuyi.


Tak lama setelahnya ibu-ibu itu pun pergi, dan hanya tersisa Krish dan Fuyi.


“Kak, apa mungkin kita di pecat gara-gara aku yang dituduh menggoda kakak?” tanya Fuyi dengan pikiran yang rumit.


“Sudah jangan kau pikir ucapan ibu-ibu tadi, lebih baik kita cari dulu kotak surat kabar harian” ajak Krish menenangkan Fuyi, dan dibalas anggukan oleh Fuyi.


----


Kedua mata Fuyi memerah kala ia melihat berita yang tertera di surat kabar.


‘Seorang gadis pengemis yang bekerja dan menggoda majikannya sendiri’


Kalimat dengan tinta hitam itu tertulis dengan font ukuran besar, di bawahnya terlihat foto Fuyi dan Krish yang sedang bergandeng tangan tepat disaat mereka baru saja di usir oleh Simon.


Fuyi menutup mulutnya, ia tidak percaya bahwa hal seperti akan terjadi. Siapa yang melakukan semua ini?


Dengan cepat Krish menarik tangan Fuyi dan membawanya duduk di sebuah taman dengan bangku kecil yang tersedia.


“Sudah, jangan kau pikirkan surat kabar itu. Jangan merendahkan dirimu, jangan kau insecure” ucap Krish dengan dagu yang ia letakkan di atas kepala Fuyi, dengan tangan yang melingkar memeluk tubuh Fuyi mencoba untuk menenangkan gadis itu.


“Hiks, kak maaf kan aku hiks, gara-gara diriku yg tidak tahu diri ini kau jadi dipecat dari pekerjaan mu” ucap Fuyi dengan sesegukan.


“Susst, ini bukan salahmu. Sudah jangan salahkan dirimu, akhirnya kau sendiri pun di pecat dari pabrik” ucap Krish sembari mengelus-elus punggung Fuyi dengan lembut.


“Cih, kalo memang murahan ya murahan” decih Juleo yang berdiri tak jauh dari Krish dan Fuyi, entah kapan ia berdiri di sana.


Kedua tangan Juleo mengepal dengan erat, serta mata yang memerah. Dadanya bergemuruh saat ia melihat Fuyi yang bersandar dan berada dalam pelukan Krish. Entah rasa apa itu, dirinya merasa tak terima dengan pemandangan di depannya.


“Kau! Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Krish.


“Ini tempat umum, jadi siapapun bisa datang kesini” celutuk Juleo.

__ADS_1


“Ayo kita pergi dari sini” ajak Krish menggandeng lembut tangan Fuyi.


Fuyi mengangkat wajahnya yang sedari tadi ia benamkan di pundak Krish. Terlihat mata yang sembab karena sudah menangis cukup lama, bibir yang bergetar seperti orang yang sangat bersalah dalam suatu hal. Serta sorot matanya yang begitu sayu.


Nyuttt


Hati Juleo terasa sakit saat ia melihat wajah Fuyi yang begitu sayu. Jantung nya berdetak dengan sakit yang tiba-tiba menjalar di seluruh tubuh.


Kenapa dengan Juleo?


‘Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa sakit saat melihat wajahnya?’ gumam Juleo dalam hati sembari memandang Fuyi yang semakin menjauh dari pandangan matanya.


----


“Arghhh aku kenapa sih?! Kenapa dadaku terasa sesak dan nyeri?!” sentak Juleo dengan kesal saat ia sudah berada di dalam kamarnya.


“Harusnya aku senang karena gadis itu sudah terpuruk dengan surat kabar yang aku sebarkan” monolog Juleo.


Yaaa, Juleo lah dalang dari berita surat kabar itu. Juleo sangat tidak suka jika Fuyi selalu melakukan kontak fisik dengan Krish, dia merasa bahwa dadanya sangat sesak saat ia melihat Fuyi dekat dengan laki-laki.


“Cih, harusnya laki-laki brengsek itu menjauh dari gadis murahan. Kenapa malah jadi semakin dekat sih?! Arghhh sialan!!” sentak Juleo dengan geram, sembari mencengkram rambutnya dengan frustasi.


“Aku kenapa sih?! Kenapa sakit banget pas lihat gadis itu nangis?” tanya Juleo dalam kamarnya yang luas, namun tetap saja tidak akan pernah ada yang menjawab.


“Gak mungkin kalo aku suka sama gadis itu, cih dia sama sekali bukan tipe ku” decih Juleo menyangkal semua perasaan yang ia rasakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kalian pilih yang mana nih, guweh sendiri bingung mau pilih yang mana 😕


Fuyi ♡ Krish


Fuyi ♡ Ersha

__ADS_1


Fuyi ♡ Juleo


Tulis di komen jawaban kalian, secepatnya y, HARUS CEPETTT!!!!!. See you again, sayonara' 🤓💫


__ADS_2