
“Kamu boleh bekerja mulai hari ini” ucap wanita dengan kharisma yang sangat tinggi.
“Terima kasih banyak nyonya” ucap Fuyi sembari menundukkan kepalanya.
“Iya sama-sama. Kamu akan di arahkan oleh Krish dia adalah kepala dari karyawan ini, jadi turuti semua perkataan nya ya” ucap wanita itu, dan Fuyi pun mengangguk kan kepalanya.
Setelah wanita itu pergi, seorang lelaki yang lebih tua beberapa tahun dari Fuyi. Lelaki itu menghampiri Fuyi, “aku Krish, aku akan membimbing mu di hari pertama kamu bekerja. Kamu mendapat di bagian merajut, mari ikut aku” lelaki itu adalah Krish, seorang lelaki yang tampan dengan rambut peraknya yang legam, tak lupa rahangnya yang tegas serta senyumannya yang menawan.
Fuyi pun mengikuti kemana arah lelaki itu pergi, hingga ia berada di sebuah ruangan dengan berbagai macam warna benang wol. Beberapa orang sudah berada di ruangan itu merajut benang wol menjadi sebuah syal.
“Kemari lah, aku akan mengajari mu cara merajut” ajak Krish.
Fuyi pun segera mendekat dan duduk di sebuah kursi berhadapan dengan Krish. Nampak Krish sangat telaten mengajari bagaimana caranya merajut, tak butuh waktu lama Fuyi sudah bisa menguasainya.
Karena memang Fuyi yang jiwanya adalah Caca, gadis itu sangat gemar merajut saat ia berada di dunia nyata. Jadi hal ini sangat kecil baginya.
Fuyi pun segera berbaur dengan orang lain di tempat kerjanya itu. Ia sudah memiliki beberapa teman untuknya berbicara.
“Kamu masih sekolah ya?” tanya Katty, teman satu ruangan Fuyi.
“Iya, nona” ucap Fuyi mencoba untuk se-formal dan se-sopan mungkin.
“Ayolah kita hanya terpaut 2 tahun, panggil aku Katty saja. Jangan memakai kata-kata nona di depan namaku” titah Katty diselingi dengan tawa di akhir kalimat.
“Baiklah Katty” ucap Fuyi sembari tersenyum.
__ADS_1
Hari pun berlalu dengan cepat, dan yang semula siang sudah menjelang malam. Matahari sudah tergantikan oleh sinar rembulan yang cerah. Dengan warna bukan putih kebiruan yang terlihat sangat indah.
“Hufft, malam ini aku akan tidur dimana? Jika rumah saja aku belum mendapatkan nya” keluh Fuyi dengan suara yang rendah agar tak terdengar oleh orang lain.
“Kenapa kau belum pulang?” tanya Krish yang tiba-tiba datang dan berada di samping Fuyi.
“Sebentar lah, mau menikmati angin malam. Hoho” ucap Fuyi yang berbohong kepada Krish.
“Sebenarnya di rumahku kekurangan satu maid. Jika ada seseorang yang mau bekerja di rumahku, dia bisa tinggal di kamar yang telah disediakan” Krish bercerita tentang dimana ia kekurangan sosok maid. Sebenarnya Kris mendengar semua monolog Fuyi, tanpa sepengetahuan gadis itu.
“Apakah aku boleh bekerja di rumah mu sebagai maid?” tanya Fuyi dengan perasaan yang was-was, jika dirinya tidak diterima ia akan tidur dimana
“Sungguh? Kau mau menjadi maid di rumahku?” tanya Krish meyakinkan ucapan Fuyi.
“Iya, aku ingin bekerja menjadi maid di rumah mu. Dan..” Fuyi tak lagi meneruskan ucapannya.
“Benarkah?! Kau menerimaku menjadi maid dirumahmu? Terimakasih banyak tuan Krish” ucap Fuyi sembari menundukkan tubuhnya dengan girang.
“Hahah, kau tidak perlu memanggil ku menggunakan embel-embel tuan. Sekarang ayo! Aku akan membawa mu ke rumahku” ajak Krish.
Fuyi dengan girang mengikuti kemana arah Krish berjalan. Hingga beberapa saat setelah berjalan cukup lama, Fuyi bisa melihat sebuah rumah. Tidak, ini tidak pantas disebut rumah.
Ini adalah sebuah bangunan yang sangat megah, seperti sebuah kastil ataupun istana. Dengan pagar yang menjulang tinggi untuk memasuki halaman istana itu. Istana dengan tingkat 5 lantai, begitu tinggi dan megah. Serta halaman yang asri dengan berbagai tanaman hias yang tertata rapi, serta sebuah bangku dan ayunan berada di halaman untuk bersantai.
“Wowww, ini bukan rumah! Ini adalah istana yang belum pernah aku lihat seumur hidupku” ucap Fuyi sembari memandang bangunan megah itu dengan tatapan kagum.
__ADS_1
“Ayo! Aku akan memperlihatkan bagaimana isinya” ajak Krish.
Tidak aneh lagi, di bagian luarnya saja sudah begitu megah. Apalagi didalamnya, berbagai perabotan yang bernilai tinggi sudah terpajang rapi di setiap sudut ruangan.
Lampu kristal yang begitu cerah tergantung di langit-langit ruangan utama istana. Dengan karpet merah yang mempunyai ukiran bewarna emas, terpasang di tengah-tengah lantai. Sebuah sofa serta meja kaca terletak di atas karpet itu.
Ada banyak lagi benda yang membuat mata Fuyi semakin takjub. Kini Krish membawa Fuyi ke sebuah kamar “Ini adalah kamarmu, semua pekerjaan mu akan dilakukan besok. Kau tinggal tunggu perintah dari kepala maid, kau pasti masih sekolah” ucap Krish sembari duduk di sebuah bed kursi yang tersedia di kamar itu.
“Kau benar, aku masih berada di kelas 12” jawab Fuyi, gadis itu segera menata semua barang-barang nya di lemari yang tersedia.
“Karena kau masih sekolah, kau bekerja disini pada waktu malam. Karena saat pagi, kau pasti sekolah dilanjutkan siang harinya kau juga bekerja. Jadi kau bekerja disini saat malam hari, mengerti!” titah Krish dengan tegas.
“Aku mengerti” ucap Fuyi dengan senyum menghiasi wajahnya.
“Selamat malam, dan selamat tidur. Semoga mimpi indah, sampai jumpa besok” ucap Krish dan beranjak dari duduknya.
“Sebelumnya terimakasih banyak Krish. Kau telah menolong ku dari nasib buruk ku, sekali lagi terimakasih banyak Krish” ucap Fuyi dengan sungguh-sungguh, tubuhnya membungkuk dengan sopan.
“Sama-sama. Baiklah, cepat tidur dan besok bangun lebih pagi” ucap Krish dan segera menutup pintu.
“Aku tidak menyangka, bisa bertemu dengan sosok Krish. Tunggu! Apakah ada tokoh yang bernama Krish di buku komik itu? Tapi, kalau diingat-ingat sepertinya tidak ada” kini Fuyi sedang bermonolog sendiri di kamar barunya.
“Apakah dengan begini alur cerita itu sudah musnah. Jadi tidak ada lagi Fuyi yang akan dihukum dengan cambuk serta tembakan anak panah”
“Semoga saja begitu. Dan aku akan memulai hidup nyaman ku sebagai maid, hoho. Aku sangat senang bisa bertemu dengan Krish, wajahnya yang tampan membuat jantung ku berdebar cepat. Arghhh” Fuyi mengerang dengan wajah yang ia benamkan di bantal. Dirinya masih mengingat saat ia sedang berada di dekat Krish, jantung nya seperti sedang berlari maraton.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=