
Music : Treat You Better-Shawn Mendes
Bijaklah dalam memilih cerita, ada adegan 17+
-------------------------------------------------------------------
“Fu-Fuyi,” gumam laki-laki yang sedari tadi tenggelam dalam tatapan Fuyi.
Dengan cepat laki-laki tersebut menggenggam tangan Fuyi yang tadinya bertubrukan dengan tangan laki-laki tersebut. Dan membawa Fuyi pergi dari toko itu.
“Hiks, lepaskan aku!!” sentak Fuyi dengan air mata yang sudah mengalir melewati pipi putihnya.
“Tidak akan!” tegas laki-laki tersebut, laki-laki itu pun segera menyeret Fuyi pergi ke sebuah danau. Dan berdiri di balik batang pohon yang begitu besar hingga tubuh mereka berdua tak terlihat.
“Lepaskan aku, hiks!!! Kau jahat!” sentak Fuyi dengan meraung menangis histeris.
“Susstt, jangan menangis. Aku tidak akan melepaskan mu lagi!” ucap laki-laki tersebut menahan kedua bahu Fuyi agar tidak kabur darinya.
“Aku tidak akan pernah melepaskan mu, ingat itu!” tekan laki-laki tersebut dengan cepat laki-laki tersebut menarik Fuyi kedalam pelukannya, walaupun Fuyi memberontak namun tenaga laki-laki itu lebih besar jadi Fuyi tak akan kuat melawan.
“Hiks, kau jahat. Kau sangat jahat Juleo!!!" Sentak Fuyi di tengah-tengah tangisannya.
“Maaf, maafkan aku Fuyi. Maafkan aku.” ucap Juleo dengan nada sendunya. Ya, laki-laki tersebut adalah Juleo. Juleo bersekolah di kota Belva selama 2 tahun, dan ia mulai mencari keberadaan Fuyi. Juleo sama tersiksanya seperti Fuyi, menahan rindu yang bergejolak.
__ADS_1
“Kauu jahatt!! Arghhhh!!” teriak Fuyi dengan histeris di dalam pelukannya Juleo, kedua tangannya mengepal memukuli dada Juleo.
“Maaf, maafkan aku.” bisik Juleo dengan air mata yang sudah menetes. Dirinya sangatlah jahat, benar kata Fuyi, Juleo sangatlah jahat. Pergi tanpa kabar dan memberi harapan yang tak pasti kepada Fuyi.
“Arghhh!! Kau jahat Juleo! Meninggalkan ku begitu saja tanpa kabar apapun, kenapa kau tega sekali! Hiks, hiks,” teriak Fuyi hingga suaranya melengking habis karena tenggorokan nya sudah mengering.
“Maafkan aku kumohon Fuyi maafkan aku, aku memang jahat. Aku sangat jahat kepadamu! Aku memang laki-laki tak tahu diri!” ucap Juleo dengan mata yang memerah dan air mata yang mengering.
Fuyi membenamkan wajahnya pada dada bidang Juleo, membalas pelukan Juleo dengan sangat erat. Dirinya sangatlah rindu kepada Juleo, sudah lama rindu tersebut ia pendam sendiri. Selama 2 tahun Fuyi memendam rasa rindunya, hingga akhirnya terbayar sudah rasa rindu tersebut.
“Hiks, jangan pergi lagi.” ucap Fuyi dengan lirih, suaranya telah habis karena ia gunakan untuk menangis serta berteriak dalam waktu yang terbilang cukup lama.
“Tidak akan, aku tidak akan pergi lagi. Aku akan berada di sampingmu terus, hingga ajal yang memisahkan kita!” bisik Juleo dengan suara seraknya.
“Maaf, maafkan aku Fuyi. Aku memang jahat dan bodoh. Maaf, maafkan aku.” hanya kata itulah yang sedari tadi Juleo bisikkan di telinga Fuyi.
Fuyi terisak mendengar ucapan maaf dari Juleo, rasa rindunya tak bisa ia jelaskan lagi. Dengan cepat Fuyi menarik kepalanya, dan menatap iris Juleo yang memerah karena tangis.
Tanpa pikir panjang Fuyi langsung menarik tengkuk Juleo dan bibir mereka pun saling bertemu. Fuyi memejamkan kedua matanya menikmati c!uaman tersebut dengan rasa rindu yang bergejolak.
Juleo pun ikut memejamkan kedua matanya, menikmati bibir manis Fuyi yang tak berubah setelah 2 tahun lamanya. Tangan Juleo memegang kedua sisi rahang Fuyi, dan *****4* lembut bibir yang telah lama Juleo rindukan.
5 menit keduanya berc!uman, kini Fuyi dan Juleo saling menatap satu sama lain dengan pelukan yang belum lepas.
__ADS_1
“Maaf, maafkan aku.” hanya kata maaf yang sedari tadi Juleo katakan kepada Fuyi.
Dan di jawab anggukan kepala oleh Fuyi, dirinya masih enggan untuk melepas pelukannya. Fuyi sudah mantap jika perasaannya terhadap Juleo itu bukan sekedar sayang namun ia cinta. Fuyi cinta kepada laki-laki yang selalu mengusiknya, dan telah lama pergi meninggalkan selama 2 tahun. Fuyi mencintainya.
“Maafkan aku Fuyi..” lirih Juleo dengan air mata yang kembali menetes, tubuhnya bergetar karena tangis. Juleo segera memeluk pinggang ramping Fuyi dan membenamkan wajahnya di dada Fuyi.
Tangan Fuyi bergerak mengelus Surai putih milik Juleo. Senyuman terukir di bibir Fuyi, rasa rindu yang telah lama ia pendam sudah terbayar dengan bertemu Juleo saat ini. Namun rasa cinta yang bergejolak itu semakin membara di dalam hati Fuyi.
Fuyi menyandarkan tubuhnya pada batang pohon besar. Dengan Juleo yang setia memeluknya, dengan kepala yang sudah ia pindah ke ceruk leher Fuyi. Mengendus-endus aroma tubuh Fuyi yang telah lama Juleo rindukan.
“Maafkan aku,” hanya kata itulah yang sedari tadi Juleo bisikkan. Dan Fuyi telah melupakan satu orang yang sedang pusing tujuh keliling mencarinya.
Di tempat lain...
“Fuyiii kemana kauuu??!!! Kau kemana sahabat ku?!! Huwaaa,,” pekik Katie dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Sangatlah alay dan lebay, yang benar saja air matanya tersebut hanya karena ia kasih minyak panas. Hingga air matanya keluar karena efek panas dari minyak.
“Fuyiii, disini sahabat tercinta mu sedang mencarimu!! Kau kemana Fuyiii??!!” teriak Katie seperti orang kesurupan yang meraung-raung di tengah umum yang masih berada di dalam toko pusat Stanley.
“FUYIIIII!!!!”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ohoyyy Fuyi ama Juleo udah kek gitu, aku kapan coy😓🤟. Mengiri akuu😓
__ADS_1