ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
33| Undangan Pesta


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang cerah untuk dunia fantasi yang telah Fuyi tinggali selama dua tahun lebih. Mengingat sekarang Fuyi sudah bersekolah di sebuah Academy, maka dari itu hukuman 100 kali cambuk serta tembakan anak panah itu sudah musnah tak akan terjadi.


Alur cerita komik ini sudah melenceng jauh dari apa yang tertulis di buku. Fuyi sudah merubah semua alur komik ini, dan ia pun bersyukur karena dia tak akan mengalami kejadian dimana ia mendapat hukuman 100 kali cambuk serta tembakan anak panah yang menghunus jantungnya, Fuyi sudah bebas dari kata hukuman tersebut.


Sekarang Fuyi tinggal hidup damai di kehidupan nya yang kedua ini dengan kebahagiaan yang akan ia cari. Hingga dirinya lupa salah satu fakta bahwa dirinya adalah putri dari seorang ratu kerajaan Quenrois.


Fuyi lupa dengan tata kerajaan dunia komik ini. Dirinya tidak mengetahui tentang berbagai kerajaan di kota Cerdhies serta kota Ferso, sebuah fakta besar bahwa dirinya adalah penerus kerajaan Quenrois. Fuyi tak mengetahui hal tersebut, bahkan Fuyi tak mengetahui makna marga nama belakang nya yang tertulis 'Geoursa', Fuyi Trisha Geoursa. Fuyi bahkan tak memikirkan apa makna namanya.


Karena terlena dengan kerinduan nya kepada seseorang yang telah membuatnya jatuh cinta. Hingga membuat Fuyi tak mencari tahu bahwa keberadaannya tersebut aman atau tidak. Fuyi sudah terlena!


'Tok'


'Tok'


Suara pintu terketuk dari luar, Fuyi segera bergegas untuk membuka pintu rumahnya yang telah di ketuk.


Setelah membuka pintu itu pun, Fuyi melihat seorang pria dengan seragam prajurit khas bangsawan kerajaan Stanley. Fuyi pun segera membungkuk dengan mengangkat sedikit ujung gaun nya, ini adalah sebuah hormat dari orang biasa terhadap orang-orang bangsawan di dunia ini.


“Salam tuan prajurit Stanley, semoga dewi matahari selalu memberkati mu.” ucap Fuyi sembari membungkuk tubuhnya dengan hormat.


“Salam, saya diperintahkan oleh yang mulia raja Raymond untuk memberikan undangan pesta kepada anda. Mohon kehadirannya!” ucap prajurit tersebut dengan formal sembari menyerahkan sebuah gulungan kertas.


“Sebuah kehormatan tuan prajurit Stanley saya menerima undangan dari kerajaan Stanley. Terimakasih tuan,” ucap Fuyi dengan kembali menarik ujung gaunnya dan menunduk hormat.


“Baiklah, saya pergi terlebih dahulu nona.” ucap prajurit tersebut lalu ia pergi dari kediaman Fuyi.


Setelah menutup pintu rumahnya, Fuyi segera duduk di kursi belajar miliknya. Dan membuka gulungan kertas yang begitu mewah, dengan sebuah pita merah mengikat gulungan tersebut.

__ADS_1


“Pesta jamuan untuk para remaja kota Stanley?” gumam Fuyi membaca undangan tersebut.


“Berarti Katie juga harus nya di undang ke pesta ini,” monolog Fuyi kepada dirinya sendiri.


Fuyi pun segera bersiap untuk pergi ke rumah Katie. Fuyi berharap Katie pun diundang dan mereka bisa pergi bersama-sama.


---


“Jadi kita di undang ke pesta itu?!” tanya Katie dengan raut wajah yang begitu bahagia.


“Aku tidak menyangka, kita bisa pergi ke sebuah pesta kerajaan! Pasti di sana banyak pangeran-pangeran tampan!!! Arghhh aku sudah tak sabar lagi! Ayo sekarang kita pergi mencari gaun yang sangat indah untuk malam nanti!” ucap Katie dengan semangat yang menggebu-gebu sembari menarik tangan Fuyi untuk segera pergi ke toko.


“Hey pelan-pelan!” pekik Fuyi.


Mereka berdua pun pergi ke toko di pusat kota, memasuki toko yang menjual berbagai pakaian dari mulai celana, kemeja, gaun dan lain sebagainya.


“Ini adalah kesempatan emas. Tadi aku sangat kaget saat ada prajurit Stanley datang ke rumah, ternyata dapat undangan pesta. Kita memang beruntung!” cerocos Katie dengan memilih beberapa gaun yang akan ia beli.


Setelah selesai dengan acara memilih beberapa gaun, kedua remaja itu pun segera pulang ke rumah masing-masing menunggu hari segera malam. Karena undangan pesta tersebut akan diadakan malam ini tepat pukul 7 malam.


---


Jam menunjukkan pukul 6 sore, satu jam lagi acara akan segera dimulai. Kini Fuyi dengan bersiap dengan gaun sepanjang di atas mata kaki. Gaun yang bewarna orange gelap itu sangat cocok di kulit putih milik Fuyi, dengan anak rambut yang ia gulung hingga ujung telinga lalu diikat ke belakang memberikan sisa rambutnya tergerai.


Sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu Fuyi pasang di pusat rambut yang ia ikat di belakang kepalanya. Dengan riasan tipis diwajahnya membuat dirinya semakin cantik.


“Apakah Juleo juga akan datang?” gumam Fuyi, dirinya berharap Juleo akan datang ke pesta ini dan mereka akan bertemu kembali.

__ADS_1


'Tok'


'Tok'


Fuyi segera membuka pintu rumahnya, terlihat Katie dengan gaunnya bewarna ungu gelap begitu cocok dengannya, serta rambutnya yang ia sanggul meninggalkan beberapa anak rambut di sekitar pelipis. Dan riasan tipis menempel di wajahnya, sangat perfect!


“Woahhh kita sama-sama cantik kawan!” sentak Katie dengan suara yang cukup keras seperti biasa dirinya selalu heboh.


“Sst, jangan keras-keras. Sudah ayo berangkat nanti kita terlambat!” ajak Fuyi, ia pun segera mengunci pintu rumahnya.


Mereka pun berjalan kaki dengan menikmati pemandangan kota Stanley di malam hari dengan lampu-lampu bewarna kuning selalu berada di pinggir jalan.


Karena jarak kerajaan Stanley tak begitu jauh, Fuyi dan Katie memilih berjalan kaki di banding menyewa kereta kuda yang hanya akan membuat uang mereka cepat habis.


Setelah beberapa menit mereka berjalan, sebuah bangunan yang begitu megah dengan beberapa lantai tingkat. Bangunan yang kontras dengan waran emas tersebut terlihat begitu kokoh, sudah ada beberapa orang berkumpul di sekitar bangunan tersebut. Bangunan itu adalah kerajaan pusat kosa Stanley yang juga dipimpin oleh Raymond.


“Banyak banget pangerannya!!! Aku ingin yang itu-itu! Demi apapun dia sangat tampan Dewi Surya! Berikan dia sebagai jodohku!” pekik Katie dengan suara tertahan serta tangannya yang menunjuk-nunjuk ke arah seorang lelaki dengan rambut bewarna coklat terang. Lelaki tersebut terlihat begitu tampan dengan pakaian khas bangsawan.


“Sssttt, jangan menunjuknya aku jadi malu tau gara-gara kau!” geram Fuyi dengan berbisik di telinga Katie, dan Katie pun hanya menyengir lebar sebagai jawaban.


Jam menunjukkan pukul 18.45, 15 menit lagi acara akan segera dimulai. Semua para remaja tamu undangan sudah berada di aula gedung kerajaan Stanley.


Aula kerajaan Stanley sudah dipenuhi dengan banyaknya para remaja dari kota Stanley, dan beberapa pangeran yang diundang secara khusus oleh Duke Raymond selaku pemimpin kota Stanley maupun kerajaan Stanley.


Semua para remaja masih asik berbincang-bincang sembari menunggu kedatangan raja Raymond yang menjadi tuan rumah karena belum datang.


Dan sedari itu pula Fuyi mencari-cari dimana keberadaan Juleo, apakah lelaki itu tidak di undang ataukah tidak datang?

__ADS_1


“Apakah kau mencari ku?”


BERSAMBUNG\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2