ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
26| Menyusup


__ADS_3

Music : Carol Of The Bells


Vibesnya berasa masuk dunia fantasi


------------------------------------------------------------


Setelah percakapannya dengan Tio semalam Fuyi mencoba membuktikan semua perkataan yang Tio ucapkan. Apakah benar Juleo pindah sekolah? Kenapa tidak berpamitan dengan dirinya?


Keesokan paginya Fuyi bersiap untuk sekolah, dirinya berharap masih bisa melihat Juleo di sekolah nanti. Dari dalam lubuk hatinya ada secercah rasa rindu yang menggebu.


“Selamat pagi anak-anak.” sapa guru yang mengajar di kelas Fuyi.


“Pagi Bu..” jawab anak-anak serentak.


“Bu, apa benar Juleo pindah sekolah?” sebuah pertanyaan yang dilayangkan oleh Vei, terlihat dari raut wajahnya bahwa dirinya begitu gelisah mendengar rumor bahwa Juleo pindah.


“Oh ya, untuk Juleo sudah pindah ke sekolah yang berada di kota Belva. Jarak nya sangat jauh dari kota Cerdhies.” ucapan guru tersebut seketika membuat jantung Fuyi seakan berhenti berdetak.


Kenapa Juleo pindah? Kenapa tidak bilang kepada dirinya bahwa ia akan pindah? Kenapa?


Setelah bel istirahat berbunyi semua para murid pergi dengan kesibukannya masing-masing begitu pun dengan Fuyi yang merenung di taman sekolah nya.


Hamparan rumput yang begitu luas dengan terik matahari serta gumpalan awan yang bertaburan di luasnya langit. Fuyi menengadah kan kepalanya menatap langit dengan tatapan kosong.


Pikirannya bergulat kenapa dirinya merasa tidak rela dengan kepergian Juleo? Dirinya merasa bahwa ada yang kurang dan merasakan sebuah kekosongan.


“Gue tau, pasti Lo merasa ada yang kurang,” seseorang bercakap demikian dan segera duduk di samping Fuyi.


Fuyi memalingkan kepalanya untuk melihat orang tersebut, dan orang tersebut adalah Lewis.


“Sok tau Lo jamet!” seru Fuyi dengan emosi yang ia buat menjadi cuek.


“Kebetulan dua Minggu ke depan gue ada kerjaan di kota Belva, Lo mau ikut?” tanya Lewis.


“Buat apa gue ikut Lo?” tanya balik Fuyi.


“Lo ini emang kagak pernah peka, ya ketemu Juleo lah crush Lo!” seru Lewis dengan frustasi.


“Kagak lah, gue banyak kerjaan disini mending Lo pergi aja sendiri.” ujar Fuyi, ia pun segera pergi meninggalkan Lewis yang masih berada di taman tersebut.


...--------...


Jam menunjukkan pukul 10 malam, satu hari ini terasa sangat lama menurut Fuyi. Karena dirinya merasakan sebuah kekosongan dan kekurangan.


Fuyi sibuk memilih pakaian yang menurutnya sangat tertutup, malam ini ia akan menyusup ke istana milik Xavier. Satu hari lagi dirinya akan berulang tahun, maka dari itu ia akan melancarkan aksinya sebelum Krish terbunuh.

__ADS_1


Kini Fuyi bercermin di depan cermin nya, dirinya menggunakan baju serta celana bewarna biru dongker. Rambutnya ia ikat menjadi satu dan menjuntai hingga di atas pinggang nya, dengan sebuah kain bewarna biru dongker yang ia gunakan seperti masker, menutup hidung dan mulutnya membuat dirinya tak bisa dikenali.


“Oke Fuyi, sekarang waktunya melancarkan aksi antagonis mu!” ucap Fuyi kepada dirinya sendiri sembari memandang dirinya di depan cermin.


Fuyi keluar dari kamarnya, untuk jam segini Krish tentu belum pulang pria tersebut akan pulang jam 3 pagi.


Melangkah di malam yang begitu gelap hanya berteman dengan bulan yang menampakkan cahaya nya.


Fuyi berjalan melewati jalan pintas, melewati beberapa wilayah hutan. Dirinya memilih jalan aman agar tak ada yang melihatnya.


Menatap tembok yang menjulang tinggi, Fuyi merasa bahwa ini adalah tembok istana Xavier.


Srekk..


Fuyi berhasil memanjat tembok tersebut, dirinya berhenti di atas tembok. Melihat situasi yang terlihat sepi tak ada satu orang maupun prajurit yang berjaga.


Melihat situasi yang aman Fuyi segera melompat dengan pelan, agar tak menimbulkan suara yang cukup keras. Menengok ke kanan dan ke kiri, Fuyi berjalan ke sebuah lorong yang ada pencahayaan sebuah obor api yang di gantung di setiap tembok.


Terdapat sebuah belokan di depan, Fuyi memelankan langkah kakinya. Dirinya mendengar sebuah suara percakapan, ia pun memilih diam dan mendengar percakapan tersebut.


“Semuanya! Aku akan mengumumkan sebuah hal dan suatu perintah!” seru Xavier di depan ratusan prajurit nya.


“Aku akan melangsungkan pernikahan ku tiga hari mendatang, jadi semuanya persiapkan ruangan aula dengan semegah mungkin!” seru Xavier memerintahkan para prajurit nya.


“Menikahlah dengan j4l4nG yang tak berguna itu tua bangka!” gumam Fuyi dalam hatinya.


“Dan untuk kau John ikut aku ke ruangan ku!” titah Xavier kepada salah satu prajuritnya.


“Siapa itu John?” tanya Fuyi dalam hatinya, dirinya harus mendengar informasi selanjutnya. Bagaimana prajurit Xavier akan membunuh Krish.


Setelah semua prajurit di bubarkan, Xavier berjalan dengan di belakangnya ada seorang prajurit yang tadinya ia panggil.


Fuyi mengendap-endap dengan pelan mengikuti kemana arah mereka berdua. Hingga akhirnya kedua orang tersebut memasuki sebuah ruangan yang terbilang privasi karena ruangan tersebut terlihat sangat tertutup.


Fuyi menempel kan telinga nya pada tembok ruangan tersebut, namun nihil. Dirinya tak mendengar apapun yang di ucapakan oleh Xavier dan prajurit nya itu yang bernama John.


“Sial kalo kaya gini caranya gue kagak bakal ngerti apa rencana mereka!” umpat Fuyi dalam hati.


Fuyi pun memilih pergi dari tempat tersebut sebelum ada yang mengetahui nya. Hingga terdengar suara yang begitu gaduh di ujung lorong, Fuyi segera berjalan ke ujung lorong tersebut. Mengintip sedikit untuk melihat ada apa disana.


“Aku dengar tuan Xavier akan membunuh Krish anak tunggal dari Baron Simon Mignolet.” ucap salah satu prajurit yang sedang berkumpul dengan beberapa botol yang berisi alkohol.


“Hei yang benar saja, itu hanya permintaan dari nyonya Deshi. Dirinya pasti ingin balas dendam kepada Tuan Simon yang telah menceraikannya tanpa memberikan harta sedikit pun,” ujar salah satu prajurit lainnya.


“Memang dasar wanita hanya memandang harta, dan tuan Xavier telah dibutakan oleh cinta. Mau saja menuruti semua permintaan nyonya Deshi yang haus akan harta!” seru prajurit lainnya, yang disambut gelak tawa oleh seluruh prajurit.

__ADS_1


“Ooh benar ini pasti akal-akalan wanita matre itu! Dasar J4l4ng!” umpat Fuyi dalam hatinya.


Tak... Tak... Tak...


Suara tapak kaki terdengar menggema di lorong tersebut, terlihat postur tubuh yang tegap berjalan menuju ke arah Fuyi berada.


“Siall!!” umpat Fuyi dalam hati.


Fuyi segera bergegas meninggalkan tempat tersebut, mencari tempat untuk dirinya bersembunyi.


Hingga Fuyi menemukan sebuah ruangan, lebih tepat nya itu ruangan tidur para prajurit. Ia memasuki kamar tersebut dan mengunci pintunya.


Dadanya naik turun, jantungnya berdetak dengan kencang dirinya merasa dalam ancaman karena orang tadi terus mengikuti kemana arah Fuyi pergi.


Dengan gelisah Fuyi melihat seseorang tidur di atas kasur, dengan cepat Fuyi menghampiri orang tersebut dan..


Bughh...


Fuyi memukul tengkuk orang tersebut, dan benar saja orang itu langsung pingsan. Fuyi segera menyembunyikan orang tersebut, dengan cepat Fuyi mengganti bajunya dengan baju prajurit.


Melihat belati ukuran sedang, Fuyi segera memotong rambutnya hingga pendek menyerupai seorang pria. Dan segera memakai topi seragam prajurit.


Tok.. tok.. tok..


“Buka pintunya!” sentak orang yang berada di luar.


Dengan mantap Fuyi segera membuka pintu tersebut, menatap lurus ke depan tanpa keraguan.


Dan terlihat lelaki yang tadi mengetuk pintu kamar tersebut memandang Fuyi dengan penuh intimidasi.


“Kau--


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Apakah Fuyi akan ketahuan bahwa dirinya sedang menyamar?


Apakah rencana Fuyi akan berhasil?


Bagaimana perasaan rindunya kepada Juleo?


Dan perasaan Juleo sekarang? Apakah ia merindukan Fuyi juga?


KENAPA JULEO PINDAH SEKOLAH?


APAKAH TIO MASIH CINTA FUYI?

__ADS_1


__ADS_2