ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
25| Dunia Memang Sempit


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusannya di perpustakaan bersama Ersha. Kini Fuyi bersiap untuk segera pulang karena bel sekolah sudah berbunyi.


Dalam perjalanan pulang Fuyi bergelut dengan pikirannya.


“Ulang tahun Fuyi dua hari lagi, jadi gue harus segera bunuh Xavier!” ucap Fuyi dalam kepalanya.


Setelah sampai di tempat kerja, Fuyi pun segera bekerja seperti biasanya sampai jam 9 malam.


Setelah selesai dengan pekerjaannya Fuyi pun bergegas untuk pulang, namun pikirannya teringat dengan danau yang pernah ia datangi bersama Juleo.


Hingga akhirnya Fuyi pun pergi ke danau tersebut, duduk di pinggir danau dengan rumput hijau sebagai alas duduk. Rembulan serta bintang menjadi perhiasan malam ini, begitu terlihat memanjakan mata.


“Ngomong-ngomong kemana Juleo? Seharian tadi gue gak liat dia,” batin Fuyi sembari memandangi air danau.


Hari ini terasa ada yang kurang, tidak ada yang menjahilinya, tidak ada yang menguntitnya, bahkan tidak ada yang manja padanya. Hari ini bagi Fuyi terasa monoton tanpa kehadiran Juleo.


“Mana mungkin gue kangen sama tuh orang manja?!” seru Fuyi dalam hati, seketika itupun dirinya terkekeh pelan mengapa dirinya bisa rindu sama Juleo yang selalu mengusiknya.


Seharusnya dia bahagia dan tenang karena tidak ada yang mengusiknya. Namun tetap saja seperti ada yang kurang dalam keseharian nya.


Fuyi menghela nafas panjang, membuang pikiran konyolnya itu.


“Kenapa Lo? Kangen Juleo Lo?” tanya seorang lelaki sembari mendudukkan dirinya tak jauh di samping Fuyi.


“Lo-?” ucapan Fuyi menggantung, seketika otaknya blank mendengar pertanyaan orang tersebut.


“Gue tau Lo itu nggak berasal dari sini, tapi Lo itu berasal dari dunia nyata. Dan ini hanya dunia komik, dunia fiksi yang nggak nyata!” tutur lelaki tersebut sembari memandangi danau yang terlihat damai dengan pancaran cahaya bulan menyinari bumi.


“Lo dari dunia nyata?” tanya Fuyi dengan nervous, dirinya dibuat terkejut dengan lelaki disampingnya yang berbicara layaknya bahasa gaul dunia nyata.

__ADS_1


“Kenalin nama gue Lewis, Lewis Dominic.” ucap lelaki tersebut yang bernama Lewis.


“Gue sebenernya dari dunia nyata, dulunya gue cuma anak berandalan SMA. Terus gue juga pernah dulu punya geng sama suka balapan motor, nama geng gue Atmosver..” jelas Lewis yang masih setia memandang danau.


Deg!


“Atmosver! Geng milik Tio! Bukannya itu geng milik Tio mantan gue yang gue mutilasi tubuhnya?!” teriak Fuyi dalam hatinya, dirinya masih diam mendengar kelanjutan cerita Lewis.


“Waktu itu gue punya pacar, namanya Caca orangnya tomboy. Jujur gue cinta sama Caca waktu itu. Pada saat itu gue terpaksa selingkuh karena ancaman dari bokap gue, kalo gue gak nerima tunangan waktu itu Caca bakalan di siksa sama bodyguard bokap gue..” lanjut Lewis.


“Jadi gue terpaksa nerima pertunangan itu dengan terpaksa, tunangan gue juga ikut pas gue lagi balapan sama musuh geng gue. Gue juga pura-pura cinta sama tunangan gue di depan geng gue, karena gue takut nanti kalo ada yang lapor sama bokap gue..” lanjut Lewis masih setia bercerita dengan Fuyi sebagai pendengar nya.


Fuyi semakin yakin bahwa lelaki yang sekarang bernama Lewis itu adalah Tio di dunia nyata.


“Bodohnya gue malah balapan sama ketua geng Ceats, gue gak tau kalo ketua geng Ceats itu Caca, pacar gue sendiri. Caca liat kalo gue sempet ciuman sama tunangan gue, setelah balapan pun gue di bawa ke markas geng Ceats. Disana Caca siksa gue, mutilasi tubuh gue, sampe mata gue di congkel..” nyerocos Lewis tanpa henti.


“Pas mata gue di congkel, gue udah gak ngerasa apa-apa lagi. Dan saat itu juga gue mati, dan bangun-bangun udah di tubuh nih orang. Ya kagak apa lah lumayan gue masih di beri kesempatan buat hidup lagi” ucap Lewis dibarengi kekehan di akhir kalimat.


Lewis kaget saat Fuyi mengucapkan nama Tio. Darimana gadis itu tahu namanya saat di dunia nyata?


“Kok Lo bisa tau nama gue pas di dunia nyata?” tanya Lewis dengan heran.


“Gue Caca Ti, Caca Meilani.” ucap Fuyi dengan terisak kecil dirinya tak menyangka bahwa Tio mempunyai alasan yang membuat dirinya aman saat Tio berselingkuh di belakangnya.


Lewis semakin kaget dengan ucapan Fuyi, bagaimana bisa mereka bertemu di dunia ini?


“Gue minta maaf karena udah nyiksa elo, sampe Lo mati maafin gue,” ucap Fuyi dengan lemah, dirinya tak menyangka bahwa Tio selama ini memperlakukan nya dengan sangat baik, namun dirinya malah membunuh Tio.


“J-jadi Lo Caca?” tanya Lewis dengan rasa nervous.

__ADS_1


“Kenapa Lo bisa masuk ke dunia ini Ca? Emangnya Lo juga udah mati?” tanya Lewis dengan beruntu.


“Iya, gue mati setelah nyiksa Lo di markas. Waktu itu gue disuruh pulang ke rumah nenek gue, karena kesana harus pake kereta api gue nunggu di deket kereta api nunggu kereta apinya berhenti. Entah darimana ada dorongan datang, tiba-tiba tubuh gue ke dorong masuk ke rel kereta api pas kereta apinya udah di depan gue. Dan akhirnya gue pun mati terus masuk ke tubuh ini,” jelas Fuyi dengan terkekeh di akhir kalimat.


“Hahahahah, gue gak nyangka ternyata dunia emang sempit. Entah itu di dunia nyata maupun di dunia fiksi!” gelak tawa Lewis lepas begitu saja menertawakan dunia yang begitu sempit.


“Gue juga gak nyangka bisa ketemu Lo lagi di dunia ini,” ucap Fuyi.


“Gue juga gak nyangka woy, btw Lo pasti lagi mikirin juleo.” tebak Lewis sambil menatap ke arah Fuyi.


“Entahlah gue gak terlalu mikirin cinta untuk saat ini.” ucap Fuyi dengan senyum hangatnya.


“Gue yakin Lo bakalan kangen sama tuh bocah, sekali pun Lo bilang kalo Lo itu gak rindu sama dia.” ucap Lewis.


“Sok tau Lo jamet!” seru Fuyi dengan kesal.


“Ya gue tau lah, Lo pasti belum denger kalo Juleo udah pindah sekolah.” ucap Lewis.


Deg!


“J-Juleo pindah sekolah?” tanya Fuyi, dan di jawab anggukan kepala oleh Lewis.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terimakasih yang udah read my novel 🤓



LEWIS DOMINIC ↑

__ADS_1



Salam dari Juleo ygy🤓💅↑


__ADS_2