ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
24| Alam Bawah Sadar


__ADS_3

Dan sekelebat kejadian terlintas di dalam benak Fuyi. Kepala nya terasa sakit dan berdenyut dengan kuat.


“Arghhh..” erang Fuyi saat kepalanya semakin terasa sakit hingga kesadarannya pun hilang, pandangannya mengabur dan ia pun tergeletak pingsan.


Krish yang masih berada di ruang utama mendengar erangan Fuyi pun terlonjak kaget. Krish segera pergi ke kamar Fuyi menggedor pintu yang tadinya terkunci.


“Fuyi!!! Buka pintunya! Apa kau baik-baik saja?!!” teriak Krish dengan panik, dirinya semakin kalut saat pintu tersebut tak dapat dibuka.


Brakkk...


Karena dilanda kepanikan yang amat tinggi Krish dengan cepat mendobrak pintu kamar Fuyi, dan melihat Fuyi sudah pingsan tak sadarkan diri di ranjang tidurnya.


“Hei! Fuyi kau kenapa? Bangunlah!" Seru Krish dengan menepuk-nepuk pelan pipi Fuyi.


Namun Fuyi tak kunjung bangun, dirinya masih sama dengan keadaan pingsan. Dengan cepat Krish memanggil seorang tabib yang tidak terlalu jauh dari kontrakannya.


Di lain tempat, suatu tempat yang sangat luas hingga tak terlihat ujungnya. Bewarna putih mengkilap, pandangan tersebut masuk ke penglihatan Fuyi.


Tak berselang lama tempat luas nan putih itu berubah dengan pemandangan dimana Caca di dunia nyata yang sedang membaca komik di kamarnya.


“Itu gue kan? Kenapa gue bisa ada disini t0l0l?!” seru Fuyi dengan frustasi disaat dirinya bisa melihat tubuhnya yang dulu saat dirinya masih hidup di dunia nyata.


“Wah wah wah dasar ibu tiri minus akhlak, udah kerjaan nya cuma morotin anj-. Parrah banget sumpah sampe bunuh si Krish, padahal tuh si Krish ganteng banget aMnjir!!!” pekik Caca histeris dengan sebuah buku komik yang ia pegang, dirinya terlihat sedang salting sembari memandangi gambar karakter Krish.


“Bentar-bentar, ini gue baca buku itu pas halaman dimana Krish di bunuh!” pekik Fuyi dengan kaget.


“Gue harus cari kejadian pembunuhan itu, biar gue bisa tolongin tuh Krish itung-itung buat bales budi udah mau nolongin gue dulu,” ucap Fuyi dengan jari telunjuk yang ia taruh di dagunya. Fuyi pun segera mendekat ke arah Caca yang masih asyik dengan buku komiknya.


Fuyi ikut melihat setiap halaman yang dibuka Caca, ini seperti dunia mimpi. Namun nyatanya ini memang dunia alam bawah sadar, dan Fuyi seperti orang yang masuk kedalam sebuah film tanpa Caca tahu keberadaannya.


Caca membuka halaman tepat dimana Krish akan dibunuh oleh prajurit Xavier, calon suami Deshi.


Terlihat Krish yang pada saat itu sedang berjalan di tempat yang sunyi sembari menenteng roti kesukaan Fuyi, berniat untuk memberikan roti tersebut kepada Fuyi sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 18 tahun.


Tepat saat Krish tersenyum membayangkan wajah Fuyi yang gembira menerima hadiahnya, saat itu juga prajurit Xavier berjalan dengan pelan di belakang tubuh Krish.


Sebuah belati dengan ukuran sedang menancap tepat pada jantung Krish dari arah belakang. Dan saat itu juga Krish dinyatakan meninggal di tangan prajurit Xavier.

__ADS_1


“G0bl0x kenapa Krish gue yang ganteng harus mati kayak gitu sih! Kalo gue ada di situ gue bakal bales tuh Xavier duda brewok!” seru Caca dengan mengeluarkan segala umpatannya.


Fuyi jadi terpikir dengan ucapan Caca barusan, dulunya dia adalah ketua geng Ceats saat dirinya masih berada di dunia nyata dan masih menjadi sosok Caca.


Kini nyawa nya sudah pindah ke raga sosok Fuyi, namun semua jiwa saat dirinya masih di dunia nyata masih melekat dengan sempurna.


“Gue akan musnahin Xavier serta semua prajuritnya, gue akan nyelametin hidup kedua gue! Gue gak mau kesempatan hidup gue jadi sia-sia lagi” tekad Fuyi dengan serius, dirinya akan membuat Xavier serta prajuritnya hancur tak tersisa.


Tempat yang semula berada di kamar Caca kini kembali berubah menjadi ruangan yang tak berujung dengan warna putih bersih.


“Kamu Caca Meilani kan?” tanya sosok gadis dengan wajah yang mirip dengan Fuyi.


“Lo siapa?” tanya Fuyi dengan heran, ia seperti melihat dirinya sendiri.


“Aku Fuyi, pemilik raga yang sekarang kamu tempati,” ucap gadis tersebut sembari tersenyum hangat.


“J-jadi Lo Fuyi asli?” tanya Fuyi dengan gugup.


“Iya, Caca aku serahkan raga ku kepadamu. Mungkin ini sudah takdir, aku tidak bisa lagi kembali kepada ragaku begitupun dirimu. Jadi aku titipkan raga ku kepadamu, jagalah dengan sebaik mungkin.” tutur Fuyi asli dengan senyum yang tak pernah luntur.


“Iya, jadi kumohon gunakan kesempatan kali ini dengan baik.” pinta Fuyi asli.


“Iya gue bakal jaga baik-baik raga Lo, btw makasih udah kasih raga Lo ke gue. Semoga Lo masuk surga, tunggu gue di surga ya.” ucap Fuyi berjiwa Caca dengan tulus.


Dan Fuyi asli pun hanya tersenyum sebagai balasan perkataan Fuyi Caca. Tak lama kemudian muncul cahaya putih, membawa Fuyi asli menghilang entah kemana. Mungkin akan pergi kesurga.


“Arghhh!!” erang Fuyi berjiwa Caca saat kepalanya kembali menjadi pusing, dan pandangannya pun mengabur.


-------


“Fuyi, apa kau baik-baik saja?” tanya Krish dengan raut wajah khawatir.


Fuyi membuka matanya perlahan menyesuaikan dengan pencahayaan. Dirinya terdiam sejenak, mencoba mengingat kejadian sebelumnya.


Saat itu juga Fuyi mengingat bahwa ia pergi ke alam bawah sadar dan bertemu dengan Fuyi asli.


“Aku baik-baik saja kak,” jawab Fuyi setelah dirinya terdiam sejenak.

__ADS_1


Krish menampilkan senyum tulusnya kepada Fuyi, kini Krish tidak menuntut rasa cinta nya kepada Fuyi. Dirinya sadar bahwa ia salah, seharusnya ia menganggap Fuyi sebagai adik dan selalu melindunginya bukan merusaknya.


Karena Fuyi pun masih akan menjalani masa depan yang sangat panjang, dan Krish tidak mau merusak masa depan Fuyi.


Cukup sebagai adik Krish akan selalu menjaga Fuyi selayaknya adik dan kakak. Suatu hari Krish akan mencari seorang pasangan, karena jodoh sudah di atur. Maka Krish hanya berdoa semoga dia mendapat jodoh yang baik.


“Gue akan bunuh Xavier serta prajuritnya, gue masih ingin liat Lo bahagia nantinya.” ucap Fuyi dalam hatinya sembari melihat Krish yang sedari tadi meracik obat yang sudah di berikan oleh tabib.


-------


Pagi hari menjelang, seperti biasa Fuyi akan selalu bersiap-siap sekolah. Di pagi harinya kali ini Fuyi tidak menemukan sosok Juleo yang selalu menunggu didepan pintu rumahnya.


Fuyi merasakan ada yang kurang saat Juleo tidak mengikutinya kembali, tapi dirinya sudah bertekad akan berjuang untuk menata masa depannya terlebih dahulu baru setelah itu akan memikirkan yang namnya cinta.


Sesampainya disekolah...


“Fuyi, maukah kau membantuku mencari buku di perpustakaan?” tanya Ersha dengan nada memohon pada Fuyi.


Karena tak enak hati jika menolaknya Fuyi pun mengiyakan ajakan Ersha. Kini Fuyi dan Ersha pun pergi ke perpustakaan dan mencari buku yang Ersha cari.


Brukkk


“Ah, maafkan aku. Maafkan aku tuan!” ucap Fuyi saat dirinya tak sengaja menabrak sosok lelaki yang membawa buku dan buku tersebut berserakan jatuh di lantai.


“Tidak apa-apa nona,” ucap lelaki tersebut, ia pun segera mengambil buku-buku yang tadinya ia bawa yang sekarang sudah berserakan di lantai.


Fuyi pun segera membantu lelaki tersebut memunguti semua buku yang berserakan.


“Sekali lagi aku minta maaf tuan.” ucap Fuyi merasa sangat tidak enak kepada lelaki tersebut.


“Tidak apa-apa nona, ini bukan masalah yang besar.” jawab lelaki tersebut, lantas pria itu pun pergi meninggalkan Fuyi.


“Lo cuma pura-pura formal, gue akan buktiin kalo Lo juga dari dunia nyata yang masuk ke dunia komik ini!” batin lelaki tersebut sembari melangkah pergi dari perpustakaan tersebut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Thank you yang udah baca novel aku🤓💅

__ADS_1


__ADS_2