
Music : Under The Influence-Chris Brown
-----------------------------------------------------------------
“Kau, ikut aku!” titah pria tersebut kepada Fuyi yang sekarang sudah dalam penyamaran.
“Baik!” jawab Fuyi dengan suara yang ia buat menjadi lebih berat seperti suara seorang lelaki.
Fuyi pun menghela nafas lega dalam hatinya, penyamaran nya belum terbongkar. Baiklah mari kita mulai aksi Fuyi.
Fuyi berjalan di belakang lelaki tersebut mengikuti kemana arah lelaki itu pergi. Hingga membawa mereka berdua kesebuah ruangan yang tadi dimasuki oleh Xavier dan seorang prajurit bernama John.
“Yang Mulia saya sudah membawa salah satu prajurit yang akan menemani tuan john.” ucap lelaki yang tadinya membawa Fuyi.
“Baiklah, siapa namamu?” tanya Xavier pada Fuyi.
Dengan asal Fuyi pun segera menjawab, “Nama saya Aaric Yang Mulia.” ucap Fuyi dengan lugas.
“Baiklah Aaric, kau akan ditugaskan untuk menemani kepala prajurit kita, John. Kau akan ikut bersama John dalam misi membunuh Krish, anak tunggal dari Baron Simon Mignolet!” tutur Xavier dengan serius.
“Wanjazzz kelazzz, gue jadi ikut nih. Yang bener aja, makin gampang dong rencana gue!” jerit Fuyi dalam hatinya.
“Baik Yang Mulia akan saya laksanakan!” tegas Fuyi yang menyamar menjadi Aaric, (Fuyi akan kita panggil Aaric untuk sementara ygy!).
“Untuk pelancaran misi ini saya ditugaskan sebagai apa Yang Mulia?” tanya Aaric, dirinya akan menggali lagi sebuah informasi dimana dirinya bertugas. Apakah itu akan berpengaruh dengan rencananya?
“Disini tugas mu adalah sebagai pembawa peralatan senjata, karena nanti John akan membutuhkan beberapa senjata seperti belati, pedang, dan panah. Jadi kau bertugas membawa semua senjata tersebut!” titah Xavier dengan mata yang menatap tajam.
“Baik Yang Mulia, akan saya laksanakan!” lugas Aaric dengan mantap.
“Makin mudah ini gue bunuh prajurit lemper, gue kebagian bawa senjata coyy. G0bl0k bener nih Xavier duda!” sentak Aaric dalam hati, ini sangatlah membuat rencananya menjadi berjalan dengan sangat mulus.
“Kalau begitu kami bertiga pamit undur diri Yang Mulia,” ucap John berpamitan dengan Xavier.
Setelah mendapat izin mereka bertiga pun pergi dari ruangan tersebut dan menuju ruangan khusus kepala prajurit atau ruangan yang biasa digunakan untuk acara musyawarah atau rapat.
“Silahkan duduk.” ucap John.
Aaric pun segera duduk di kursi yang telah disediakan. Tentang lelaki tadi yang memanggil nya, lelaki tersebut telah pergi entah kemana melaksanakan tugas yang diberikan oleh Xavier.
“Untuk pelaksanaan misi akan kita laksanakan pukul dua pagi dini hari. Karena Krish biasanya pulang bekerja sekitar jam tiga pagi, jadi kita harus siap-siap terlebih dahulu.” ucap John dengan menyiapkan beberapa senjata seperti beberapa belati dengan ukuran yang berbeda-beda, serta sebuah pedang dan beberapa panah serta anaknya.
“Baik tuan!” ucap Aaric dengan tegas.
“Hmm..” John berdehem, dirinya bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Aaric.
Tubuhnya ia condongkan ke depan tepat di depan wajah Aaric. Aaric spontan menarik kepalanya ke belakang, menatap John dengan was-was.
Dipegangnya kedua sisi kuris yang di duduki oleh Aaric, John semakin mendekatkan wajahnya ke depan wajah Aaric. Menatap tajam ke arah Aaric.
__ADS_1
“A-ada apa tuan?” tanya Aaric dengan gugup, jujur dirinya sangat was-was bagaimana kalo penyamaran nya terbongkar?.
“Mata mu sangat cantik.” ucap John dengan datar dan dingin.
“Baiklah kau boleh pergi, pukul satu pagi kau harus sudah kembali ke ruangan ini lagi!” titah John, ia pun segera bangkit dari posisinya dan berdiri dengan tegap.
“Baik tuan, selamat malam.” ucap Aaric sembari membungkuk kan badannya. Aaric pun segera pergi dari ruangan tersebut dan pergi ke kamar yang tadi ia masuki.
------
“Hufft, hampir saja ketahuan..” gumam Aaric dengan menyandarkan tubuhnya di belakang pintu.
“Gue gak boleh tidur, gue cuma nunggu waktu dimana semua orang tidur baru gue bunuh mereka satu-persatu. Hmm bagaimana reaksi mereka?” gumam Aaric dengan tersenyum smrik membayangkan dirinya membunuh manusia lagi.
Waktu berjalan, terus berjalan. Dan sekarang pun menunjukkan pukul setengah 12 malam. Aaric mengendap-endap keluar kamar, melihat loro g yang begitu sunyi tanpa ada seorang pun.
Aaric pun segera berjalan dengan pelan menuju dimana ruangan para prajurit tidur. Disini memang gedung khusus untuk para prajurit maka dari itu tidak akan ada anggota kerajaan Xavier yang berada di sini tengah malah seperti ini.
Aaric sekarang sudah kembali memakai pakaian nya tadi, pakaian dengan warna biru dongker serta kain yang menutup setengah wajahnya. Sebuah belati ukuran sedang sudah ia bawa untuk kegiatannya ini.
Dengan pelan Fuyi memasuki sebuah kamar yang cukup besar, terdapat banyak tempat tidur dengan para prajurit yang tertidur di atas kasur tersebut.
“Gue akan beri kalian sebuah ajal para prajurit bodoh, hohoho..” gumam Aaric dengan kekehan smrik di akhir kalimat.
Jleb...
Aaric menusukkan belatinya tepat pada jantung salah satu prajurit tersebut, matanya terbuka dan melotot mulutnya sudah menganga tak kuat lagi untuk berbicara.
“Satu...” gumam Aaric.
Srett..
Jleb..
“Dua...” gumam Aaric kembali, wajahnya terlihat sangat senang dapat membunuh para prajurit tersebut. Menggores rahang dan langsung menusuk jantung, sebuah hal yang sangat amazing.
Jleb..
Srettt..
Syatt..
Jlebbb...
Aaric sudah membunuh 50 orang prajurit, sedangkan di ruangan ini terdapat 150 orang prajurit. Dengan sapu tangan yang ia bawa, ia bungkam setiap mulut prajurit yang ia bunuh agar tak mengeluarkan suara.
Semua prajurit tenang tak terusik dengan kegiatan gila Aaric. Tak menyadari jika sebuah iblis antagonis membawa ajal bagi mereka.
Syattt...
__ADS_1
Srettt...
Jleb....
Ada beberapa prajurit yang Aaric gores dan potong di beberapa bagian, seperti wajah, telinga, tangan dan kaki. Setelah puas mengukir bagian-bagian tersebut, Aaric langsung menancapkan belatinya tepat di jantung.
“Yang terakhir akan gue jadikan mangsa paling istimewa. Karena ajal akan segera tiba, maka gue akan kasih penghantar yang paling khusus.” gumam Aaric dengan tersenyum smrik dirinya telah dikuasai oleh karakter antagonis untuk saat ini, jiwa psikopat nya kembali datang.
Srettt..
Syattt...
Srekkk...
Aaric membungkam mulut mangsa terakhir, prajurit tersebut sudah sadar dari tidurnya dan melihat ke arah Aaric dengan begitu takut. Aaric menggores dahi prajurit tersebut cukup dalam menggunakan belati, darah mengalir hingga menetas melalu wajahnya. Kembali menggores di pipi dan leher prajurit tersebut.
Dan yang terakhir Aaric menancapkan belatinya tepat di leher prajurit tersebut membuat prajurit tersengal-sengal dan mati seketika.
“Seratus lima puluh...” gumam Aaric. Darah berada di mana-mana ruangan tersebut sudah amis berbau darah, serta mayat para mayat yang sudah mati berlumuran dengan darah.
Aaric segera pergi meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul satu pagi, segera Aaric mengganti pakaiannya dengan pakaian prajurit dan bergegas pergi ke ruangan rapat.
Ceklek...
“Apa semua sudah siap?” tanya John kepada Aaric yang sudah siap dengan beberapa senjata yang berada di dalam sebuah koper kecil khusus untuk membawa senjata.
“Siap tuan!” tegas Aaric.
“Ayo berangkat!” ajak John.
Segera mereka bergegas untuk segera pergi ke lokasi dimana Krish selalu berjalan melewati jalan tersebut.
“Tuan!!” teriak seorang lelaki yang kemarin memanggil Aaric untuk pergi menemui Xavier.
“Ada apa?” tanya John.
Lelaki tersebut dengan cepat berlari ke arah John dan memegang kedua bahu John. Dengan keringat yang bercucuran serta wajahnya yang shock bibirnya bergetar.
“P-para pra-jurit s-sudah ma-mati t-tuan.” ucap lelaki tersebut dengan bibir bergetar.
Tanpa pikir panjang John segera pergi keruangan dimana prajurit berada. Dengan perasaan campur aduk John membuka pintu ruangan tersebut dengan pelan.
Aaric tersenyum kecil dengan smirk melihat kejadian tersebut.
Pintu sudah terbuka dengan sempurna, dan menampilkan para prajurit yang telah mati dengan keadaan yang mengenaskan.
John tercengang melihat para prajuritnya yang telah mati. Seketika John menatap ke arah lelaki tadi dan lelaki tersebut pun menatap ke arah John.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Ada apa gerangan kok saling tatap-menatap?