ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
23| Rencana Deshi


__ADS_3

“Sayang aku ingin balas dendam kepada Simon, sayang bantu aku.” rengek Deshi pada Xavier.


“Hm, kau ingin balas dendam seperti apa sayang?” tanya Xavier sembari menyesap kopi panas.


“Aku ingin membunuh anak tunggal Simon!” sarkas Deshi dengan gejolak amarah membara.


“Wow, balas dendam mu sangat sadis sayang. Emm, baiklah aku akan menyuruh prajurit ku untuk segera membunuh anak itu.” ucap Xavier dengan sunggingan senyum.


“Terimakasih banyak sayang.” ucap Deshi dengan memeluk erat tubuh Xavier.


“Apapun untuk mu sayang.” balas Xavier membalas pelukan Deshi dengan memberikan kecupan kecil pada pucuk kepala Deshi.


Dalam pelukannya, Deshi menyeringai penuh kemenangan. Rencana nya akan berhasil, setelah menikah ia akan menguras habis-habisan harta Xavier. “Bodoh sekali kau duda!” seru Deshi dalam hatinya.


--------


Untuk hari ini Fuyi mendapat jadwal piket kelas. Dengan tenang dirinya membawa tempat sampah dari kelas untuk ia buang di pembuangan sampah.


Juleo yang sedari tadi hanya mengikuti Fuyi pun mulai mendekat dan menarik baju Fuyi hingga Fuyi terhuyung ke belakang.


“Kau!! Bisa diam tidak?!” sentak Fuyi dengan geram.


“Tidak!” jawab Juleo dengan spontan.


Fuyi menggeram kesal melihat wajah Juleo yang begitu mengesalkan. Sebuah ide terbesit saat tak jauh darinya terlihat Ersha yang sedang berjalan dengan tersenyum kearahnya. Fuyi pun membalas senyuman Ersha dengan lambaian tangan.


“Kau baru datang?” tanya Fuyi kepada Ersha yang sudah sampai di depannya.


“Iya, hari ini aku agak terlambat karena bangun siang.” jawab Ersha disertai senyuman diakhiri kalimat.


“Mau bareng ke kelas?” tanya Ersha saat dirinya melihat Fuyi membawa tempat sampah kelas 12.


“Boleh, ayo.” jawab Fuyi dengan suka rela.


“Hei-hei, kau siapa? Datang tak di undang, begitu datang langsung bawa kekasih orang. Ck, ck, ck kalau jomblo itu cari cewe jomblo juga, jangan main nikung dong. Tidak elit!” ejek Juleo dengan wajah merah padam menahan cemburu, dengan cepat Juleo segera menggenggam tangan Fuyi dengan posesif.


“Memangnya Fuyi mau menjadi kekasihmu?” tanya Ersha lebih tepatnya mengejek.


“Kata siapa dia tidak mau?” tanya balik Juleo dengan menahan mati-matian emosinya.


“Ck, aku pergi sendiri saja!” sentak Fuyi dengan frustasi, ia pun segera menghentak kasar genggaman Juleo dan pergi begitu saja meninggalkan Juleo dan Ersha.


Juleo pun segera mengikuti Fuyi, namun dirinya menyempatkan untuk menatap sinis ke arah Ersha.


------


“Jangan marah dong..” bujuk Juleo yang sudah duduk di samping Fuyi. Namun Fuyi hanya cuek dan fokus pada buku yang ia baca.

__ADS_1


Hingga bel pulang berbunyi Juleo tetap saja merengek pada Fuyi agar gadis itu tidak marah kepadanya.


“Aku mau bekerja kau pulanglah, dan jangan menganggu ku!” usir Fuyi dengan nada cuek nan datar.


“Tidak! Aku akan menunggu sampai kau selesai bekerja.” tekad Juleo dengan tegas.


Dan Fuyi pun hanya diam tak merespon ucapan Juleo. Kini Fuyi bersiap untuk bekerja di tempatnya bekerja setiap hari setelah pulang sekolah.


Fuyi memakai seragam khusus pelayan, melayani pelanggan yang ramai berkunjung. Dengan profesional Fuyi melayani pengunjung dengan sopan dan ramah.


Sedari tadi Juleo hanya menatap Fuyi dari kejauhan dengan tangan yang ia silangkan di depan dada.


Seperti biasa Fuyi selesai bekerja pada pukul 9 malam. Dan sekarang dirinya sudah bersiap untuk pulang.


“Ikut aku!” seru Juleo dengan cepat, sembari menarik tangan Fuyi.


Hingga akhirnya merekapun sampai di pinggir danau tempo lalu yang pernah mereka datangi. Duduk di atas rerumputan hijau dengan langit yang bertaburan bintang.


“Kenapa kau membawa ku kemari?” tanya Fuyi dengan bingung, namun sama sekali tak ada jawaban dari Juleo. Lelaki itu sibuk mengamati bintang-bintang di langit.


Fuyi menghela nafas, dirinya merasa lelah sepanjang hari bersekolah dan bekerja.


“Apakah kau mencintaiku?” tanya Juleo dengan wajah datar dan serius, serta pandangan nya yang tidak beralih dari langit.


Fuyi tersentak kaget saat mendengar pertanyaan Juleo tersebut. “Entahlah, aku belum siap untuk memikirkan masalah cinta,” jawab Fuyi, ia pun ikut mengarah kan pandangan ke langit.


“Aku tidak bisa berjanji padamu, namun aku akan berusaha padamu. Jika kau belum bisa menerima cintaku, aku akan menunggu sampai cinta mu ada. Jika suatu saat kita terpisahkan oleh apa pun itu, aku akan setia menunggumu dan mencari mu.” tutur Juleo dengan tatapan sendu, ia pun segera menatap ke arah Fuyi yang berada di sampingnya.


“Tapi ku mohon, maukah kau menjadi sahabatku? Sahabat dekat, hanya sebatas sahabat. Namun jika kau mau lebih dari sahabat aku tak merasa keberatan.” tawar Juleo dengan wajah jahilnya.


“Kau selalu saja bercanda, baiklah kau adalah sahabat ku!” jawab Fuyi disertai kekehan kecil.


Hembusan angin malam menerpa rambut Fuyi, membuat wajah cantik itu terlihat anggun. Seakan terhipnotis, Juleo menatap Fuyi dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Dirinya terlalu dibutakan oleh cinta, tapi dirinya akan bertekad membuat Fuyi mencintai nya tanpa sebuah paksaan. Dirinya ingin Fuyi mencintai dengan tulus segenap hati dan mau membalas perasaan nya.


Juleo sadar bahwa dengan caranya yang terus memaksa Fuyi itu bisa membuat Fuyi menjauh darinya. Juleo harus tahu sebuah batasan, dan dirinya akan membuat Fuyi merasa nyaman di dekatnya tanpa sebuah paksaan lagi.


“Baiklah aku pulang dulu, ini sudah larut malam.” ucap Fuyi, ia pun segera berdiri dan bersiap untuk pulang.


Juleo pun segera ikut berdiri, “Baiklah sampai jumpa besok.” ucap Juleo dengan senyum yang terlihat begitu sayu.


Fuyi pun segera bergegas untuk pulang hari sudah malam, pasti Krish mencarinya.


------


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka dan terlihat Fuyi memasuki rumah minimalis itu dengan raut wajah lelahnya.


“Sudah pulang, minumlah dulu.” ucap Krish sembari memberikan gelas yang berisi air putih.


“Terima kasih kak,” ucap Fuyi, menerima minuman dari tangan Krish.


“Bagaimana dengan pekerjaan mu kak?” tanya Fuyi berbasa-basi dengan Krish, dirinya sudah lama tidak berkumpul dengan lelaki yang ia anggap sebagai kakak nya itu, karena Krish selalu sibuk dengan pekerjaan nya sampai terkadang tidak pulang beberapa hari.


“Baik, bagaimana dengan sekolah dan pekerjaan mu sendiri?” tanya balik Krish.


“Baik juga kak,” jawab Fuyi dengan tersenyum menatap Krish.


Entah kenapa Fuyi merasa bahwa Krish akan pergi. Namun dirinya tidak tahu Krish akan pergi kemana.


“Apakah kakak mau pergi bekerja dalam waktu lama?” tanya Fuyi dengan gelisah.


“Tidak, memangnya kenapa? Kau terlihat begitu gelisah.” ucap Krish menatap aneh kepada Fuyi yang terlihat gelisah.


“Ahh, tidak apa-apa kak. Kalau begitu aku istirahat dulu, selamat malam.” pamit Fuyi.


“Selamat malam,” jawab Krish.


Setelah mendapat jawaban dari Krish, Fuyi segera bergegas masuk kedalam kamarnya.


“Ayolah kenapa gue jadi aneh gini sih? Kayak Krish itu mau pergi jauh gitu gak balik-balik,” ucap Fuyi kepada dirinya sendiri setelah ia sampai di dalam kamarnya dan menguncinya rapat.


“Firasat gue jadi gak enak,” ucapnya kembali.


Sekelebat bayangan terlintas saat dirinya masih di dunia nyata. Dimana dirinya sebagai Caca membaca komik ‘Sang Tiri Pemenangnya' ia melihat dimana ada halaman yang menceritakan bahwa Krish akan mati terbunuh.


Tubuh Fuyi tersentak kaget diatas tempat tidur saat tak sengaja ia mengingat hal tersebut.


“Apa mungkin Krish mau mati? Tapi kan alur komik ini udah melenceng jauh saat gue masuk ke dunia ini.” monolog Fuyi sembari berpikir dengan keras.


“Anj- kalau sampai Krish mati gue juga masih kena hukuman itu dong. B4ngs4t gue gak mau itu terjadi!” sentak Fuyi dengan frustasi.


“Gue harus inget pasca Krish mati itu dibunuh siapa!” tekad Fuyi dengan geram.


Dirinya tak ingin mati sia-sia didunia ini, cukup di dunia nyata dirinya menyia-nyiakan kehidupan yang harus ia syukuri. Untuk kali ini Fuyi akan membuat hidupnya menjadi cemerlang.


Srekk


Sebuah suara entah itu darimana berasal, Fuyi mendengarnya. Tiba-tiba dirinya sekelebat bayangan dimana gambar yang menampilkan Krish ditikam sosok berjubah hitam terlintas di otak Fuyi.


Fuyi pun membuka matanya dan---


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hallo kawan-kawan, terima kasih yang udah setia baca novel receh aku. Terima kasih banyak dan maaf bila ada kesalahan.🤓💅


Papay, sayonara'🤓💫


__ADS_2