ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
30| Gelang Kupu-Kupu


__ADS_3

Music : Me and My Brokenheart-Rixton


-------------------------------------------------------------


“Tuan Raymond telah mengetahui keberadaan nona Fuyi yang berada di kota Stanley tuan.” ucap Vorix yang berdiri tak jauh dari Archi.


“Sial! Terus awasi gerak gerik Raymond, jangan sampai Fuyi tertangkap olehnya!” titah Archi dengan penuh amarah.


“Baik tuan.” jawab Vorix dengan membungkukkan badan.


------


Hari ini Fuyi kembali bersekolah ke sekolah barunya. Sekolah yang terbilang elit di kota Stanley.


Setelah sampai di kelas Fuyi segera mendudukkan dirinya di bangku miliknya. Namun tatapannya terpaku dengan sosok laki-laki yang menjadi teman sebangkunya.


“Kayak familiar gue sama mukanya.” ucap Fuyi dalam hatinya dengan menatap laki-laki tersebut cukup lama.


“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya laki-laki tersebut menatap heran ke arah Fuyi yang masih terpaku.


Seketika itu juga Fuyi mengerjap kaget karena ketahuan bahwa ia terang-terangan menatap laki-laki tersebut.


“Ah tidak apa-apa,” sentak Fuyi dengan kaget, ia pun segera mengalihkan pandangan nya dari laki-laki tersebut.


“Wajahnya ke familiar amnj4y! Tapi siapa ya? sentak Fuyi dalam hatinya.


Fuyi mengingat siapa laki-laki tersebut, dirinya merasa pernah melihat laki-laki itu. Tapi dimana?


Hingga seorang guru masuk ke kelas membuyarkan lamunan Fuyi. Kelas di mulai semua siswa pun fokus dengan pelajaran yang di jelaskan oleh guru di depan kelas.


-------


Setelah selesai dengan sekolahnya, Fuyi pun pergi ketempat nya bekerja. Dan mulai bekerja melayani para pengunjung di Cafe tersebut.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, kini Fuyi sedang bersiap untuk pulang karena jam kerjanya sudah selesai.

__ADS_1


“Apakah sekarang kau sibuk?” tanya Katie, teman kerja Fuyi.


“Tidak, memangnya kenapa?” tanya balik Fuyi.


“Maukah kau menemaniku untuk pergi ke toko di pusat kota?” tanya Katie dengan wajah berbinar.


“Emm, baiklah. Sekalian jalan-jalan, aku belum pernah belanja ke pusat kota.” ucap Fuyi setelah memikirkannya.


Dengan gembira Katie pun segera menarik tangan Fuyi untuk pergi toko yang berada di pusat kota Stanley.


Terlihat toko dengan ukuran terbilang besar bertempat di pusat kota Stanley. Toko tersebut seperti sebuah mall jika di dunia nyata, bedanya ini berada di dunia komik atau dunia fantasi.


“Ayo kita lihat cat rambut yang sedang banyak digunakan!” ajak Katie dengan tak sabar, Katie pun segera menyeret Fuyi ke rak-rak yang sudah terpajang beberapa cat rambut.


“Waahh ini bagus sekali, aku ingin mengecat rambutku dengan warna ungu. Apakah warna ungu cocok untuk rambutku?” tanya Katie dengan semangat.


“Sepertinya cocok.” jawab Fuyi dengan kikuk, sebelumnya dia belum pernah dekat dengan Katie. Ternyata Katie tak seperti yang ia pikirkan, ternyata Katie mempunyai tingkat humoris yang lumayan tinggi.


“Mungkin kau cocok kalau memakai cat warna putih. Ayo kita cat rambut sekarang!” ajak Katie, dengan cepat Katie menyambar cat rambut bewarna ungu dan putih. Dan segera menyeret Fuyi ke tempat pengecatan rambut.


20 menit berlalu, dan kini rambut Fuyi sudah berubah menjadi warna putih. Begitupun dengan rambut milik Katie yang bewarna ungu.


“Waahhh kau menjadi lebih keren dengan rambut putih mu Fuyi!!” pekik Katie dengan girang.


“Jangan keras-keras, nanti kita di kira orang gila.” bisik Fuyi dengan malu karena mereka menjadi pusat perhatian di toko tersebut setelah keluar dari ruang pengecatan rambut.


“Heheh,” dan Katie pun hanya tertawa tanpa dosa.


“Sudah ayo kita bayar.” ajak Fuyi, dan mereka pun segera menuju ke kasir untuk membayar.


Mereka pun segera pulang setelah bersenang-senang di dalam toko tersebut. Hingga semakin hari hubungan Fuyi dan Katie semakin lekat, seperti seorang sahabat. Dan ya, mereka telah menjadi sahabat.


Selama itu juga Fuyi mengharapkan Juleo untuk kembali. Dirinya benar-benar tersiksa dengan rasa rindu yang selalu ia pendam, terkadang ia menangis kala dirinya sangat tersiksa karena rasa rindu. Pikirannya selalu penuh dengan kenangan bersama Juleo, dirinya benar-benar tersiksa.


Namun Fuyi mencoba untuk memendam semua rasa rindu tersebut. Ia akan menahan rasa rindu ini, dirinya akan bersikap biasa saja kala ia berada di depan umum maupun itu di depan Katie.

__ADS_1


-------


2 Tahun berlalu...


“Fuyii, yuhuuuuu. Mari kita bersenang-senang ke toko di pusat kota Stanley!!” ajak Katie dengan wajah humorisnya.


“Ayolah, sudah lama kita tidak bersenang-senang!” jawab Fuyi dengan semangat. Mereka berdua masih setia bekerja di Cafe Stanley. Dan pendidikan Fuyi sudah masuk ke sebuah sekolah yang terbilang seperti kuliah. Sekolah perguruan tinggi, dunia komik ini benar-benar sangat canggih, karena sudah tersedia beberapa gedung yang menyerupai di dunia nyata.


“Ayooolahhh aku rindu sekali denganmu tokoo!” pekik Katie seperti orang gila di depan toko pusat Stanley.


“Kau ini selalu membuatku malu Katie!! Baru 3 hari yang lalu kita datang kesini, tapi kau sudah seperti tak datang selama 1 tahun!” ucap Fuyi dengan geram menatap tingkah konyol Katie, dan Katie pun hanya cengengesan mendengar ucapan Fuyi.


Fuyi dan Katie pun segera masuk dan berjalan-jalan kesana kemari untuk melihat hal yang menarik. Toko ini semakin besar karena setiap tahunnya selalu ada renovasi pembesaran wilayah toko. Dan toko ini sudah berdesain dengan tingkat tiga lantai.


“Ayo kita lihat gelang kayu, gelang itu sekarang menjadi best seller tau! Aku jadi iri, ayo cepat!” sentak Katie dengan tak sabaran, seperti biasa Katie selalu menyeret kemanapun tangan Fuyi agar cepat mengikutinya.


“Waaah bagus sekalii, aku jadi ingin membeli semua!” pekik Katie sembari mendongakkan kepala, mirip seperti orang gila.


“Heh, sudah jangan seperti orang norak. Cepat cari mana yang kau inginkan, aku jadi malu lama-lama berjalan dengan mu.” bisik Fuyi memegang lengan Katie. Bukan apa, namun jika berjalan bersama Katie akan merasa malu dengan tingkah konyolnya dan ini sudah sering terjadi.


Katie pun hanya cengengesan, dan kembali melanjutkan kegiatan memilih gelang yang menurutnya bagus sambil berbicara sendiri karena bingung memilih yang mana.


Meninggalkan Katie, Fuyi tertarik dengan gelang rantai tipis yang berbandul dengan berbagai jenis bandul. Fuyi pun melirik gelang yang ia pakai sekarang, gelang dengan bandul daun Semanggi. Pikirannya melayang saat dimana dia pertama kali memasuki tubuh ini.


Atensi Fuyi tertarik dengan gelang yang berbandul kupu-kupu. Tangannya terulur ingin menggapai gelang tersebut. Namun tangannya bertabrakan dengan tangan yang kekar serta berotot yang juga ingin menggapai gelang kupu-kupu.


Kepala Fuyi tertoleh ke samping dan melihat sosok laki-laki yang selalu memenuhi pikirannya, laki-laki yang selalu membuatnya rindu, laki-laki yang selalu membuat Fuyi khawatir kepadanya.


Seakan waktu terhenti, kedua iris dari manusia yang berbeda jenis itu saling menatap dalam. Menyiratkan rindu yang mendalam, rasa rindu dari kedua manusia itu membuncah ingin melepas rindu yang telah lama terpendam.


“Fu-Fuyi...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Siapa tuh? Ahayyyy

__ADS_1


Maaf ygy, aku lama updatenya. Maaf banget ya, karena aku masih sibuk sama urusan sekolah. Terimakasih yang masih mau baca novel aku🤓🙏lopyu sekebon buat klean.


__ADS_2