ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?

ISEKAI Antagonis Jadi Protagonis?
9| Parasit


__ADS_3

Keesokan paginya, Fuyi sudah siap dengan seragam sekolahnya. Tak lupa ia pun menyempatkan diri untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


Kini kehidupan Fuyi sudah terjamin, walupun dirinya hanya seorang maid. Tapi itu sudah cukup bagi Fuyi, yang hanya memiliki karakter sebagai siswi SMA.


“Aku berangkat, tuan Krish” ucap Fuyi sembari membungkuk kan badannya.


“Baiklah, sampai jumpa di tempat kerja” jawab Krish sembari tersenyum hangat ke arah Fuyi.


Fuyi telah sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tentunya. Itu membuat Fuyi sangat tidak nyaman, dimana ia selalu menggunakan motor ataupun mobil di dunia nyata miliknya. Sementara disini tidak ada angkutan umum, dan semua masih menggunakan transportasi jaman dahulu, seperti menggunakan seekor kuda.


“Hufft” helaan nafas terdengar dari mulut kecil milik Fuyi.


“Hei bocah parasit, belikan aku minuman sekarang juga!” titah Naomi, yang entah darimana tiba-tiba muncul di samping bangku milik Fuyi.


Fuyi pun menatap ke arah Naomi tanpa ekspresi. Tak ada raut takut ataupun itu seperti biasanya.


“Hei! Kau tuli?!” sentak Naomi yang tidak mendapat respon dari Fuyi.


“Baiklah, hari ini aku berbaik hati padamu. Aku kasihan karena kau tidak punya kaki untuk pergi membeli minuman” sarkas Fuyi masih dengan wajah yang datar.


“Kauuu!!!” erang Naomi sembari menatap nyalang ke arah Fuyi.


Fuyi tak menggubris ucapan Naomi kembali, dirinya memilih untuk segera ke arah kantin dam membeli minuman.


Semua peristiwa itu tak luput dari pandangan mata Juleo serta Ersha. Kedua manusia yang saling bermusuhan entah karena apa.


“Heh, kenapa parasit itu sudah berani melawan kita? Aneh sekali kan” ucap Naomi kepada Vei dan Zesina.

__ADS_1


“Aku juga semakin benci sama bocah parasit itu. Berani-berani sekali dia melawan kita! Kita harus beri pelajaran kepada parasit itu!” seru Vei dengan senyum liciknya, dan idenya itu pun di setujui oleh Naomi dan Zesina.


Sementara itu...


“Setelah ini aku tidak akan Sudi lagi melayani para gadis licik itu!” gumam Fuyi dengan geram. Dirinya berjalan menuju ke kelas setelah dirinya membeli minuman yang di minta Naomi.


Byurr


Baru saja Fuyi memasuki ruangan kelas, dirinya sudah basah kuyup dengan siraman air.


Tak jauh dari sana terlihat tiga gadis pembuli yang sudah berdiri dengan senyum remeh nya kepada Fuyi. Satu kelas itu pun seketika diam melihat kejadian itu, ini memang kejadian biasa. Namun, ini adalah kejadian yang sayang sekali jika harus dilewatkan.


Ruangan kelas itu pun senyap dalam seketika. “Waaahh, permainan baru ya?” tanya Fuyi dengan gelak tawa remeh kepada tiga gadis pembuli.


“Sudah berani ya ternyata” ujar Zesina.


“Cih, baiklah. Mari kita mulai permainan kita, jangan menangis jika kalian kalah, hohoho” tentang Fuyi dengan tegas.


“Kita lihat siapa yang parasit disini” ujar Fuyi.


Kejadian itu membuat para siswa di dalam kelas tercengang. Bagaimana tidak? Karena Fuyi yang notabenenya seorang gadis culun dan penurut itu, kini berani melawan tiga gadis pembuli. Sungguh tidak terduga.


Tak terkecuali Juleo, Ardan, dan Ersha. Ketiga lelaki yang menjadi bunga sekolah itu pun cukup terkejut dengan perubahan sikap Fuyi.


Dengan cepat Fuyi melangkah mendekat ke arah Naomi. Dan segera membuka tutup botol yang ia pegang dan dengan cepat ia menumpahkan isi botol itu ke seluruh tubuh Naomi.


“Kau ini apa-apaan dasar parasit!!” sentak Naomi dengan emosi yang sudah menggebu-gebu.

__ADS_1


Seluruh isi kelas pun semakin di buat tercengang dengan perbuatan Fuyi yang berani melawan tiga gadis itu.


“Bukannya kau tadi menyuruhku untuk membeli kan mu minuman. Karena aku sedang baik hati, jadi aku membelikan nya ditambah bonus dengan siraman nya. Jadi kita impas! Oke” seru Fuyi tepat di depan wajah Naomi.


“Kauuu!!!” geram Naomi.


Fuyi segera melangkah pergi meninggalkan kelas tersebut untuk menuju ruang ganti. Dirinya akan mengganti seragam nya dengan seragam cadangan di loket miliknya.


“Kenapa bocah itu semakin berani?!” sentak Vei dengan tak terima.


“Aku sudah tak tahan lagi, aku akan menghajar bocah itu!” seru Naomi dengan marah.


“Cih, mulai saat ini kalian tidak akan pernah bisa melawan Fuyi!” decih Ersha yang berjalan melewati ketiga gadis itu dengan tatapan sinis.


“Ersha! Kenapa kau selalu berpihak pada bocah parasit itu?!! Dirinya tidak sebanding dengan diriku yang cantik ini!” seru Naomi tak terima saat Ersha lebih berpihak pada Fuyi, daripada berpihak pada Naomi.


Namun Ersha tidak menghiraukan ucapan Naomi. Dirinya sungguh bangga dengan Fuyi yang sudah berani melawan ketiga gadis pembuli itu.


---


“Cih, gadis aneh! Bagaimana ia bisa menjadi bar-bar seperti itu” gumam Juleo yang terkejut dengan tindakan baru Fuyi. Fuyi yang biasanya gadis penurut kini menjadi gadis yang bar-bar dan berani melawan.


“Wah-wah, kau sudah mulai menyukai nya ya” ucap Ardan yang menggoda Juleo.


“Dih, gadis seperti itu bukan seleraku” ucap Juleo dengan membayangkan bagaimana sikap dan perilaku Fuyi.


“Jangan seperti itu dulu dong, siapa tahu nanti kau akan tergila-gila pada Fuyi” ejek Ardan yang semakin gencar menggoda Juleo.

__ADS_1


“Ck, diamlah. Bahkan dia tidak cantik sama sekali!” seru Juleo. Dan disambut gelak tawa oleh Ardan yang berhasil membuat sahabat nya itu menjadi kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2