ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Kalau aku mafia


__ADS_3

"mas kenapa kamu mau mau aja waktu kita di jodohin?"tanya aleza penasaran


"karna orang tua mas yang nyuruh" sahut faryan tanpa beban "lho kok mas ngoomongnya gitu sich? Mas nyesel udah nikahin aku? "umpat aleza kesal karna jawaban suaminya tak seperti yang ia harapkan "


ya memang kenyataan nya seperti itu sayang "timpal faryan "terus mas mau juga gitu kalo misalkan di jodohin sama mbak inur tetangga komplek?" tanya aleza dengan nada meledek "ngga ah mas maunya kalo di jodohon sama kamu doang" cesss hati aleza merasa tersentuh mendengar ucapan faryan "boleh gak sih gue jingkrak jingkrak kalo perlu salto dech! Huff tahan aleza bersikap tenang dan biasa aja jangan sampe dikira kamu sangat bahagia dengan perjodohan ini " bathin aleza, lalu menarik nafasnya untuk menetralkan perasaan nya tanpa ia sadari kalau wajahnya sudah seperti kepiting rebus


"tapi kan kamu belum kenal siapa aku kalo ternyata aku mafia gimana masih mau jadi suami aku?" pertanyaan konyol aleza yang tiba tiba

__ADS_1


"mana ada mafia se barbar dan se ceroboh kamu"


aleza mendelik kesal mendengar ucapan suaminya lalu ia beranjak ingin pergi dari hadapan suaminya


belum sempat melangkahkan kaki tubuh aleza sudah di tarik oleh faryan al hasil aleza jatuh di pangkuan suaminya "mau kemana? ma'af mas tadi cuma becanda mas tau kamu orang baik dan mas tidak pernah menyesal menikah dengan mu aleza fahama justru mas sangat beruntung bisa memiliki kamu sayang"ucap faryan sambil mengelus pipi aleza dengan jari telunjuknya seketika wajah aleza merona


"oh" aleza membulatkan mulutnya lalu ia pun beranjak pergi ke kamar mandi pikirannya sudah traveling ia ingin makan malam yang paling berkesan supaya hanya ada nama aleza dihati suaminya padahal memang hanya aleza yang ada di hati suaminya tanpa ia sadar kalau dirinya belum membuka pintu kamar mandi

__ADS_1


"bruugh" aleza terjedut pintu faryan yang melihatnya seketika panik bukan main "kamu gak papa sayang? "aleza hanya menggeleng kepalanya menahan rasa malu "kenapa gue lupa buka pintu dasar oon" aleza meruntuki dirinya sendiri karna ke cerobohanya "aku gak papa aku mau lanjutin mandi dulu" sahut aleza pergi ke kamar mandi dengan terburu buru,


Faryan yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa geleng geleng kepala "kamu ko gemesin banget aleza jadi pengen cepet cepet makan kamu" gumam faryan sambil tersenyum membayangkan kelakuan konyol istrinya.


sementara faryan masih di masjid aleza yang sudah melaksanakan shalat isya di rumah bergegas mengganti pakaian karna wajah aleza memang sudah cantik dari sananya ia hanya memakai penyegar dan lipbalm agar wajahnya terlihat lebih pres tak lupa ia memakai wewangian untuk menjaga adab gamis yang ia kenakan senada dengan kemeja yang akan di gunakan faryan.


"Tok tok tok" suara ketukan terdengar dari balik pintu aleza bergegas membuka pintu itu sesuai harapan aleza yang datang adalah suaminya "asalamu'alaikum" ucap faryan sambil menjulurkan tangan nya "wa'alaikum salam" sahut aleza sambil mencium tangan faryan dengan senyuman termanisnya faryan melongo melihat penampilan istrinya yang begitu cantik dan sempurna "kamu udah siap sayang kamu cantik banget" ucap faryan dengan senyuman mautnya

__ADS_1


__ADS_2