
Di dalam kamar zaidan mendapati tubuh alana yang sudah tertidur pulas sambil memeluk fhoto abahnya,
Dengan mata sembab akibat hampir seharian alana menangis,
Mata zaidan mulai sayu ia juga sudah merasakan kantuk yang luar biasa karna lelah,apalagi waktu sudah nenunjukan pukul sebelas malam,
Ketika zaidan ingin tidur ia bingung harus tidur di mana, jika ia kembali ke ruang tamu jelas umy marwah akan melarangnya jika tidur bersama alana di ranjang yang sama ia takut alana tidak memberinya izin padahal ia mempunyai hak penuh atas alana,
melihat sofa yang ada di kamarnya pun tidak mungkin karna ukuran sofa itu terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya, akhirnya zaidan berinisiatif untuk mengambil kasur lantai yang ada di atas lemarinya alana, dan zaidan tidur dengan beralaskan kasur lantai,
Di atap yang berbeda faryan sudah kembali pulang dan segera menemui istrinya yang sudah ada di kamar,
Tok tok tok!
"asalamu'alaikum sayang" namun tak ada jawaban dari dalam sana hingga faryan membuka gagang pintu tersebut,
"pantes aja gak nyaut kamu sudah tidur ya sayang pasti kamu lelah!" ucap faryan bermonolog sendiri sambil mencium singkat kening aleza, lalu ikut berbaring di sebelahnya sambil memeluk pinggang aleza dari belakang,
di mobil kayla masih terus saja mengomel karna azka tak mau membelikan nya seblak padahal seblak adalah salah satu makanan favorit kayla sebelum dirinya pindah ke luar negeri,
"kayla kamu mau apa aja kakak beliin asal jangan seblak nanti maagnya kambuh!" ucap azka mengingatkan namun kayla masih bersikukuh pada keinginannya yaitu seblak cikua,
"Tapi aku maunya seblak udah lama banget aku gk makan itu cuma sedikit aja ko gak mungkin juga kayla habiska,
" ya udah nanti besok kakak beliin jangan sekarang udah malam"
"beneran yah"
"iya!"
Mobil yang azka kendarai melaju denga kecepatan normal menuju rumah kayla yang ada di jakarta,
berapa menit kemudian sampailah azka pada tujuan mobilya berhenti tepat di depan gerbang milik rumah kayla,
"makasih yah ka udah nganterin kayla besok jangan lupa seblaknya,"
"iya tapi jangan terlalu pedes juga gak baik buat kesehatan,"
"iya ka azka bawel pedes nya cuma lima sendok aja ko"
"no! Itu terlalu banyak satu aja"
__ADS_1
"yah! Ko satu mana puas empat aja deh,"
"satu aja kayla sayang atau gak jadi kakak beliin"
"jangan ya udah dua aja deh plissss!" ucap kayla dengan wajah yang di melas melaskan agar azka menyetujuinya,"
"ok! Fine besok kaka beliin sekarang kamu masuk ke kamar, salam buat mamah dan papah kakak gak mampir yah udah malam," ucap azka
"ok ! Hati hati di jalan,"
sebelum azka melajukan kembali mobilnya ia harus memastikan bahwa kayla sudah benar benar masuk ke dalam rumahnya,
tak terasa waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari zaidan terbangun dari ridurnya untuk melaksanakan qiamullail di seperempat tidurnya,
Sayup sayup alana mendengar lantunan ayat suci yang begitu menyejukan hati apalagi zaidan memang seorang qiroah terbaik di kotanya sungguh ayat yang di bacakan oleh suaminya membuat alana berdecak kagum,
yah alana terbangun dari tidurnya matanya kini sudah terbuka dengan sempurna melihat ada kasur lantai serta bantal berada di bawah ranjang alana sempat berfikir apakah suaminya tidur di bawah? Ingin bertanya namun suaminya masih khusyu pada mushapnya, akhirnya alana pun memilih ke kamar mandi untuk mensuci kan diri karna sebentar lagi akan segera memasuki waktu shubuh,
"shodaqallahulladzim" zaidan menutup mushap nya tepat di ayat terakhir dan adzan shubuh sudah berkumandang,
zaidan melirik sekilas ke arah alana dengan senyum smirk nya,
"sudah bangun?" ucap zaidan menghampiri istrinya,
"ia ma'af siudah mengambil kasur lantai mu tanpa izin"
"bukan begitu maksud saya gus kenapa gus zaidan tidak tidur di ranjang saja tempat yang saya tuduri cukup luas apa gus zaidan merasa risi tidur bersama saya?" tanya alana
"saya hanya tidak ingin menggangu tidurmu itu saja ma'af jika membuatmu tersinggung"
"tidak apa gus justru saya yang tidak enak karna membiarkan gus zaidan tidur di bawah!"
"tak mengapa mari kita shalat dulu takut keburu abis shubuhnya,"
Mereka pun shalat shubuh berjamaah zaidan tidak pergi ke masjid kali ini karna di rumah masih suasana duka, ia juga harus memastikan istinya baik baik saja,
Ketika alana mencium tangan zaidan,
"ma'af gus ko tangan nya panas"
"tidak apa nanti juga sembuh aendiri"
__ADS_1
"tapi ini panas banget" alana mencoba memberanikan diri untuk meraba kening zaidan benar saja sepertinya zaidan demam mungkin karna semalaman zaidan tidur di lantai dan ac tidak di matikan,
Bergegas alana pergi ke dapur untuk membuatkan bubur,
tiga puluh menit kemudian alana sudah kembali menuju kamarnya sambil membawa semangkuk bubur dan segelas air hangat tak lupa alana juga membawakan obat parasetamol untuk zaidan,
"maaf gus silahkan di makan dulu buburnya habis itu minum obat" perintah alana
"terimakasih maaf merepotkan"
Ucap zaidan merasa tak enak,
selesai memakan buburnya zaidan lalu meminum obat yang di berikan oleh alana,
"sebaiknya gus zaidan istirahat dulu biar pas nanti bangun panasnya sudah turun saya mau ke bawah dulu bantu bantu umy" ucap alana hendak pergi meninggalkan zaidan,
Namun baru saja alana berdiri tangan nya sudah di tarik oleh zaidan alana yang masih merasa lemas hilang keseimbangan hingga ia terjatuh tepat di atas pangkuan zaidan seketika jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya,
"mulai sekarang jangan panggil saya gus gusan panggil saya aby" ucap zaidan
"tapi gus!"
"tidak ada tapi tapian saya suami kamu!"
"baiklah aby saya mau ke bawah dulu bantu bantu umy" ucap alana mengulangi perkataan nya,
"silahkan" sahut zaidan memberikan senyum tetmanisnya seketika wajahalana merona tak disangka seorang zaidan yang terkenal sangat dingin bisa senyum juga apalagi perlakuan nya sejak kemaren membuat alana hampir tak menyangka bahwa itu adalah suaminya,
Ya ialah alana itu suami kamu masa ia suaminya othor!! Hee hee ngarep banget! Udah ah lanjut...
Di tempat yang berbeda aleza sedang membantu ambu ida menyiapkan sarapan paginya, "wah wah wangi banget masak apa sayang" ucap faryan menghampiri istrinya yang sedang berkutat di dapur,
"tumis kangkung sama ikan goreng pluss sambal balado"
Ucap aleza antusias,
"pasti enak udah keliatan dari aromanya"
"mudah mudahan enak yah mas soalnya ini kali pertama aleza masak kangkung!"
"pasti enak ko masakan kamu itu udah jadi makanan favorite buat mas "
__ADS_1
"uh sosweeett pagi pagi udah gombal aja kan hati aku jadi meleyootttt!" ucap alana lebay,