
Sekitar pukul sembilan malam ambu idah menyuruh aleza untuk segera istirahat ia tahu kalau menantunya itu sudah mengantuk karna aleza terlihat beberapa kali menguap, "neng udah malam bobo gih besok kan ada acara syukuran biar fit badan nya besok," ucap ambu idah ,
"tapi ambu aleza masih pingin bantuin ambu dan umy" ucap aleza "gak papa neng ini biar nanti ambu yang kerjain neng tidur aja udah malam lagian ini sebentar lagi juga selesai ko" sahut ambu idah sambil menata kue bolu buatan nya,
ambu idah memang jago bikin kue tak heran jika ada acara apapun pasti ambu idah yang turun tangan untuk urusan menjamu tamu nya dengan kue hasil karya nya,
sementara itu aleza ia pergi meningalkan ruang dapur menuju kamarnya karna matanya yang sudah mengantuk dan tidak bisa di ajak kompromi,
sedangkan faryan masih berada di teras depan bersama abah dan aby nya untuk sekedar ngopi bersama melepas kerinduannya pada sang abah,
sementara di dapur "wah ambu ini enak banget kue bolu buatan ambu rasanya mantap gak kalah sama toko kue terkenal meski hanya dengan alat se adanya," ucap umy siti antusias sambil mencicipi satu per satu kue yang sudah berjejer rapi, "alhamdulilah kalau umy suka" ucap ambu idah sambil tersenyum ke arah besan nya,
__ADS_1
"ambu semuanya udah beres kan kalau gitu ambu juga istirahat yah ini udah malam jangan sampe ambu kelelahan ambu juga kan harus jaga stamina buat acara besok" ucap umy siti,
"iya besan ini juga udah mau istirahat ko " sahut ambu idah karna waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam semua orang yang ada di rumah baru itu sudah menempati kamar masing masing termasuk faryan, namun ketika faryan baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size itu hal tak terduga di lakukan aleza,
Aleza memeluk tubuh faryan dengan erat dan semakin erat aleza pun menciumi bibir faryan padahal matanya tertutup sempurna, sedangkan faryan ia seperti mendapat durian runtuh kala istrinya yang terus menciumi bibirnya tak mau ambil pusing faryan malah membalas ciuman istrinya dan menjelajahi leher jenjang milik aleza yang sudah di halalkan menjadi miliknya juga, hingga aleza pun terbangun dari tidurnya dan mendapati wajah suaminya yang berada dekat bahkan sangat dekat dengan wajahnya,
"mas ngapain sih deket deket aku " ucap aleza dengan pandangan mengintimidasi, "bukan nya kamu yang barusan nyosor nyosor bibir mas" ucap faryan dengan nada meledek "ich mana ada" sahut aleza dengan memalingkan wajahnya ke dalam selimut dan pura pura merajuk padahal sebernya tidak ia hanya malu mengakui dirinya yang tiba tiba saja nyosor nyosor bibir suaminya "tadi aja mancing mancing mas udah kaya gini malah di cuekin nasib nasib" ucap faryan dengan wajah memelas karna hasratnya tak bisa tersalurkan di karnakan aleza yang malah merajuk di bawah selimut tebalnya,
Namun apalah daya faryan pun memilih untuk melanjutkan tidurnya karna sebernya ia juga sangat merasa lelah setelah perjalanan panjang kemarin,
Tepat pukul setengah lima faryan terbangun "alhamdulilahiladzi ahyana bahdana wa illaihin nuzuur amiin" ucap faryan lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi dan berwudhu,
__ADS_1
Sedangkan aleza masih betah tertidur pulas di bawah selimut tebalnya, "asalamu'alaikum sayang bangun dulu yuk sebentar lagi shubuh" ucap faryan dengan nada pelan dan lembut tepat di samping telinga istrinya, perlahan aleza mengerjip ngerjipkan matanya sambil mengumpulkan kembali nyawanya "wa' alaikum salam mas" sahut aleza dengan nada serak khas bangun tidur "mas mau ke masjid dulu yah takut abah sama aby nungguin di bawah" jelas faryan sambil mengenakan sarung nya aleza pun mengangukan sedikit kepalanya "hati hati mas" sahut aleza, faryan pun melangkahkan kakinya keluar kamar setelah sebelumnya berpamitan dan mencium kening istrinya,
Ternyata benar dugaan faryan abah sama aby nya sudah berada di teras rumah menunggu kedatangan putranya "asalamu'alaikum abah aby ma'af faryan telat" ucap faryan dengan wajah sedikit bersalah karna membiarkan orang tuanya yang menunggu dirinya,
"gak papa toh lagian adzan shubuh juga belum berkumandang "ucap kyai abdullah wijaya, mereka pun pergi menuju masjid yang ada di pesantren milik kyai faizan,
Di kamar lain aleza sedang membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan shalat shubuh di rumah, sayang selesai melaksanakan shalatnya aleza kembali tertidur karna masih mengantuk ia lupa kalau hari ini ada ada acara syukuran di rumahnya,
tok tok tok suara ketukan pintu di ketuk dari luar "siapa sih" ucap aleza dengan nada malas "asalamu'alaikum ini ambu neng" ucap ambu udah di balik pintu, aleza terperanjat mendengar suara kalau yang mengetuk pintu itu adalah ambunya "mati gue kenapa bisa lupa coba kalau ada mamah mertua nginap" bathin aleza yang terus meruntuki dirinya sendiri,
Aleza pun buru buru membuka pintu tersebut, "wa alaikum salam ambu ma'af tadi aleza lupa kalau ada ambu nginap" ucap aleza sambil nyengir kuda "gak papa ambu ngerti ko itu di luar ada tamu katanya temen neng" ucap ambu idah dengan senyum smirk nya,
__ADS_1
Wak kira kira siapa yah yang datang bertamu sepagi ini??