ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Es dawet


__ADS_3

"asalamu ala'ikum bro" ternyata panggilan itu dari azka satu satunya orang kepercayaan faryan "wa'alaikum salam" sahut faryan "sory bro gw gak ganggu kan ada beberapa masalah di kantor dan kayanya kita harus terbang besok pagi ke paris karna ada meeting yg gak bisa di wakilkan gue udah siapin semuanya kita tinggal berangkat aja besok gue jemput loe pukul 07.00 pagi " faryan menelan salivanya baru aja dia bisa mendapatkan hatinya aleza malah harus ninggalin dia untuk waktu beberapa hari kedepan belum tentu ia akan mendapat kesempatan seperti tadi pikirnya.

__ADS_1


"sayang kita pulang dulu yuk besok mas harus terbang ke paris pukul 07.00 pagi azka nanti akan jemput mas tolong bantu mas siapin keperluan mas buat besok ya" aleza pun mengangguk sebenarnya ia tak rela menyudahi permainan tadi namun bagaimana lagi karna ada sesuatu yang penting yang tidak bisa si tunda mereka pun akhirnya pulang "masih ada waktu beberapa jam lagi untuk menuntaskan yang tadi" pikir faryan yg sudah berkelana.

__ADS_1


di perjalanan pulang "sayang sebelum pulang kamu mau beli makanan atau minuman dulu nggak misal pengen apa gitu" tanya faryan kepada istrinya "mmmhh apa ya kaya nya aku lagi pengen es dawet yang itu tu mas kayanya enak dech " jawab aleza sambil menunjukan ke arah pedagang kakai lima yang menjual es dawet meski ia terlahir dari anak orang kaya namun tak pernah merasa gengsi untuk jajan di pinggir jalan. ya udah kamu tunggu di mobil aja biar mas yang beliin. faryan pun menepikan mobilnya dekat tukang es lalu turun menghampiri "asalamu'alaikum mang es es dawet nya lima di bungkus aja" ucap faryan "wa'alaikum salam siap ustadz pedagang itu mengenal ustadz faryan karna pas waktu nikahan mereka memakai jasa pedagang kakilima termasuk tukang es dawet "ko banyak banget belinya ustadz" pedagang itupun tak segan untuk sekedar bercengkerama ringan dengan faryan karna sebelumnya faryan memang sering membeli es dawet tersebut. " ia mang istri saya lagi pengen es dawet di rumah juga kan ada umy sama aby jadi sekalian aja " jawab faryan "oh begitu ya ustadz ini sudah jadi ustadz mangga" ucap pedagang itu sambil memberikan es dawet "berapa mang" tanya faryan "masih sama ustadz lima puluh ribu aja" sahut pedagang es, faryan pun mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan "ini mang" sambil memberikan uang itu"lho ustadz ini kebanyakan harganya cuma lima puluh ribu aja ko" ucap pedagang itu sambil memberikan kembali uang yang di berikan faryan namun faryan menolaknya "ga apa apa mang anggap aja itu rezeki buat anak sama istri mang" ucap faryan "makasih ya ustadz semoga barokah alhamdulilah" faryan pun kembali ke mobil sambil membawa es dawet untuk istri dan mertuanya "mas ko banyak banget belinya?" ia ini mas sekalian beliin buat umy sama aby" ucap faryan sambil melajukan mobilnya "oh gitu ya mas makasih ya mas" ucap aleza "gak perlu bilang makasih sayang kamu kalo mau sesuatu bilang aja sama mas insya allah kalo mas bisa pasti mas beliin ko" sahut faryan "gak usah lebay juga kali mas" ledek aleza pada suaminya, "lho ko lebay sich beneran sayang harta yg mas miliki sekarang itu milik kamu juga jadi gak usah sungkan, oh ia mas punya kejutan buat kamu tapi nanti tunggu sampe rumah dulu dech!"

__ADS_1


__ADS_2