ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Jantungan


__ADS_3

"ada apa dengan minggu depan?" tanya aleza yang sempat mendengar faryan berbicara sendiri,


"si junior lupa, kalo yang di bawah ada garis polisinya, suruh nunggu sampe minggu depan,"


"ish, dasar omes! "


setelah selesai sarapan aleza mengantar faryan ke luar rumah menuju mobil yang sudah siap melaju menuju kantor,


"mas nanti aku ke kantor yah bawain makan siang buat kamu bolehkan?" ucap aleza, "bolehlah boleh banget malahan, mas tunggu yah!" sahut faryan


di depan kantor azka baru saja memarkirkan mobil nya dia melihat sandra yang tengah duduk di depan kantor,rd


"selamat pagi, bu sandra sedang apa anda di sini? apakah hari ini ada jadwal meting?" ucap azka heran, takutnya ia yang lupa akan hal itu,


"tidak saya kesini sengaja ingin membawakan sarapan pagi untuk anda dan pak faryan selaku ceo di sini" azka sedikit mengernyitkan dahinya menatap bingung dengan apa yang baru saja di ucapkan seorang wanita di hadapannya itu,


"baru kali ini ada rekan bisnis bawain makanan segala," gumamnya dalam hati,


"anda tidak perlu bingung kenapa saya membawa makanan se pagi ini, saya hanya ingin mempromosikan bisnis baru saya di dunia kuliner yah siapa tahu anda tertarik," ucap sandra padahal itu hanya alibi nya saja untuk bisa mendekati faryan,

__ADS_1


"oh begitu yah maaf saya tidak bermaksud... "


"tidak apa saya faham maksud anda" ucap sandra


sementara itu faryan baru saja tiba di kantor miliknya, pandangan nya melihat azka dan sandra yang tengah bercengkrama ringan,


"asalamu'alaikum"


"walaikum salam, pak saya bawain sarapan buat anda dan pak azka kita sarapan bareng yuk!" ucap sandra


"ma'af tapi saya sudah sarapan permisi,"sahut faryan singkat sambil berjalan masuk menuju ruangan nya, tak menghiraukan keberadaan sandra sama sekali,


"ma'af bu sandra saya juga harus pergi permisi," ucap azka yang mengikuti langkah faryan di depan nya,


"ck, SiaLL awas saja kalian," ucap sandra dengan wajah kesalnya sambil melenggang pergi meninggalkan kantor tersebut,


di kota yang berbeda hubungan alana dan gus zaidan semakin membaik alana yang sudah bisa menerima zaidan sebagai suaminya merasa bahagia walau mereka belum melakukan layaknya seorang pasangan kekasih,


"aby ini kopinya, saya taro di sini yah!"

__ADS_1


"ia sayang sebentar lagi aby selesai ko," ucap zaidan yang sibuk memainkan jari jarinya dengan macebook nya,


alana menunggu zaidan dengan senyum manis sambil menyender di sofa yang ada di ruang kerja, "indah sekali ciptaan mu tuhan, terimakasih tuhan terimakasih abah telah mengenalkan ku pada sosok seorang zaidan yang teekenal sangat dingin, meski sebenarnya hatinya begitu hangat dalam memperlakukanku layaknya seorang ratu, " bathin alana terus saja mencuri pandang ke arah suaminya, tanpa ia sadari bahwa zaidan sudah duduk di samping nya,


"hayo mikirin apa!," ucap zaidan sontak membuat alana terperanjat kaget,


"aby! jangan ngagetin gitu kalo aku jantung aku copot gimana?"


"oh ya coba lihat jantungnya masih ada gak?," sahut zaidan menyingkap hijab yang menutupi dada bidang milik istrinya,


"ya itu cuma perumpamaan aja aby kalo copot beneran mah ya aku udah wasalam kali gimana sih aby,"


zaidan terkekeh mendengar ucapan istrinya, "ternyata kamu lucu juga yah!, jadi makin gemesh dech!" ucap zaidan mengacak acak hijab yang di kenakan istrinya,


"ya tapi jangan di acak acak juga dong hijab nya," ucap aleza membetulkan hijab yang sudah berantakan akibat ulah suaminya, zaidan mendekatkan wajahnya dengan wajah alana menatap lekat manik mata hazel milik istrinya, jangan di tanya soal perasaan alana dan debaran jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, semakin dekat wajah tampan itu semakin berdebar saja hati alana sampai tak sadar ia memejamkan matanya,


"rambutnya ada yang keluar," ucap zaidan memasukan rambut yang terlihat dan membetulkan hijab alana


"whattt!" pekik alana, yang merasa malu dengan tingkahnya barusan

__ADS_1


__ADS_2