ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Perkara shampo


__ADS_3

Alana dia adalah satu satunya orang yang tidak suka dengan hubungan yang terjalin antara faryan dan aleza,


bagai mana tidak sejak kecil dia yang selalu ada untuk faryan bahkan ia pernah menolong faryan dari maut,


darahnya yang sekarang mengalir di tubuh faryan, itu mengalir darahnya juga,


" hem indah sekali hidupmu aleza fahama di kelilingi oleh orang orang yang menyayangimu bahkan suamimu itu sangat bucin terhadapmu dan sekarang malah kamu yang di anggap anak oleh ambu idah, hal yang seharusnya aku dapatkan bukan kamu,


seharusnya akulah yang di jodohkan dengan faryan bukan kamu Aleza, tapi tak mengapa nikmatilah kebahagiaan yang kau miliki saat ini karna sebentar lagi aku yang akan memilikinya" lirih alana dengan senyum sinisnya,


Tepat pukul satu siang kyai abdulah, ambu idah dan semua kerabat nya kembali ke bogor kecuali alana yang akan sementara waktu menginap di rumah faryan untuk menyelesaikan pekerjaan nya di jakarta selama satu bulan ini,


Sebenarnya bisa saja ia memesan hotel atau menempati penthose milik keluarganya namun karna alasan dia takut tinggal sendiri di jakarta ayah dan ibunya mengizinkan dia menginap di rumah faryan dan aleza,


Padahal itu semua hanya alibi nya saja untuk menghancurkan rumah tangga faryan dan aleza yang masih sebiji jagung itu,


Ketika hendak faryan dan aleza hendak masuk ke dalam rumah alana menghentikan langkahnya,


"ma'af ustadz apa boleh aku memintamu mengantarku ke sesuatu tempat ada barang yang harus ku beli" ucap alana dengan sedikit menundukan kepalanya,

__ADS_1


Faryan menoleh ke arah istrinya seakan meminta pendapat darinya aleza yang mengerti kode dari suaminya memberi anggukan kecil pertanda ia memberi izin suaminya untuk mengantar alana,


"tentu saja" sahut faryan, betapa senangnya hati alana pikirannya sudah bernostalgia kesana kemari mereog reog tidak karuan, belum apa apa dia sudah berhasil menjauhkan faryan dari istrinya walau hanya sementara waktu,


Faryan segera memarkirkan mobil nya keluar garasi dan menuju ke arahnya setelah itu ia membukakan pintu sebelahnya, alana tersenyum dengan manisnya baru saja ia akan melangkahkan kakinya faryan justru merangkul pinggang istrinya dan mempersilahkan aleza duduk di depan kemudian membantunya memasang setbelt pengaman,


bukan itu saja faryan juga melewati alana yang masih setia menungunya membukakan pintu mobil untuknya sayangnya faryan tak melakukan itu, hingga ia masuk kedalam mobilnya, "


kurang ajar faryan bahkan tak mau membukakan mobil untuk ku lagi ini semua gara gara kamu aleza awas saja kau harus membayarnya dengan sangat mahal" umpat alana dalam hati sambil tetsenyum sinis,


Tin tin suara kelakson membuyarkan lamunan nya "alana apa kau tidak jadi membeli barang yang kau butuhkan itu" tanya faryan dari dalam mobil,


"kalau begitu cepatlah masuk kenapa kau masih diam mematung?" tanya faryan, alana pun cepat cepat masuk ke dalam mobil tersebut,


"alana sebenarnya apa yang kau butuhkan" tanya aleza ia sengaja membuka perbincangan agar keheningan di dalam mobil itu sirna,


Di tanya seperti itu alana gelagapan pasalnya ia tidak tau apa yang akan ia beli karna itu hanya alibinya saja agar bisa berduaan dengan faryan tapi sayang keberadaan nya justru tak dianggap sama sekali,


Aku ingin ke supermarket ada sesuatu yang harus ku beli dan tak mungkin mengatakan nya karna di sini ada ustadz faryan," ucapnya asal, alezapun mengangguk paham,

__ADS_1


Setelahnya sampai di mini market faryan langsung menepikan mobilnya dan buru buru keluar membukakan pintu untuk aleza, lagi lagi faryan tak menghiraukan keberadaan alana, karna faryan langsung memegang erat tangan aleza dan masuk ke dalam mini market tersebut,


Alana yang merasa kesal atas sikap faryan kepadanya hanya bisa menghentak hentakan kakinya ke aspal, sambil ikut masuk ke dalam mini market tersebut,


"kamu mau beli apa sayang" tanya faryan pada istrinya sambil mendorong troli, mumpung kita ada di sini sekalian belanja bulanan aja mas lagian semenjak kita pindah di rumah baru kita kan belum sempat belanja buat keperluan sehari hari" sahut aleza,


Aleza pun membeli banyak kebutuhan dapur seperti susu roti sabun sampo dan masih banyak lagi,


"sayang ko beli samponya cuma satu" tanya faryan kepada istrinya "satu aja cukup buat sebulan mas lagian kita juga gak akan keramas tiap hari juga" ucap aleza santai,


"loh sampho kan kebutuhan hidup apalagi kita yang masih pengantin baru" bisik faryan tepat di telinga aleza namun masih bisa di dengar oleh seorang ibu ibu yang sedang berbelanja juga, dan ibu itu sedikit mesem mesem seperti mengerti apa maksud dari perkataan faryan, berbeda dengan aleza yang menatap heran suaminya,"shampo memang keperluan tapi bukan kebutuhan hidup" jawab aleza sepertinya ia belum cukup paham mencerna ucapan dari suaminya itu, dan tanpa sepengetahuan aleza faryan memasukan beberapa botol sampho yang menurutnya cukup penting ketika faryan dan aleza sedang mengantri di kasir aleza melihat gerobak yang menjual corndog "mas bisa tolong beliin corndog gak? Kayanya aku lagi pengen itu deh" ucap aleza sambil menujukan tangan nya ke arah tukang corndog tersebut,


"tentu saja biar mas belikan" sahut faryan ia pun segera menghampiri tukang corndog tersebut dan memesan nya, ketika faryan melihat aleza sudah selesai dengan transaksinya faryan segera berlari ke arah aleza untuk membantunya membawa belanjaan tersebut padahal pesanan corndog nya belum selesai,


'Serasi sekali ya mereka yang satunya tampan yang satunya cantik trus keliatan nya suaminya itu bucin banget ucap ibu ibu yang tak sengaja mendengar faryan membicarakan perihal shampo' alana yang mendengar dan melihat secara langsung kejadiaan tersebut tentu saja dadanya semakin terasa panas dan hampir meledak,


"tenang alana jangan terbawa emosi kau harus bermain cantik dan elegan lagipula itu hanya untuk sementara waktu saja " ucap alana pada dirinya sendiri dengan senyum penuh arti,


...apakah rencana alana selanjutnya ???...

__ADS_1


__ADS_2