
Tanpa aleza sadari sepasang mata sedang mengamatinya dari balik pintu,
Yah siapa lagi kalau bukan alana yang sedang menyusun rencana untuk memisahkan sepasang sejoli yang sedang memadu kasih,
Dengan santai aleza sudah kembali masuk ke dalam rumahnya,
Membersihkan seisi rumah adalah tugasnya sekarang dari mulai mencuci piring mengepel lantai sampai menyirami tanaman tanaman nya,
matahari sudah semakin meninggi namun tamu yang sedang ia tunggu tak kunjung datang hingga akhirnya ia memilih masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri yang sudah lelah karna seharian bersih bersih rumahnya,
Selesai membersihkan diri aleza kemudian melaksanakan ibadah shalat dzuhur, dan di lanjutkan dengan bermurozah hapalan ayat suci al-qur'an sambil memejamkan matanya,
sedangkan faryan yang baru saja selesai meting langsung menuju ruangan nya dan sudah kembali di landa kerinduan,
"buru buri ia mengambil gawainya dan mengirimi aleza pesan,
faryan: asalamualaikum sayang sedang apa?
aleza: walaikum salam mas baru aja selesai shalat dzuhur,
faryan: wah soleha sekali istri mas! Sudah makan siang belum?
aleza : belum mas ini baru mau turun ke dapur, sudah dulu yah perut aleza lapar minta di isi
__ADS_1
Faryan: tunggu mas yah mas akan segera pulang kita makan di luar,
Aleza sedikit mengernyitkan keningnya,
"ini kan baru tengah hari masa ia mas faryan mau pulang, namun tak ingin mengecewakan suaminya aleza memilih bersiap siap memakai gamis berwarna marun yang senada membuat kecantikan aleza sema nampak meski hanya memakai pelembap dan sedikit lipbalm di bibirnya menambah ke anggunan dan juga kesopanan nya sebagai seorang istri namun masih tetap modis,
Lima belas menit kemudian mobil faryan sudah memasuki kawasan cluster elit perumahan nya, namun mobilnya tiba tiba berhenti ketika melihat sosok wanita paruh baya yang duduk dekat pos securiti
"asalamu alaikum bi sumi ngapain ko masih di sini??" tanya faryan,
"alhamdulilah ustadz akhirnya ketemu juga bibi lupa alamat rumahnya ustadz mau nelpon tapi tadi di jalan bibi sedikit mendapat musibah dan tas yang bibi bawa hilang di curi orang begitu juga dengan handphone bibi kadarullah bibi tidak apa apa untung ada yang nyelametin bibi tadi,"
"loh bibi memang nya naik apa ke sini bukan kah faryan sudah menyuruh orang kantor untuk jemput bibi langsung,"
"ma'af ustadz tadi pagi memang ada mobil yang menjemput bibi tapi di perjalanan ketika bibi mampir dulu ke pasar, untuk menemui saudara bibi lupa kalau ada yang sedang nungguin bibi jadinya bibi naik angkot ke sini ," "ya sudah kita langsung pulang aja"faryan mengajak bi sumi naik kedalam mobilnya dan beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di halaman rumahnya,
"alhamdulilah akhirnya nyampe juga" ucap aleza yang sudah tidak sabar menungu kedatangan suaminya,.
"asalamu alaikum sayang ma'af lama yah!" ucap faryan sambil turun dari mobilnya dan di susul dengan wanita paruh baya,
"walaikum salam loh mas ini siapa?" tanya aleza
"kenalin ini bi sumi dari bogor tetanggaan sama rumah ambu!"
__ADS_1
"selamat siang nyonya!"
"selamat siang bi sumi panggil aleza aja jangan pake nyonya aleza gak nyaman"
"ya udah panggil neng aja yah boleh??"
"boleh"
"oh iya neng aleza sama ustadz faryan mau ke mana ko udah rapi???"
"kita mau makan di luar bi kebetulan aleza belum masak tadi sibuk bersih bersih rumah bibi mau ikut?"
"oalah pasti gara gara bibi datangnya telat maafin bibi yah neng!"
"ga papa ko bi santai aja!"
"tapi neng kalo udah laper banget bibi bawain rendang dari bogor titipan ambu!"
Seketika mata aleza berbinar ketika bi sumi menyebut kata rendang
"boleh! Mas kita makan di rumah aja!"
"lets' go" ucap faryan
__ADS_1
Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah dan makan siang dengan rendang oleh oleh dari bogor buatan ambu idah,
"so, perfeks rendang buatan ambu memang is the best," ucap aleza,